Survey SD di Jaktim-Jakpus (Bag. 1)

Tolong maafkan judulnya yang clickbait banget.

Pagi ini, sebuah pesan masuk di WA saya.

“Astika.. kamu sudah menuangkan hasil survey SD ke blogmu kah? Temenku ada yang nanya, aku taunya XXX doang..”

Saya bilang enggak, pas survey SD ga sempet foto2 soalnya ga ada niat untuk bikin postingan di blog, wkwkwk. Tapi lalu senior saya ini bilang ga perlu foto2 gapapa, tapi opini saya ttg plus minus sekolah tersebut apa aja. Hmm… baiklah, siapa tau bisa bermanfaat buat buibu yang mau cari referensi sekolah buat anaknya, cuss lah.

Eh.. preambule lagi. Jadi, sejak awal november saya mendapati info tentang pendaftaran SD dan MI seliweran di media sosial saya. Kok bisa? Iya, saya udah cari dan follow akun2 sosmed SD inceran, walau ternyata ada juga yang salah akun. Gimana caranya cari SD inceran? Yang pertama buat saya sih lokasinya. Ini yang saya kunci duluan. Jadi saya cari dengan kata kunci SD Islam terdekat. Ada ketemu nama2nya di peta? Barulah dibuka ulasannya di mesin pencari. Bagi beberapa orang mungkin cara saya sangat ribet dan ah entahlah, saya tidak peduli. You do you. Saya punya prioritas dan pertimbangan sendiri, demikian pula orang lain.

Cara kedua, cari tahu akreditasinya. Karena saya mau memasukkan anak saya sekolah di SD Swasta, akreditasi menjadi penting buat saya. Lagi, ini bisa jadi tidak penting buat orang lain, silakan saja. Jadi saya berselancar di dunia maya, mencari akreditasi dari masing-masing sekolah yang sudah terkunci lokasinya.

Ke mana mencari akreditasi? ke http://bansm.kemdikbud.go.id/akreditasi ya. Masukkan lokasi, jenjang pendidikan, nilai akreditasi apa yang dimau. Bisa keluar daftarnya, mempersempit pilihan.

tampilan situs banpt

Sudah dapat akreditasinya? Sambil menyelam minum air, saya juga mencari review sekolah2 tersebut, di forum2, di blog orang, dari cerita senior, dst, dst. Perjalanan mencari SD ini sudah saya mulai sejak saya mencari TK untuk DD, jadi sejak 2018an lah. Beberapa sudah saya kontak tentang biaya2nya sejak Dd masuk TK A, sekedar untuk mencari bayangan kira2 pas tahun Dd masuk sekolah, saya harus persiapkan berapa. Beberapa sudah saya kunjungi juga secara langsung sejak tahun lalu, supaya PR saya mencari sekolah tidak bertumpuk di tahun pendaftaran persis.

So, here we go.

  1. SD Islam Al Mubarok (Rawasari, Jakarta Pusat)

SD Al Mubarok menjadi SD pertama yang kami kunjungi, sekitar tahun lalu. Karena lokasinya di peta terbilang dekat rumah, dan secara harga, dia termasuk lebih terjangkau. Situsnya bisa dilihat di https://sditalmubarak.sch.id/

Pas saya kunjungi, mereka sedang mempersiapkan penilaian akreditasi (masih B) tetapi di tahun ini sudah A.

oh, biar gampang pakai format aja kali ya hasil surveynya.

Pros:

Cons:

  • jalan masuknya sempit, ga masuk mobil tp cuma gang. Kebayang kalo antar jemput anak bakal desek2an dengan arus pelajar yang banyak, meskipun cuma pakai motor.
  • ada info kalau ga dari TKnya, bakal susah masuk.

Tentang SDIT Al Mubarak ini ga saya lanjutin cari tahu lagi di tahun ini, karena agak ga sreg dengan akses ke sekolahnya. Tapi ya ini sekedar info aja sih, buat tambahan referensi.

2. SD KIS (Kaffah Islamic School, Senen, Jakpus)

Saya juga cek lokasi SD ini tahun 2019an mungkin. Ini sekolah baru, padahal. Tapi saya minat aja lihatnya. Too bad, kayanya penerimaan untuk tahun ini sudah berakhir tgl 27 November kemarin. Tapi coba dikontak aja sih, siapa tahu ada kuota tambahan.

Pros:

  • bangunan dan fasilitas terlihat OK
  • kurikulum dan visi misi OK
  • biaya terjangkau (di tahun 2019 SPP sekitar 500k, uang pangkal <10jt an)
  • ekskul OK (ada panahan juga)

Cons:

  • belum akreditasi karena belum ada lulusan. Hiks, ini sedih sekali. Tapi kalau anda percaya pada kualitas pengajar dan sarprasnya ya silakan, karena memang untuk sekolah baru, kendala mendapat akreditasi adalah dibutuhkannya lulusan. Tahun kemarin sudah sampai angkatan ke-4 kalau tidak salah, jadi misal diurus, tahun depan sudah bisa dapat akreditasi.
  • akses ke sekolah agak susah. Meskipun diklaim dekat dari jalan Pramuka, jujur saya dan suami sampai berkali2 nyasar, pas nyari sendiri. Setelah kontak via wa dengan admin sekolahnya, dikasih ancer2 masuk dari gang murtadho, baru deh ketemu. Itupun nanya sama warga sekitar, dan mereka ga tau kalau nyebut Kaffah Islamic School, taunya “KIS” udah.

Di tahun ini juga saya ga mencari tahu tentang sekolah ini, karena ya tentang akreditasi dan akses ini.

3. SD Perguruan Cikini/ SD Percik (Menteng, Jakarta Pusat)

SD legendaris ini ya, konon banyak musisi dan selebritis bersekolah di sini dulunya. Bukan SD Islam, tapi terus terang saya tergiur dengan ekskulnya, huhuhu.. Informasi saya dapat sebatas dari lewat sekolahnya saja pas pulang kantor, lihat gedungnya dari luar, dan lihat2 situsnya. Dulu sih ada info biayanya juga di situsnya.

Situsnya: http://percik-school.com/, https://www.facebook.com/sd.percik, https://www.instagram.com/sdpercikjakarta/

Pros:

  • ekskul OK banget
  • biaya relatif terjangkau (uang pangkal <15jt, uang kegiatan tahunan <5jt, spp <1,5jt)
  • fasilitas OK (ruangan, lab, kantin, antar jemput, lihat di situsnya aja sih ini, wkwk)

Cons:

  • kurikulum nasional, bukan religius. Ini preferensi saya, misal buibu ada yang milih kurikulum nasional maka ini jadi pro, bukan con.
  • ga searah kantor untuk antar jemput.

kalau dilihat, kontranya personal sekali sifatnya ya. Ini jadi semakin meyakinkan bahwa preferensi, prioritas, dan pertimbangan orang bisa sangat beda, dan itu tidak apa2.

4. SD Muhammadiyah 1/ SD Mutu Jakarta (Kemayoran, Jakarta Pusat)

Ini SD saya baru tahu November kemaren, huhu. Pas udah mulai desperate, eh nemu info SD ini.

situs: https://www.instagram.com/sdmutujakarta/,

https://www.facebook.com/SD-Muhammadiyah-1-Jakarta-1528429060796478/, https://www.youtube.com/c/sdmuhammadiyah1jakarta

Pros:

  • akreditasi A
  • biaya terjangkau (uang pangkal 8jt, spp 600an, uang tahunan 2jtan)
  • fasilitas lumayan (antar jemput, katering)

Cons:

  • lokasi dan akses. Dia di dekat rel dan stasiun kemayoran, lingkungan dan lalu lintas padat, musti puter balik agak jauh, dan memang jauh dari rumah (7++ km, kasian Dd capek di jalan)
  • sarpras. Kalau kelas dan kursi meja sih di instagramnya keliatan modern, tapi untuk bangunan dan halaman agak “berumur”. Yah ini masih bisa direnov sih, kapan2.
  • ekskul. Ekskul yang ditawarkan cenderung serius dan kurang unsur “fun” nya buat saya.

5. MI Istiqlal Jakarta

Situs: https://www.web.mij.sch.id/, https://www.youtube.com/channel/UCtqBe-ZogLpr7LobVwTCwMA

Setiap hari berangkat kerja ngelewatin ini, ya gimana ga kepengen Dd sekolah di sini? Meskipun keinginan terpendam itu ya dipendem aja sih, ga berani soalnya denger2 uang sekolahnya mihil sikili, huhuhu menangis. Tapi, karna lihat postingan di instagram the urban mama https://www.instagram.com/the_urbanmama/ (cek di highlite Jakpus) di situ ada info biaya uang pangkal yang rasa2nya masih bisa diusahakan, kami jadi coba deh daftar.

Jadi udah daftar PPDBnya (bisa dicek di situsnya), ikut grup WAnya, sempat ikut openhousenya walau ga sampe selesai, tinggal tunggu seleksinya nanti tanggal 21 Desember.

Pros:

  • MI Istiqlal. Masjid terbesar se-Asia Tenggara. hhh udahlah apalagi yang kau ragukan
  • searah dengan kantor, mudah antar jemput

Cons:

  • klasik. Biaya. Bisa sih, diusahakan, tapi sejauh info yg saya terima, masih ada komponen biaya yang saya belum tau besarannya (uang komite madrasah), dan itu agak bikin kuatir kira2 sebesar apa dan sebisa apa kami menambahkan komponen itu ke anggaran tahunan kami.
  • meskipun searah, sebenernya ya lumayan jauh buat Dd. 7,6 km, tapi ya bisa diusahakan lagi nanti.

Jadi meskipun ada kontranya, masih bisa kami kompromikan sih. Makanya berani coba daftar. Sebetulnya Dd juga udah daftar di SD Islam lain sih, udah tes masuk, udah dinyatakan diterima malah di minggu ini. Tinggal daftar ulang, hehe. Tapi masih ada penasaran ke MI istiqlal ini, tapi ya entahlah. Maafkan kalau tidak membantu dan malah nambahin galau, wkwkwk.

Setelah dilihat lagi, meskipun judulnya Jaktim-Jakpus tapi sepertinya bagian 1 ini saya khususkan untuk yang Jakpus dulu ya. Untuk Jaktimnya (sekitaran matraman-rawamangun-pulomas) menyusul di postingan berikutnya.

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s