daily life, family, kucing

Namanya Alfa

Sudah beberapa minggu ini, kami memiliki penghuni baru di rumah. Ia adalah seekor kitten, Persian, jantan, berwarna cream white, berusia 2 bulan yang kami beri nama: Alfa. Kalau tanya sama saya, nama lengkapnya Alfa Romeo (baru googling, ternyata merk mobil, wkwk). Padahal mah pas ngasih nama juga ga tau itu apaan.

Sebetulnya pilihan untuk memelihara hewan ini baru sih, agak impulsif termasuknya. Sebelumnya, saya beberapa kali memelihara hewan, dan itu di masa saya udah kerja. Jaman masih tinggal sama orang tua, ga ada hewan yang benar-benar serius. Seingat saya, saya pernah memelihara ikan mas yang berakhir mati entah gimana nasibnya. Terus kucing kampung yang datang dan pergi sesuka hati. Yang pernah agak lama itu ayam kate, itu pun karena ditinggali sama om yang waktu berkunjung bawa. Pernah dihinggapi burung dara, semalam trus pergi begitu saja. Keinginan masa kecil yang ga tercapai itu piara kelinci, yang baru bisa pas akhirnya saya udah kerja.

Pas udah kerja, saya pernah piara hamster. Ga lama, saya hibahkan ke junior karna saya harus penempatan di Borneo. Di Borneo, saya untuk pertama kalinya pelihara kelinci 2 ekor. Berakhir tragis dua-duanya, semoga Allah mengampuni dan menjauhkan saya dari golongan orang dzolim, aamiiin.

Setelah menikah, saya ga kapok, pelihara kelinci lagi. Ambil 2 ekor lagi, dan akhirnya saya hibahkan mereka ke saudara di kampung saat saya sedang hamil. Dan untuk pertama kalinya, kali ini saya pelihara kucing persia.

Sebetulnya kalo tentang hewan berbulu, saya suka yang warna-warna earth tone, kaya abu2 gitu. Warna2 cantik macam putih bersih atau cream ga terlalu menarik minat saya karena terlalu “cantik”. Hitam atau coklat solid juga biasanya saya skip karna, serem, hehe.. Udahlah yang abu2, campuran hitam atau corak loreng itu yang paling “pas” buat saya, buat karakter hewan peliharaan. Tapi, karena kemaren saya meminta persetujuan DD untuk memelihara kucing, DD saya kasih kewenangan untuk memilih teman mainnya. Dan DD cuma memilih satu, dan maunya beneran sama yang satu itu, ga mau yang lain. Yasudah, saya sih berharap cemas aja semoga kitten itu belum adopted aja dan kami berjodoh.

Ini dia si kitten:

alfa

dan alhamdulillah memang berjodoh dengan kami. πŸ˜€

Dengan datangnya Alfa, saya belajar banyak hal baru. Bahwa ternyata memelihara kucing ras itu beda dengan memelihara kucing kampung (domestik). Karakternya juga beda. Sepengalaman saya dengan kucing dome, dia aktif suka main, bisa manja kalo ada maunya, cukup mandiri, dan lumayan berisik. Pas Alfa dateng, dia memang langsung aktif main, enerjik juga, dan ciri khas kitten adalah curiousity nya yang tinggi alias kepo banget πŸ˜€ Tapi yang saya baru nemu adalah karakternya manja banget. Manja dan demanding banget. Wew..

Kebetulan kakak saya juga piara kucing ras di rumahnya, jadi saya belajar dari dia juga. Dikasih referensi makanan, peralatan apa aja yg harus dipunya, cara treatment, vaksin, dsb.. hmm kayanya bisa nanti buat postingan baru ya. Trus saya juga belajar dengan ikut gabung di forum pecinta kucing, buat belajar beneran cara pelihara hewan yang bener, biar ga salah-salah lagi.

Btw, sekedar balik ke alasan kenapa akhirnya pilih kucing dan bukan kelinci, adalah, kelinci itu sedikit2 pup dan pee. Kucing enggak, dan alhamdulillahnya, si Alfa ini pas dateng ke rumah udah pinter pipis dan pup nya di pasir. Saya salut sama orang yang telaten ngajarin hewan sampe bisa lulus toilet training. Keinget dulu saya pas DD mau toilet training lumayan juga prosesnya.

Semoga Alfa sehat2 dan senang jadi bagian keluarga kami ya ❀

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s