FLUTD (Kencing Berdarah pada Kucing)

Halo!

Long time no see, ya. Sekalinya nulis lagi tentang ginian, duh sedih.

Jadi, sekitar 2 minggu terakhir ini, Alfa entah kenapa keliatan lesu dan surem gitu tampangnya. Sedih bgt kaya kakek2 mana gerakannya lemah gitulah. Padahal biasanya dia kan jagoan ya, grumpy, kadang polos innocent gitu juga bikin pengen nguyel2 kan. Kami ngeh bahwa dia ga enak badan, tapi ga ngerti sakitnya apa. Makan masih mau, ngeong juga iya, cuma ya itu, lesu dan klentrak-klentruk.

Setelah sekitar 3 harian dengan gejala lesu itu, saya coba kasih madu campur makanan basahnya. Masih semangat makan sih dia, dan badannya ga selesu itu lagi. Yaudahlah ya, kirain udah mulai sembuh dan enakan lagi. Tapi yang kami notice lagi, adalah bahwa dia sering ke litterboxnya tapi ga keluar pup atau pip. Jadi ngeden aja ga ngapa2in. Pikir kami, sembelit. Mungkin karena makannya baru ganti. Makanya pas dikasih madu + makanan basah dia udah bisa pup lagi ya dipikir amanlah. Oh, dan pipnya smells strong, beugh.

Kondisinya masih seperti itu sampai suami mendapati bahwa Alfa ngompol. What? Ngompol, udah gede gitu? Kenapa ya? Hmmm… tetep pikir kami ada yg salah, cuma ya karna kesibukan di akhir tahun dan suami pergi dinas mulu, jadi beneran saya doang yg ngurus kucing di hari kerja, pikiran saya sebatas rutinin kasih madu+makanan basah aja udah.

Sampai suatu pagi, saya mendapati pipis Alfa berwarna coklat gelap. Di luar litterboxnya. Horrornya berlanjut dengan saya nemu darah di pipisnya. Oh no.. (nangis). Enggak, saya ga nangis, kuatir banget aja. Sambil ngepel2in lantai pakai karbol. Jadi ini toh, momoknya punya piaraan kucing, selain kena virus. Trus mikir2, makanan yang mana yang bikin ginjal Alfa bermasalah? Karena sebelum ganti yang terakhir (baru 3 hari dimakan), ya selama ini makan yang biasa2 aja. Apa karena umur? Alfa baru 2 th lebih, belum tua buat punya macam2 penyakit karna umur. Kenapa? What did I do wrong?

Akhirnya mutusin buat segera ganti makannya. Cari2 tau, yang direkomendasikan utk kucing dengan pipis berdarah itu RC Urinary S/O. Ini buat pengobatan tercepat, selanjutnya barulah yang RC urinary care. Oke, segera cari di toko online, beli yang 400gr. Makanan basah + madu tetep dikasih pas malam.

Sekitar 5 harian mengkonsumsi RC Urinary S/O, beneran pipnya membaik. Udah ga selemah dan selesu awal sakit. Masih ngompol kadang2, tapi udah jauh berkurang dibanding sebelumnya. Darah juga berangsur-angsur ilang, pipisnya udah ga merah-coklat lagi, udah mulai normal. Selama konsumsi RC itu, Alfa juga 2 kali dibawa suami ke dokter hewan tapi ndilalah tutup melulu, huhuhu. Jadi beneran usaha saya cuma lewat makanan sama sering2 isi tempat minumnya aja.

RC udah mulai habis, sambil cari2 referensi dapatlah makanan yang diklaim setara RC Urinary S/O tapi dengan harga jauh lebih murah. FYI, RC Urinary S/O itu 80k/400gr yang habis dikonsumsi dalam 5 hari, tapi Happy Cat Struvit seharga 120k/1,2 kg, harusnya bisa 2,5 kali RC untuk jangka waktunya. Yah, belum terbukti di Alfa sih, soalnya alhamdulillah wiken kemaren udah bisa dibawa ke dokter hewan. Pas diperiksa, diagnosis dokternya sih kencing berdarahnya karenaaa… birahi. Zzzzzzzzz….

Pengen kawin ternyata si Alfa, koceng oreen.

Padahal pas sakit dan pipisnya berdarah itu, sempet saya kurung berdua sama Luna loh di kamar mandi, biar bisa kawin. Karena walo pipisnya berdarah2, tapi dia semangat ngendus2 Luna pas saya keluarin dari kandang. Dan pas Luna mau saya masukin kandang, ditarik dong Lunanya, ga dibolehin masuk kandang. Jadi yaudah berdua saya kumpulin itu mereka, tapi kayanya kok ya belum sukses kawinnya. Alfa masih perjaka yang belum bisa kawin, hahahaha kasian amat naaak… doh ngenes banget asli Alfa, udah berapa kali ditontonin video kucing kawin padahal dari Yout*be.

Pantes setelah pipisnya ga berdarah lagi, bulunya rontok parah, parah banget bulu terbang di mana2.

Jadi ya gitu, setelah diperiksa, Alfa masuk ke tahap infeksi ringan jadi ga perlu pake kateter. Tapi mungkin perlu dipakein cone di lehernya biar ga terlalu sering jilatin testisnya, bisa infeksi nanti. Saran dokternya sih, kalo udah sehat mending disteril, tapi suami masih belum tega karna Alfa belum pernah kawin dengan bener masa udah mau steril aja. Kalo saya mah yang penting sembuh dulu, sehat dulu, biar bisa jadi jagoan lagi.

Oh iya, ini ringkasannya ya, tanda2 kucing kamu kena FLUTD:

  1. lesu/ ga bergairah
  2. sering ngeden di litterbox tapi ga keluar apa2
  3. lama dia akan kencing sembarangan, karena pergi ke litterbox terlalu menyakitkan
  4. saat spraying, dia pipis vertikal. tapi saat FLUTD, dia pipis ke bawah
  5. pipis berbau kuat, sangat kuat.
  6. urine berwarna gelap, coklat, lalu akhirnya darah.

Nah, secara ringkas sih untuk meringankan gejala (sebelum dibawa ke dokter hewan untuk penegakan diagnosis):

  1. beri makan basah + madu
  2. sering2 beri air putih, dicekokin kalo perlu
  3. sering2 bersihkan lokasi kucing pipis, supaya tidak ada kuman/bakteri
  4. pakaikan cone/ collar di leher agar tidak sering2 menjilat kelaminnya
  5. ganti makanan dengan RC Urinary S/O (sorry sebut merk, tapi ini karna memang efektif dan direkomendasikan juga oleh dokter hewan sebagai makanan kering tunggal, setidaknya sebulan pertama).
  6. bawa ke dokter hewan. Periksa. FLUTD banyak penyebabnya, entah infeksi oleh bakteri, birahi, batu ginjal, atau bahkan stress, dsb. Dokter yang akan menganalisis penyebabnya dan memberi resep obat terbaik, entah antibiotik untuk infeksinya, pemasangan kateter untuk mempermudah pipis, penyedotan pipis, atau bahkan bedah untuk pembuangan batu ginjal. Jangan sok tau karena FLUTD ini kalau tidak ditangani serius bisa menyebabkan kematian T_T
  7. udah periksa? tebus obatnya. kasihin ke kucingnya. Do your best.

Semoga kucing kita sehat semua ❤

Bonus: foto2 Alfa pas diperiksa

Doakan Alfa cepat sembuh ya!

Tentang Foster Kucing

Beware, this is a long post.

Saya ga tau deh. Apakah peningkatan jumlah pecinta kucing berkaitan dengan peningkatan pengguna sosmed juga. Di twitter, di facebook, di instagram, di youtube, banyak ditemukan video2 kucing lucu dan menggemaskan, dan orang2 yang tadinya hanya ada sedikit atau rasa suka yang besar ke kucing, jadi memantapkan diri buat memelihara kucing.

Ya, saya juga gitu sih. Pas masih kecil saya udah suka kucing dan hewan mamalia berbulu kecuali kelelawar, karena serem aja mukanya. Kucing itu favorit karena banyak di mana2 kan. Kelinci, agak jarang yang punya, dan kaya kemewahan deh bisa ngelus2 kelinci itu. Anjing? Hmm.. sayangnya liurnya najis dan ribet bersihinnya, pernah digigit dan dikejar pula jadi ya suka liatnya ga suka deket2 atau ngelus2.

Sampai di masa saya umur kuliahan sampai kerja awal (18-22th), entah kenapa saya kesel sama kucing. Ya kesel aja dan males deket2. Rasa suka saya alihkan ke kelinci dan hamster, terus sempet juga melihara hamster dan kelinci di awal2 masa kerja saya sampe nikah. Sampai hamil trus stop pelihara2 hewan.

Dan karena memasuki masa2 pemilu dan panas di sosmed, saya memilih untuk membisukan sebagian besar teman2 demi ademnya timeline saya. Sebagai gantinya, saya follow video tentang masakan, makanan, tips menarik tentang apapun, dan video hewan lucu. Yang sering jadi konten buat video hewan lucu itu tentu anjing dan kucing. Dan witing tresna jalaran saka kulina, maka kesukaan saya terhadap kucing tumbuh lagi. Lalu saya memelihara kucing.

Baca juga: Namanya Alfa

Tidak hanya berhenti di memelihara seekor kucing dan mencari ilmu tentang perkucingan, saya juga mengikuti akun2 tentang foster kucing, seringnya dari luar negeri, karena terus terang kepedulian terhadap hewan terlantar di sini memang belum sebesar di sana. Ya, di sini orang yang di bawah garis kemiskinan juga masih banyak, yang tidak dipedulikan juga banyak, jadi ga sempat merhatiin hewan lah ya. Apalagi kalau hewannya dianggap bisa berebut rejeki makanan sama orang.

Jadi, apa sih foster itu?

Belum nemu di kamus, jadi secara gampangnya aja, foster itu semacam tempat penampungan sementara. Kenapa sementara? Karena emang niat seseorang foster hewan itu ya ga buat selamanya, baik seumur hidup si orang yang ngefoster ataupun seumur hidup hewan yang difoster. Komitmennya beda sama adopt/ pelihara. Itu komitmen seumur hidup, baik orang yang mau melihara maupun hewan yang dipelihara.

Siapa aja yang bisa melakukan foster?

Siapa saja yang mau dan bisa. Punya rejeki untuk menyisihkan sumber daya (makanan, kasih sayang, ilmu, waktu, tenaga, tempat tinggal, uang untuk kebutuhan obat dan periksa ke dokter hewan, vaksin, sampai steril hewan) dan mau untuk mengalokasikan itu ke hewan2 yang ga beruntung di luar sana. Punya sumber daya dan mau. Di luar negeri, orang banyak mendedikasikan dirinya menjadi foster hewan terlantar. Beberapa foster yang udah punya banyak pengikut baik di ig maupun youtube dan saya sarankan buat nonton dan ikuti adalah: kittenlady, nikki martinez dan masih banyak lainnya. Cari di ig dengan hastag foster aja udah dapat banyak tuh.

Yang lokal ada? Ada… mereka juga suka buka kegiatan steril gratis dan vaksin gratis. Misalnya peduli kucing

Apa hewan yang difoster?

Ya hewan terlantar, misalnya anak kucing yang masih bayi, ga ada induk dan kalau dibiarkan di alam bebas udah pasti bakal ga selamat. Itu yang difoster, dirawat sementara sambil biasanya ditawarkan siapa tau ada yang mau mengadopsi/ memelihara seumur hidup. Kalau ga ada yang mau adopsi gimana? Biasanya kalau sudah cukup umur dan diperkirakan sudah bisa survive sendiri di alam bebas, ya dilepas. Bagaimana melepasnya? Dilepas di tempat yang sekiranya dia bisa mencari makanan sendiri.

Bagaimana cara foster yang baik?

Ini bicara ideal ya. Kalau anda lihat ada anak kucing yang terlantar, dalam gerombolan, jangan langsung ambil. Tunggu dulu minimal 2-3 jam, siapa tahu induknya sedang mencari makan dan akan kembali. Kalau sampai lebih dari 3 jam tidak ada tanda2 induk datang, barulah diselamatkan. Selamatkan satu kawanan itu, jangan dipilih2. Lalu dirawat sebagaimana mestinya. Nah, mestinya bagaimana itu kan yang jadi pertanyaan. Here are the details:

  1. Bersihkan. Ini situasional ya. Dilihat dulu kondisi anak kucingnya, basah atau tidak, bersih atau tidak. Kalau kering, biasanya ga terlalu kotor. Kalau basah, itu rawan. Rawan kotor, rawan penyakit, rawan kedinginan dan bisa bikin mati. Suhu tubuh kucing kecil itu seharusnya lebih tinggi dari kucing biasa. Tapi kalaupun kering pun rawan kutu dan telur kutu juga (tick and fleas). Jadi amannya, mandikan kucingnya dengan sampo kucing (kalau ga ada bisa pake sabun cuci piring cair), dengan air hangat, dan dikeringkan dengan handuk tebal (dipuk2) atau hair dryer juga ga masalah. Asal perlakukan kucingnya dengan lembut. Lihat videonya di sini , di sini, atau di sini.
  2. Kasih nutrisi. Nutrisi ini bisa berupa susu formula kucing atau makanan basah, dilihat dari umurnya. Kalau masih umur nyusu ya kasih susu formula kucing. Jangan kasih susu sapi karena pencernaan kucing beda tidak bisa mencerna susu sapi dengan baik. Bisa malnutrisi, diare, dan mati. Tapi entah kenapa, kucing bisa menerima susu kambing murni. Kalau darurat sekali, di forum pecinta kucing biasanya disarankan untuk memberi susu SGM non laktosa untuk anak kucing.20036134_1Seberapa banyak? Ga banyak sih biasanya, sampai umur 3 bulan, pemberian susu kucing bertahap mulai 5 ml, 10 ml, sampai 20 ml. Frekuensinya yang diperhatikan. Semakin kecil usianya, semakin sering pemberian tetapi dengan volume sedikit. Misal, umur 5 hari, beri 3-7ml per 1-2 jam sekali, umur 2 minggu mulai 5-10ml per 2-3 jam sekali.
  3. Terus, ada langkah lagi yang harus dilakukan sebelum dan sesudah memberi susu, yaitu merangsang pengeluaran urine (pipis) dan poop dari anak kucing. Anak kucing belum bisa pipis dan poop sendiri, di kehidupan nyata, induk kucing menjilat bagian anus dan alat kelaminnya supaya anak kucing bisa pipis dan poop. Nah, karna kucing piatu ini difoster ga ada induk, maka manusia yang merangsang pipis dan poopnya dengan cara menggosok2 anus dan kelaminnya dengan tisu atau kapas sampai kotorannya keluar. Beri susu, setelah kenyang, dirangsang lagi buat pembuangannya. Lembut ya, biar ga iritasi. Lengkapnya dilihat di sini
  4. Sesuaikan nutrisi dengan umurnya. Semakin besar, mulai perkenalkan anak kucing dengan makanan basah. Tapi sebisa mungkin tetap jaga kebersihannya ya. Fase mulai belajar makan basah ini sering dibilang masa paling kotor dalam hidup kucing, tetapi sebenarnya bisa disiasati. Misal, kasih mangkuk lebih tinggi dari yang mungkin dinaikin atau dipanjat dan dimasukin anak kucing. Jangan biarkan kucing masuk ke mangkuk makanannya kalau ga mau sering2 bersihin anak kucing dan takut dia iritasi kalau keseringan dimandikan.

4
coba dilihat kuku anak kucing ini, kotor ya? Apa jadinya kalau kaki kucing yang kotor ini dibiarkan masuk ke tempat makan?

1
masuk ke tempat makan kaya gini?

Jadi tolong ya, kalau mau foster kucing, jadilah foster yang bener2 bertanggung jawab. Bersihkan, mandikan, beri nutrisi dengan cara yang juga bertanggung jawab dan ga jorok. Kaya ngerawat anak manusia, gimana sih. Pas makan iya mungkin dibiarin berantakan, meskipun saya juga sering lihat anak bayi yang bisa tetap resik pas makan, tergantung yang ngasuh dan mendidik. Tapi ya tetep habis makan dibersihkan, kan? Ga dibiarin gitu aja berhari2, pasti mati lah itu kalau kaya gitu.

Foto di atas saya ambil dari ig yang mengaku foster kucing tapi menurut saya sangat jorok dan ga bertanggung jawab sama kesehatan anak kucingnya, karna ya itu, ga menjaga higienitas fosternya. Bertahan 5 hari lalu mati di bawah pengasuhan dia menurut dia udah biasa, asalkan mati dalam keadaan kenyang dan dicintai. Hhh I doubt that. Mencret iya, infeksi perut dan pencernaan juga mungkin. Denger2 udah banyak yang melaporkan dia juga ke perlindungan hewan dan ya play victim dan main drama lah hhh. Kapan2 kalau senggang saya ceritain deh gimana saya dibully pendukung dia karna kebersihan kucing ini. Kalau senggang yaaaa…

Oiya ada yang ketinggalan dalam merawat dan menyayangi anak kucing tanpa induk ini. Yatu, sediakan sikat gigi yang lembut. Buat apa? Buat grooming mereka, fungsinya kaya lidah induknya saat menjilati anak kucing. Dia bakal merasa nyaman dan feels like home deh disisiri pakai sikat gigi.

Terakhir, saat anak kucing udah siap diadopt atau dilepas, sudah bisa makan makanan kucing kering, dan sudah biasa bersosialisasi dengan sesama kucing, maka siapkan hati. Umur 3 bulan biasanya anak kucing bisa diadopsi. Sedangkan untuk dilepas, kalau bisa sih di atas itu ya. Dan kalau kucing jantan yang mau dilepas liar, selain diberi vaksin di usia 3 dan 4 bulan, usahakan juga steril di usia 6 bulan. Kenapa steril? Buat mengontrol populasi kucing biar ga semakin banyak anak kucing terlantar. Yang disteril memang biasanya jantan, karena kan dia yang menebar benih ke mana2. Dan jantan itu kalau birahi ga disalurkan rentan stres dan bikin penyakit prostat, ouch ga cuma manusia tapi kucing juga bisa kan… Beda cerita kalau kucingnya mau dipelihara, dan pemiliknya udah siap dengan kemungkinan punya anak kucing dan memeliharanya.

Saya sendiri gimana? So far baru sempet foster 2 anak kucing, keduanya betina. Yang pertama penyakitan, cacingan, kutuan, sendirian, di kantor saya bawa pulang. Bawa ke dokter hewan, suntik vitamin, dirawat sekitar 2-3 bulanan dan badannya menggendut, trus karna ga ada yang mau adopt yaudah saya lepas lagi di kantor. Kebetulan di kantor banyak yang suka bawa makanan kucing kering setiap hari, jadi untuk makanan dia kayanya ga masalah.

Yang kedua, masih umur 3 minggu. Sakit jamur parah, dan terus kami obati dengan obat jamur dan oles VCO. Oles VCO ini ampuh untuk jamur kucing ternyata. Mandi dengan sebazole juga, intinya akhirnya sembuh lah, walau sempat saya dan suami ketularan ringwormnya dan alhamdulillah sembuh dengan YLEO Lavender. Ini kami pelihara sampai lumayan gede juga, sekitar 5-6 bulan? Akhirnya kami lepas di pasar, di mana tukang sayur yang kumpul di pasar sering ngasih sisa ayam atau insang ikan ke kucing2 liar di sana.

Sementara stop foster dulu, karena udah komitmen nambah anabul tetap buat nemenin Alfa, namanya Luna. Dan bener beda kucing beda karakter, nanti kapan2 juga kalau sempat saya cerita tentang si Luna ini gimana deh, insya Allah.

Nah saya nulis ini buat nambah wawasan aja sih.. Selain memperkenalkan bahwa ada loh, foster ini, kalau emang anda2 ingin merawat kucing tapi ga bisa berkomitmen buat adopsi atau melihara seumur hidup, yaudah rawatlah anak2 kucing yang memerlukan bantuan. Dan yang terpenting, be responsible. Jangan sampai ngefoster kucing demi konten instagram atau medsos lain, demi view dan like (karena peminat bayi dan anak kucing sungguh banyak), demi media minta sumbangan (yesss, ini pahit tapi bener ada foster yang modus minta sumbangan gini), tapi akhirnya ga bertanggung jawab sama apa yang ada di tangan. Nyawa loh ini urusannya.

Seru kali ya nulis tentang foster2 modus yang pernah saya temuin, sampe2 ada yang panggil mediator buat nyari tau kondisi kucing yang (asumsi saya) dibuang demi ngejelasin ke followernya ke mana itu si kucing a kok udah ga pernah nongol lagi. Hhhh seriusan panggil mediator buat ngomong sama roh kucing zzzzzzz…. dan drama dan bully online dan playing victim dan report account, duh banyak kejadian deh. Entah deh perlu ditulis atau enggak.

Udahan dulu,

Ast ❤

Review Makanan Kucing (DF bag. 2)

Halo.

lanjutan dari postingan Review Makanan Kucing (DF) ,

sekarang saya mau share review makanan kucing masih edisi dry food ya. Sekarang Alfa sudah mau setahun, sudah di rumah sekitar 10 bulan. Pernah beberapa bulan hanya saya kasih makanan utama equilibrio, dicampur universal atau maxi yang gradenya di bawahnya, juga dicampur wetfood. Tentang wetfood insya Allah nanti saya tulis reviewnya kalo sempet.  Tapi sejak sekitar umur 6 bulan, Alfa sudah ga terlalu tertarik campuran itu. Lebih sering makan dry food aja, dan wetfood kadang2 misal seminggu 2-3 kali. Makanan tambahan pun saya kasih, misal vitamin Nutriplus gel, kuning telur rebus, madu, kalau dia sakit dan butuh nutrisi tambahan, trus tempe rebus campur wetfood kalau dia diare. Beneran manjur loh tempe rebus buat kucing diare itu.

Sekarang Alfa penampakannya seperti ini:

alfa big
apa lo liat2?

Ada masa dia lebih gendut dari ini, dan karena itu saya memutuskan untuk ganti makanannya. Oke, langsung mulai aja ya. Lanjut dari postingan yang dulu jadi nomornya ga mulai dari 1 ya.

5. Felibite

Ini saya jadikan pencampur Equilibrio. Bentuknya ikan kecil, renyah dan pipih. Tapi secara aroma sepertinya tidak terlalu kuat dan seringnya Alfa tidak mau makan ini tanpa campuran. Lebih pas dibuat campuran wetfood sih. Harganya 12.500 per 500gr, di toko online. Per kilo 25ribu lah ya.. Secara kelas ya mungkin samaan lah dengan universal atau bolt. Repurchase? kayanya enggak lagi deh, soalnya Alfa juga ga doyan. Tapi secara efek sih ga terlalu keliatan ya, pupnya ga masalah, ga bau banget, ga diare juga.

663

6. Universal

Sempet saya kasih sebagai campuran juga dengan Equilibrio. Tetapi setelah baca2 di forum katanya banyak bikin FUS (Feline Syndrom Urologi) alias kencing darah. Jadi ga saya kasih lagi deh. Alfa padahal lumayan mau sih, dibanding Felibite ya. Harga 14ribu per 500gr alias 28rb per kilo.

0086e3943a32aa0ca0588118b38df6aa

7. Bolt

Mirip modem ya. Bukan, ini merk makanan kucing. Masih sekelas sama Universal, jadi saya jadiin campuran Equilibrio. Harga 19-22 ribu per kilo tergantung online shopnya. Alfa suka juga ini. Kibblesnya bentuk donat, pas Alfa masih agak kecil agak susah makannya karena lumayan gede. Tapi Alfa makan ini ga masalah, pupnya juga bagus aja. When I say pupnya bagus tolong jangan dipikir macem2, wkwk.. Maksudnya ga diare gitu lah. Ga bau busuk menguar juga kaya pas Friskies dulu. Atau mungkin masih teredam sama Equil kali ya.

bolt-cat_makanan-kucing-bolt-repacking-1kg-bolt-repack-1-kg_full08

8. Nice

Ini murah, tapi ga saya repuchase karena Alfa ga cocok. Mencret terus, kasihan juga kan. Mungkin di masa2 inilah saya paling banyak bikinin tempe rebus buat diare dia, wkwk.. Harganya, 16rb an per kilo. Murah kaan… tapi kalo bikin mencret ya buat apa ya.. Jadi begitulah.

nice_cat-food-makanan-kucing-nice-cat-nice-20kg_full03

9. Kitchen Flavour

Ini saya beli untuk menggantikan Equilibrio, setelah badan Alfa saya rasa udah kegendutan. Semacam nutrisi untuk dietnya gitu, dan kandungannya juga dinilai aman untuk kucing. Kelasnya sama dengan Equilibrio tapi harganya sedikit lebih murah. 55ribu per kilo dan seringnya sih dijualnya per 1,5 kilo kecuali yang repack. Harga kemasan freshpack nya 85rb untuk yang 1,5 kilo. Di dalam kibblesnya ada potongan daging ikan kering aslinya loh. Tapi teksturnya keras dan jadinya ga kemakan, sayang banget. Kibblesnya kecil-kecil banget, jauh lebih kecil bahkan dibanding Equil kitten. Warnanya coklat pekat dan terasa kering alias ga berminyak, ga macam Royal Canin yang berminyak banget. Alfa lumayan doyan ini, secara efek juga bagus, jadi lanjut aja sih kalau saya. Klaimnya sih grain free dan no pork pula. Mantap kan.

kitchen-flavour-grain-makanan-aksesoris-14223357

10. IM Organic

Ini juga sekelas dengan Equilibrio dan Kitchen Flavour. Loh, kok ganti, katanya udah cocok sama KF? Ya namanya pengen coba, kemakan iklan, wkwk.. Produk lokal pula yang dibanggain, halal juga, why not? Coba lah beli, kemasannya 1,8 kilo harga 85ribu. Gimana, lebih murah dari KF kan ya? Wkwkwk… Secara pengaruh ya bagus2 aja sih. ga bikin diare, pup juga ternyata ga masalah loh. Diinget2 kan yang efektif banget bikin pup ga terlalu bau itu Equilibrio, tapi ganti ke KF maupun IMO juga ga masalah. Jadi, lanjut? Yes.

266037_ebf6046e-60dd-4861-b612-cef1966d6bc4

11. Royal Canin

Meskipun mihil, saya pernah juga nyobain beliin RC buat Alfa. Dan mungkin memang Alfa tau makanan mahal ya, baru dibuka kemasannya aja udah semangat banget dong makannya. Ngaung2 minta gitu, lahap pula. Sayangnya (dan untungnya), Alfa perutnya ga cocok, hihihi… jadi ga repurchase deh….. Bentuk kibblesnya khas ya, bulat kotak gelap berminyak gitu. Harga sekitar 40-50rb an ya, per 500 gr. Jadi emang kelasnya di atas Equil dkk. Sering jadi sponsor petshop juga kan dia. Jadi sering direkomendasikan dokter hewan.

588798dcae74b3.37762179

12. Proplan

Ini makanan juga sering direkomendasikan petshop. Kelasnya di bawah RC, di atas Equilibrio. Jadi secara harga ya ketahuan lah ya. Tapi Alfa ga doyan dan ga cocok makan ini, karena perutnya lagi2 mencret. Udah dengan perbandingan loh padahal ganti makannya. Tapi ga cocok yaudah ga dipaksain juga. Harga sekitar 80rb an per kilo.

proplan-optistart-kitten-front

Nah, udahan ya edisi review makanan kucingnya yang dry food. Nantikan edisi wetfoodnya. Karena saya kayanya untuk makanan dry food utama udah nemu yang cocok. Yaitu IM Organic/ IMO dan Kitchen Flavour, tergantung ketersediaan dan harga di online shop aja. Atau kalau misal lagi pengen gembulin anak bulu (anabul) ya Equilibrio lagi aja. Untuk campuran, antara Bolt atau Universal aja.

Sedikit tips kalau mau beli makanan kucing yang dry food untuk pertama kali, cari tau 3 kandungan pertamanya. Kalau bisa 3 bahan utama (dan pertama disebut di ingredients) adalah protein (ayam, ikan) dan bukannya tepung (jagung/ corn, wheat/ gandum, rice/ beras). Karena yang begitu berarti kucing hanya makan tepung dengan perasa ikan/ayam. Sedang kalo komposisi utama itu daging/ protein, maka tepungnya hanya untuk penambah kalori/ pengenyang aja. Dan kucing ga butuh banyak kalori, gendut dia ntar kaya Garfield. Risiko penyakit dari kegendutan ya sama aja kucing dan manusia. Kencing darah dan kencing manis juga bisa karna tepung2an itu.

Di review saya memang ga nyebutin kandungan bahan-bahannya. Saya ga sempet motoin kemasannya. Seringnya saya liat di foto Olshopnya kandungannya apa aja. Asal di Alfa bagus, harganya affordable, dan worth it ya saya rekomendasikan. Sedangkan untuk makanan super duper premium yang di atas kelas Royal Canin, saya mau nyoba aja ga minat. Karena kita melihara kucing ya seperti melihara anak sendiri. Dikasih makanan sehat iya, tapi juga ga lantas semua kelas premium kan. Nyesuaikan sama budget juga. Jangan sampe manusianya ngalah makan demi kucing, wkwk, yang realistis aja. Kita juga punya prioritas, kecuali memang niatnya breeder atau ternak. Nah itu bebas deh. Mau kucing import 40 juta dari Ukraina juga dijabanin. Beda kelas, beb. Wkwk..

Semoga bermanfaat ya,

Salam cat lover ❤

Review Makanan Kucing (WF)

 

 

Cerita Alfa

Hallo, namaku Alfa. Aku adalah seekor kucing persia. Aku bukan persia murni, melainkan sudah campuran. Tapi aku tidak tahu campuran persia apakah aku. Ibuku menduga bahwa aku campuran persia-mainecoon karena ada semacam jubah di leherku, dan semakin bertambah umur, bentuk moncongku semakin mirip mainecoon. Tapi sudahlah, aku sudah tidak terlalu peduli lagi, asal aku sehat dan bisa bahagia tinggal di keluarga ibuku ini.

Aku datang ke keluarga ini saat usiaku baru 2 bulan lebih sedikit. Ibuku mengadopsiku sebagai hadiah ulang tahun untuknya sendiri. Begitulah. Awal aku datang ke rumah ini, badanku masih kecil dan aku sudah selesai menyusu pada indukku, aku sudah bisa makan makanan kucing kering dan sudah pintar buang air di pasir. Aku suka bermain, aku suka bermanja-manja, aku tidak suka sendirian. Dan aku adalah kucing yang pendiam, aku tidak berisik dan jarang sekali mengeong. Aku adalah teman yang pasti kalian akan terpikat padaku, karena aku lucu dan menggemaskan!

alfas1
saat aku baru datang, masih kecil ya

alfas2
ekorku masih imut 

alfas3
lihat aku, lihat aku

Aku memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibanding kucing lokal, tetapi tidak serendah kucing persia murni. Pencernaanku terkadang bermasalah. Awal datang juga aku masih suka gatal karena ada banyak kutu di tubuhku. Tetapi ibu dan ayahku merawatku, memandikanku, dan mengobatiku dengan obat kutu sehingga sekarang aku sudah terbebas dari kutu! Ibu dan ayahku juga memberikan vaksinasi kepadaku untuk melatih daya tahan tubuhku agar tidak mudah sakit terkena virus. Virus itu banyak yang berbahaya dan bisa membunuh kucing, aku tidak mau sakit karenanya!

Tetapi, saat aku divaksinasi, rupanya aku tertular jamur dari kucing lain, sehingga untuk beberapa saat aku merasa sangat gatal di daerah telingaku dan kugaruk terus sampai lecet dan berdarah. Untungnya, ayah dan ibu tanggap membelikan obat jamur (meski aku sungguh tak suka baunya!) dan mengoleskan VCO di daerah yang terkena jamur. Untuk beberapa waktu, badanku terlihat dekil dan kumal karena buluku lepek terkena VCO, obat jamur, dan jamur itu sendiri yang mengurangi penampilanku. Tapi ibu dan ayah selalu rutin memandikanku sehingga akhirnya buluku bisa kembali halus dan lembut.

Aku tinggal bersama ibu, ayah, dan DD. Aku suka kepada ayah karena sering mengajakku bermain dengan mainan, aku jadi aktif karena berlari2an di rumah dan halaman. Ayah juga sangat suka menggendong dan membelaiku. Aku cuma tidak suka jika aku harus mandi. Aku akan menangis dan meronta, bahkan sering mencakari lengan ayah saat menggendongku mandi.

Aku juga suka ibu. Dia sering memberiku makan. Dan saat aku makan, dia akan mengamatiku. Terkadang aku suka berpura-pura tidak berminat lagi pada makanannya sehingga ibu akan menyuapiku, hehe.. Tetapi rupanya ibu sering kesal karena aku sering minta disuapi. Ibu ingin aku menjadi kucing yang tidak terlalu manja padanya. Padahal aku suka sekali padanya, aku suka mengajaknya bermain dengan menggigiti tangan dan kakinya agar dia memperhatikanku. Tetapi terkadang ibu kesakitan lalu aku dihukum di dalam kandang sehingga aku sedih sekali.

Sedangkan DD, aku takut padanya. Dia pernah bermain denganku tetapi dengan cara yang kasar, mungkin karena dia masih kecil dan belum mengerti bahwa aku bisa sakit kalau dikasari. Tetapi aku kan juga hanyalah kucing kecil 😥 Aku juga suka diteriaki olehnya, apabila aku melanggar larangan dari ibu atau ayah. Tetapi DD juga sudah belajar untuk bisa bermain denganku secara lebih lembut. Dia suka mengajakku toss yang akan kulayani dengan kaki depanku. Meski aku takut, aku tahu dia menyayangiku.

alfas7
Sekarang aku sudah lebih besar!

alfas8

alfas9
Lihat ekorku, ibu ingin ekorku seperti kemoceng. Bisa tidak ya?

Kemarin sore, aku terkena musibah. Saat ibu pulang kantor, aku sedang bersantai di halaman. Tanpa ibu sadari, gerbang terbuka dan aku langsung tertarik untuk main keluar. Aku masih ingin tahu, aku kan anak kucing! Maka aku keluar dari gerbang. Tetapi tiba-tiba, ada 2 motor yang berpapasan di depanku dan aku takut sekali. Motor itu besar dan bergerak kencang dan suaranya keras. Maka aku langsung berlari menyelamatkan diri bersembunyi di balik pot-pot bunga. Tetapi yang aku tak tahu, aku terjatuh ke dalam selokan! Oh, aku takut sekali. Aku langsung menangis keras-keras, sehingga orang-orang berlarian ingin melihatku. Aku semakin takut dan semakin bersembunyi ke dalam lorong selokan. Aku mendengar namaku dipanggil-panggil tetapi aku tak mau keluar. Aku takut! Sampai aku melihat sebuah tangan menjulur, itu tangan ibu! Dan aku mendengar suaranya memanggil namaku. Oh, Ibu! aku senang sekali, aku keluar dan langsung digendong oleh ibu. Aku menangis pelan, supaya ibu tahu bahwa aku sedih, takut, tetapi juga lega karena dia sudah datang menolongku.

Lalu akhirnya ibu meletakkanku di kandang karena tubuhku bau comberan, huhu, padahal aku baru saja mandi. Mungkin nanti aku harus mandi lagi. Tidak apa, asal ibu memaafkanku karena sudah hampir mencelakakan diriku sendiri.

Aku takut, kaget, dan lelah. Jadi aku mau istirahat saja. Ibu sudah memberiku makan dan minum, meskipun tidak mau menyuapiku lagi. Tidak apa, aku bisa makan sendiri asal ibu tidak marah lagi.

Aku sayang ibu, ayah, dan DD.

Itu ceritaku, sekarang aku ngantuk! Hoahm, sudah dulu ya. Terima kasih sudah membaca. Lain kali aku cerita lagi. : 3

Review Makanan Kucing (DF)

Hola!

Sudah sebulan lebih sejak Alfa masuk ke keluarga kami, gimana perkembangannya? Rasanya seperti … punya sesuatu yang baru (ya iyalah). Sesuatu yang kamu sukai, yang bikin semangat, yang bikin kamu belajar hal-hal baru (banyak!), yang harus kamu jaga karena kamu punya tanggung jawab, ada konsekuensi atas hal-hal yang kamu lakukan (atau tidak). Intinya, sesuatu itu membuat hidup kamu lebih semarak dan berwarna ❤

Baca: Namanya Alfa

Karena Alfa, saya bergabung di forum pecinta kucing. Alfa pas awal datang itu masih kutuan, kasian liatnya kalo garuk2 terus. Akhirnya saya searching obat kutu kucing dan belajar cara memandikan kucing. Tapi tentang perawatan kucing yang bukan tentang makanan saya tulis nanti aja kapan2 kalo ada waktu dan jadi prioritas ya 😀

Awal2 Alfa datang, dia makan dengan semangat, terus ga lama ga semangat, lalu diare, dan saya belajar lagi tentang menangani diare pada kucing. Saya juga belajar cara memberi makan kucing, karena ternyata ngasih makan kucing pun ada caranya! Apalagi kalau itu makanan baru yang butuh transisi dari makanan sebelumnya, karena ada bakteri dalam perut kucing yang kalau sudah terbiasa dengan makanan tertentu maka ia bakal butuh adaptasi dengan makanan baru. Maka, buat mempermudah adaptasinya, kasih makan kucing dengan perbandingan,

di hari 1-2: 70% makanan lama : 30% makanan baru

hari 3-4: 50% makanan lama : 50% makanan baru

hari 5-6: 30% makanan lama : 70% makanan baru

hari 7 dst: 100% makanan baru.

Di saya sendiri gimana? Well, sebulan lebih berapa minggu dengan saya, jujur lamanya hari dan perbandingan itu ga bener2 saklek saya terapin. Pas diare ya saya ulang perbandingan untuk mempermudah adaptasinya, sempet baca bahwa kucing diare dikasih tempe rebus, tapi belum sempet kasih udah sembuh duluan. Ada juga yang ga butuh seminggu buat adaptasi. Selama beberapa minggu ini sudah ada beberapa merk makanan kucing yang saya coba, and here are their review:

  1. Whiskas junior

300x280-94282252414709980161

Ini kami kasih ke Alfa di awal dia baru dateng. Beli di petshop, harga sekitar .. lupa 😥 ukuran 400 atau 500 gr, tapi kayanya ga nyampe 40rb. Alfa awalnya doyan dikasih df (dry food) ini, tapi mungkin itu saking kelaperan aja. Karena malamnya kami kasih lagi, dia ga mau makan. Setelah dicampur wet food baru dia mau makan semua. Akhirnya dia selalu makan wet food dicampur dry food dengan perbandingan 1:2 dan dry food doang buat cemilan.

Alfa gimana makan ini? Pup ga terlalu bau, standar aja sih ga menyengat gimana (karena nantinya kami bakal mengenal pup kucing yang baunya sangat menyengat). Diare di awal tapi lebih karena adaptasi macem2, dari makanan baru, tempat tinggal baru, dan stres dimainin kasar sm DD 😥

Kalo di forum2 sih whiskas ini di level standar ya, istilahnya premium aja. Warna-warninya juga yang ga alami dibilang ga terlalu bagus buat kucing. Ya kaya buat manusia ajalah. Makanya akhirnya saya ganti setelah yang pertama ini habis.

2. Friskies

14811-friskies-1kg-kitten-discoveries-3d_1000x1000

Nah, waktu itu nyari2 di transmart, ada friskies. 11-12 lah sama whiskas, jadi saya cobain aja. Ternyata, pupnya jadi bau banget sodara-sodara….. 😦 Makanya saya ga betah banget dan akhirnya saya beli yang merk berikutnya dan makanannya saya campur. Alhamdulillah bisa meminimalisir bau pup kucing. Repuchase? definitely, NO.

3. Equilibrio

equilibrio_equilibrio-kitten-makanan-kucing-fresh-pack-7-5-kg-_full02

Nah, kalau ini udah naik ke kelas makanan yang lebih tinggi, disebutnya sih super premium. Harganya di petshop 130k untuk 1,5 kg. Tapi berikut2nya sih saya saranin kalo beli makanan kucing di online store aja, lebih murah, apalagi kalo free ongkir. Karena beda petshop offline dan online bisa jauh loh. Di online store kamu bisa pilih yang termurah, kalo di offline kamu beli karna ga enak udah nanya2 banyak kok ga beli 😀

Equilibrio ini diklaim bisa ngurangin bau pup dan nambah berat badan kucing. Dan ini terbukti, seenggaknya kan saya campur dengan friskies tuh, nah baunya tuh ga semenyengat waktu makan friskies doang. Dan setelah makan equilibrio ini si Alfa jadi ginuk2 gembul gitu badannya, luuuuvv sekali. Tapi masalah repurchase, nanti2 lagi kali ya, saya masih mau bertualang cari makanan kucing yang paling cocok, yaitu cocok di badan Alfa dan di kantong saya. 😀

4. Maxi

 

 

amigos_amigos-maxi-cat-makanan-kucing-20-kg-_full02

Kemaren2 si Alfa saya vaksin sekaligus dititipin karena keluarga kami keluar kota. Setelahnya ya saya sekalian beli di petshop (ga kapok ya, bukannya sarannya beli online aja? oke buibu, saya sedang ga terlalu sempat untuk berselancar di online shop melototin dan mbandingin makanan mana yang sedang mau saya cobain buat ALfa, daripada kehabisan yaudah yang ada aja dulu, okay? Lagian saya beli repack-an doang kok, sekilo 35k, hehe…)

Si Alfa ini masih masa penyesuaian dengan maxi ini, makannya masih saya campur sama equilibrio yang nyisa itu. Semoga cocok aja lah, harganya bersahabat soalnya. 😀

Sementara itu dulu ya, nantinya yang campurannya alias wetfood insya Allah akan saya tulis juga kalo sempet (dan niat).

Ciao!

Review Makanan Kucing (DF bag. 2)

Review Makanan Kucing (WF)

 

 

Namanya Alfa

Sudah beberapa minggu ini, kami memiliki penghuni baru di rumah. Ia adalah seekor kitten, Persian, jantan, berwarna cream white, berusia 2 bulan yang kami beri nama: Alfa. Kalau tanya sama saya, nama lengkapnya Alfa Romeo (baru googling, ternyata merk mobil, wkwk). Padahal mah pas ngasih nama juga ga tau itu apaan.

Sebetulnya pilihan untuk memelihara hewan ini baru sih, agak impulsif termasuknya. Sebelumnya, saya beberapa kali memelihara hewan, dan itu di masa saya udah kerja. Jaman masih tinggal sama orang tua, ga ada hewan yang benar-benar serius. Seingat saya, saya pernah memelihara ikan mas yang berakhir mati entah gimana nasibnya. Terus kucing kampung yang datang dan pergi sesuka hati. Yang pernah agak lama itu ayam kate, itu pun karena ditinggali sama om yang waktu berkunjung bawa. Pernah dihinggapi burung dara, semalam trus pergi begitu saja. Keinginan masa kecil yang ga tercapai itu piara kelinci, yang baru bisa pas akhirnya saya udah kerja.

Pas udah kerja, saya pernah piara hamster. Ga lama, saya hibahkan ke junior karna saya harus penempatan di Borneo. Di Borneo, saya untuk pertama kalinya pelihara kelinci 2 ekor. Berakhir tragis dua-duanya, semoga Allah mengampuni dan menjauhkan saya dari golongan orang dzolim, aamiiin.

Setelah menikah, saya ga kapok, pelihara kelinci lagi. Ambil 2 ekor lagi, dan akhirnya saya hibahkan mereka ke saudara di kampung saat saya sedang hamil. Dan untuk pertama kalinya, kali ini saya pelihara kucing persia.

Sebetulnya kalo tentang hewan berbulu, saya suka yang warna-warna earth tone, kaya abu2 gitu. Warna2 cantik macam putih bersih atau cream ga terlalu menarik minat saya karena terlalu “cantik”. Hitam atau coklat solid juga biasanya saya skip karna, serem, hehe.. Udahlah yang abu2, campuran hitam atau corak loreng itu yang paling “pas” buat saya, buat karakter hewan peliharaan. Tapi, karena kemaren saya meminta persetujuan DD untuk memelihara kucing, DD saya kasih kewenangan untuk memilih teman mainnya. Dan DD cuma memilih satu, dan maunya beneran sama yang satu itu, ga mau yang lain. Yasudah, saya sih berharap cemas aja semoga kitten itu belum adopted aja dan kami berjodoh.

Ini dia si kitten:

alfa

dan alhamdulillah memang berjodoh dengan kami. 😀

Dengan datangnya Alfa, saya belajar banyak hal baru. Bahwa ternyata memelihara kucing ras itu beda dengan memelihara kucing kampung (domestik). Karakternya juga beda. Sepengalaman saya dengan kucing dome, dia aktif suka main, bisa manja kalo ada maunya, cukup mandiri, dan lumayan berisik. Pas Alfa dateng, dia memang langsung aktif main, enerjik juga, dan ciri khas kitten adalah curiousity nya yang tinggi alias kepo banget 😀 Tapi yang saya baru nemu adalah karakternya manja banget. Manja dan demanding banget. Wew..

Kebetulan kakak saya juga piara kucing ras di rumahnya, jadi saya belajar dari dia juga. Dikasih referensi makanan, peralatan apa aja yg harus dipunya, cara treatment, vaksin, dsb.. hmm kayanya bisa nanti buat postingan baru ya. Trus saya juga belajar dengan ikut gabung di forum pecinta kucing, buat belajar beneran cara pelihara hewan yang bener, biar ga salah-salah lagi.

Btw, sekedar balik ke alasan kenapa akhirnya pilih kucing dan bukan kelinci, adalah, kelinci itu sedikit2 pup dan pee. Kucing enggak, dan alhamdulillahnya, si Alfa ini pas dateng ke rumah udah pinter pipis dan pup nya di pasir. Saya salut sama orang yang telaten ngajarin hewan sampe bisa lulus toilet training. Keinget dulu saya pas DD mau toilet training lumayan juga prosesnya.

Semoga Alfa sehat2 dan senang jadi bagian keluarga kami ya ❤