Membaca dengan Let’s Read

Hola!

Memasuki usia 6 tahun, saya mulai lebih peduli dengan mengembangkan kemampuan Dd di bidang bahasa. Kenapa? Karena dia sudah bisa membaca sendiri dalam bahasa Indonesia. Udah punya pondasi yang kuat untuk memperkenalkan bahasa lain, menurut saya. Kenapa ga dua bahasa dari kecil? Padahal banyak anak lain juga udah bisa casciscus lancar dalam bahasa Inggris, bahkan teman sekolah dan kursus Dd pun. Hmm, kenapa ya? Mungkin karena saya cukup santai dan percaya bahwa Dd ga akan mengalami kesulitan berarti, karena bahasa adalah masalah pembiasaan. Jadi ya sudah, sayanya ga ngoyo banget juga.

Kalau selama ini saya cari buku2 cerita dalam bahasa Indonesia, saya mulai cari buku cerita dalam bahasa Inggris. Cuma, ya, kendalanya cuma cari di online shop, ga yakin kalo ga megang fisiknya. Sementara mau ke Gramed*** juga mikir2 karena kan sebisa mungkin #dirumahsaja. Akhirnya malah cuma beli buku latihan dan aktivitas aja, belum kesampean buku ceritanya.

Sampai akhirnya saya nemu postingan tentang Let’s Read ini di IG https://www.instagram.com/letsread.indonesia/

Let’s Read

Karena udah lama ga beli buku cerita, ya pikir saya cobalah buat download dan memperkaya bahan bacaan Dd aja. Gratis pula, kan. Paling kuota internet doang, bukan harga ide cerita, ilustrasi, dllnya. Mikirnya masih bahasa Indonesia aja. Tapi pas liat tutorialnya di youtube, eh, ada berbagai bahasa juga? Hmmm.. cinta banget ga sih…

Setelah instal, saya cobain ke Dd. Terakhir kali, bacaan Dd sebelum tidur variasinya masih di Lima Sekawan Enid Blyton sama cerita nabi, yang serial Cican dan hewan2 udah jarang dibaca sama Dd. Jadi, secara “bobot”, sebenernya emang agak terlalu berat ya buat anak 6 tahun. Nah, begitu baca cerita2 di Let’s Read ini, tiba2 kerasa banget refreshingnya cerita anak2 yang beneran anak2.

Ceritanya sederhana. Sederhana bangeeet, tapi kaya akan kosa kata. Emosinya juga kerasa banget nuansa anak2 yang polos dan ceria. Dd saya bacain jadi sering banget ketawa2 lepas, hanya karena hal kecil seperti gambar ibu naik tangga buat marahin helikopter karna berisik takut bayinya bangun. Dia juga teliti sekali pada hal kecil, seperti tadinya ada 3 anak tikus pergi ke karnaval, tau2 tinggal 2 yang kecil ilang. Ceritanya banyak yang membangun dan akhirnya menegaskan “we are happy“. Dan akhirnya memang sangat menghangatkan hati banget lho, baca cerita anak2 begini.

Saya yang bacain aja jadi kerasa lelah dan kencengnya ilang, apalagi dapat bonus Dd ketawa2 dan nempel sama saya karna pengen liat gambarnya. Beneran udah ga loncat2 lagi dia dibacain cerita. Secara kuantitas juga, bacain cerita sederhana gini cepet selesainya. 1 bab bacain Lima Sekawan bisa buat baca 5 cerita di sini. Dd juga ga mau berhenti2 dibacainnya. Akhirnya, syarat dari saya, dia harus baca sendiri. Jadi sambil dia latian mengeja bahasa Inggrisnya, saya sambil koreksi pelafalannya dan mendorong dia untuk menebak arti katanya terus menyesuaikan dalam kalimat. Kalau saya ga ngerti juga arti katanya, ya kita sama2 buka kamus untuk cari tau apa artinya.

Reading to you kid make the connection stronger, indeed.

Udah nemplok gini, berat tapi seneng, alhamdulillah

Selamat membaca!

Survey SD di Jaktim-Jakpus (Bag. 1)

Tolong maafkan judulnya yang clickbait banget.

Pagi ini, sebuah pesan masuk di WA saya.

“Astika.. kamu sudah menuangkan hasil survey SD ke blogmu kah? Temenku ada yang nanya, aku taunya XXX doang..”

Saya bilang enggak, pas survey SD ga sempet foto2 soalnya ga ada niat untuk bikin postingan di blog, wkwkwk. Tapi lalu senior saya ini bilang ga perlu foto2 gapapa, tapi opini saya ttg plus minus sekolah tersebut apa aja. Hmm… baiklah, siapa tau bisa bermanfaat buat buibu yang mau cari referensi sekolah buat anaknya, cuss lah.

Eh.. preambule lagi. Jadi, sejak awal november saya mendapati info tentang pendaftaran SD dan MI seliweran di media sosial saya. Kok bisa? Iya, saya udah cari dan follow akun2 sosmed SD inceran, walau ternyata ada juga yang salah akun. Gimana caranya cari SD inceran? Yang pertama buat saya sih lokasinya. Ini yang saya kunci duluan. Jadi saya cari dengan kata kunci SD Islam terdekat. Ada ketemu nama2nya di peta? Barulah dibuka ulasannya di mesin pencari. Bagi beberapa orang mungkin cara saya sangat ribet dan ah entahlah, saya tidak peduli. You do you. Saya punya prioritas dan pertimbangan sendiri, demikian pula orang lain.

Cara kedua, cari tahu akreditasinya. Karena saya mau memasukkan anak saya sekolah di SD Swasta, akreditasi menjadi penting buat saya. Lagi, ini bisa jadi tidak penting buat orang lain, silakan saja. Jadi saya berselancar di dunia maya, mencari akreditasi dari masing-masing sekolah yang sudah terkunci lokasinya.

Ke mana mencari akreditasi? ke http://bansm.kemdikbud.go.id/akreditasi ya. Masukkan lokasi, jenjang pendidikan, nilai akreditasi apa yang dimau. Bisa keluar daftarnya, mempersempit pilihan.

tampilan situs banpt

Sudah dapat akreditasinya? Sambil menyelam minum air, saya juga mencari review sekolah2 tersebut, di forum2, di blog orang, dari cerita senior, dst, dst. Perjalanan mencari SD ini sudah saya mulai sejak saya mencari TK untuk DD, jadi sejak 2018an lah. Beberapa sudah saya kontak tentang biaya2nya sejak Dd masuk TK A, sekedar untuk mencari bayangan kira2 pas tahun Dd masuk sekolah, saya harus persiapkan berapa. Beberapa sudah saya kunjungi juga secara langsung sejak tahun lalu, supaya PR saya mencari sekolah tidak bertumpuk di tahun pendaftaran persis.

So, here we go.

  1. SD Islam Al Mubarok (Rawasari, Jakarta Pusat)

SD Al Mubarok menjadi SD pertama yang kami kunjungi, sekitar tahun lalu. Karena lokasinya di peta terbilang dekat rumah, dan secara harga, dia termasuk lebih terjangkau. Situsnya bisa dilihat di https://sditalmubarak.sch.id/

Pas saya kunjungi, mereka sedang mempersiapkan penilaian akreditasi (masih B) tetapi di tahun ini sudah A.

oh, biar gampang pakai format aja kali ya hasil surveynya.

Pros:

Cons:

  • jalan masuknya sempit, ga masuk mobil tp cuma gang. Kebayang kalo antar jemput anak bakal desek2an dengan arus pelajar yang banyak, meskipun cuma pakai motor.
  • ada info kalau ga dari TKnya, bakal susah masuk.

Tentang SDIT Al Mubarak ini ga saya lanjutin cari tahu lagi di tahun ini, karena agak ga sreg dengan akses ke sekolahnya. Tapi ya ini sekedar info aja sih, buat tambahan referensi.

2. SD KIS (Kaffah Islamic School, Senen, Jakpus)

Saya juga cek lokasi SD ini tahun 2019an mungkin. Ini sekolah baru, padahal. Tapi saya minat aja lihatnya. Too bad, kayanya penerimaan untuk tahun ini sudah berakhir tgl 27 November kemarin. Tapi coba dikontak aja sih, siapa tahu ada kuota tambahan.

Pros:

  • bangunan dan fasilitas terlihat OK
  • kurikulum dan visi misi OK
  • biaya terjangkau (di tahun 2019 SPP sekitar 500k, uang pangkal <10jt an)
  • ekskul OK (ada panahan juga)

Cons:

  • belum akreditasi karena belum ada lulusan. Hiks, ini sedih sekali. Tapi kalau anda percaya pada kualitas pengajar dan sarprasnya ya silakan, karena memang untuk sekolah baru, kendala mendapat akreditasi adalah dibutuhkannya lulusan. Tahun kemarin sudah sampai angkatan ke-4 kalau tidak salah, jadi misal diurus, tahun depan sudah bisa dapat akreditasi.
  • akses ke sekolah agak susah. Meskipun diklaim dekat dari jalan Pramuka, jujur saya dan suami sampai berkali2 nyasar, pas nyari sendiri. Setelah kontak via wa dengan admin sekolahnya, dikasih ancer2 masuk dari gang murtadho, baru deh ketemu. Itupun nanya sama warga sekitar, dan mereka ga tau kalau nyebut Kaffah Islamic School, taunya “KIS” udah.

Di tahun ini juga saya ga mencari tahu tentang sekolah ini, karena ya tentang akreditasi dan akses ini.

3. SD Perguruan Cikini/ SD Percik (Menteng, Jakarta Pusat)

SD legendaris ini ya, konon banyak musisi dan selebritis bersekolah di sini dulunya. Bukan SD Islam, tapi terus terang saya tergiur dengan ekskulnya, huhuhu.. Informasi saya dapat sebatas dari lewat sekolahnya saja pas pulang kantor, lihat gedungnya dari luar, dan lihat2 situsnya. Dulu sih ada info biayanya juga di situsnya.

Situsnya: http://percik-school.com/, https://www.facebook.com/sd.percik, https://www.instagram.com/sdpercikjakarta/

Pros:

  • ekskul OK banget
  • biaya relatif terjangkau (uang pangkal <15jt, uang kegiatan tahunan <5jt, spp <1,5jt)
  • fasilitas OK (ruangan, lab, kantin, antar jemput, lihat di situsnya aja sih ini, wkwk)

Cons:

  • kurikulum nasional, bukan religius. Ini preferensi saya, misal buibu ada yang milih kurikulum nasional maka ini jadi pro, bukan con.
  • ga searah kantor untuk antar jemput.

kalau dilihat, kontranya personal sekali sifatnya ya. Ini jadi semakin meyakinkan bahwa preferensi, prioritas, dan pertimbangan orang bisa sangat beda, dan itu tidak apa2.

4. SD Muhammadiyah 1/ SD Mutu Jakarta (Kemayoran, Jakarta Pusat)

Ini SD saya baru tahu November kemaren, huhu. Pas udah mulai desperate, eh nemu info SD ini.

situs: https://www.instagram.com/sdmutujakarta/,

https://www.facebook.com/SD-Muhammadiyah-1-Jakarta-1528429060796478/, https://www.youtube.com/c/sdmuhammadiyah1jakarta

Pros:

  • akreditasi A
  • biaya terjangkau (uang pangkal 8jt, spp 600an, uang tahunan 2jtan)
  • fasilitas lumayan (antar jemput, katering)

Cons:

  • lokasi dan akses. Dia di dekat rel dan stasiun kemayoran, lingkungan dan lalu lintas padat, musti puter balik agak jauh, dan memang jauh dari rumah (7++ km, kasian Dd capek di jalan)
  • sarpras. Kalau kelas dan kursi meja sih di instagramnya keliatan modern, tapi untuk bangunan dan halaman agak “berumur”. Yah ini masih bisa direnov sih, kapan2.
  • ekskul. Ekskul yang ditawarkan cenderung serius dan kurang unsur “fun” nya buat saya.

5. MI Istiqlal Jakarta

Situs: https://www.web.mij.sch.id/, https://www.youtube.com/channel/UCtqBe-ZogLpr7LobVwTCwMA

Setiap hari berangkat kerja ngelewatin ini, ya gimana ga kepengen Dd sekolah di sini? Meskipun keinginan terpendam itu ya dipendem aja sih, ga berani soalnya denger2 uang sekolahnya mihil sikili, huhuhu menangis. Tapi, karna lihat postingan di instagram the urban mama https://www.instagram.com/the_urbanmama/ (cek di highlite Jakpus) di situ ada info biaya uang pangkal yang rasa2nya masih bisa diusahakan, kami jadi coba deh daftar.

Jadi udah daftar PPDBnya (bisa dicek di situsnya), ikut grup WAnya, sempat ikut openhousenya walau ga sampe selesai, tinggal tunggu seleksinya nanti tanggal 21 Desember.

Pros:

  • MI Istiqlal. Masjid terbesar se-Asia Tenggara. hhh udahlah apalagi yang kau ragukan
  • searah dengan kantor, mudah antar jemput

Cons:

  • klasik. Biaya. Bisa sih, diusahakan, tapi sejauh info yg saya terima, masih ada komponen biaya yang saya belum tau besarannya (uang komite madrasah), dan itu agak bikin kuatir kira2 sebesar apa dan sebisa apa kami menambahkan komponen itu ke anggaran tahunan kami.
  • meskipun searah, sebenernya ya lumayan jauh buat Dd. 7,6 km, tapi ya bisa diusahakan lagi nanti.

Jadi meskipun ada kontranya, masih bisa kami kompromikan sih. Makanya berani coba daftar. Sebetulnya Dd juga udah daftar di SD Islam lain sih, udah tes masuk, udah dinyatakan diterima malah di minggu ini. Tinggal daftar ulang, hehe. Tapi masih ada penasaran ke MI istiqlal ini, tapi ya entahlah. Maafkan kalau tidak membantu dan malah nambahin galau, wkwkwk.

Setelah dilihat lagi, meskipun judulnya Jaktim-Jakpus tapi sepertinya bagian 1 ini saya khususkan untuk yang Jakpus dulu ya. Untuk Jaktimnya (sekitaran matraman-rawamangun-pulomas) menyusul di postingan berikutnya.

Semoga bermanfaat!

Tentang Memilih Homeschooling (2)

Halo!

Pas liat kalender udah 31 aja dan ternyata saya ga ada nulis apapun di blog ini selama Agustus. Padahal mah udah pernah nulis sampe 900++ kata tapi pas mau dipost ilang trus ga mood lagi, yaudah deh.

Jadi, udah sebulan lebih nih ceritanya si Dd menjalani HS, gimana kesan2nya? Sesuai janji saya di postingan Tentang Memilih Homeschooling (1) saya mau nulis kan gimana2nya setelah menjalani.

Cerita aja deh ya.

Jadi, secara umum ya ga jauh beda sama SFH kemaren setelah pandemi. Sekolah memberi tugas, orangtua membimbing, anak yang menjalankan. Kegiatan belajar di rumah murni ga ada di sekolah sama sekali. Pertemuan online dengan aplikasi. Perbedaan yang menonjol ya karakteristik masing2 lembaga pendidikan itu beda. Udah, itu aja. Karena perbedaan karakteristik lembaganya, maka beda arah dan kurikulumnya, sesuai visi misi masing2. Teknis, sama aja. Detail, beda tergantung teknisnya.

Slide1

Slide2

Slide3

Slide4

Muahahaha, maapin kalo tabelnya acak adut ya. Saya coba semampu dan sesempet saya biar semua poin bisa masuk di satu postingan.

Jadi, tuntas ya janji saya buat bikin postingan tentang HS ini? Kalo mau tanya2 boleh japri saya, ada kontak lewat email.

Yah, sekarang tentang TK selama pandemi udah ada solusi, trus nanti gimana pas SD? mau lanjut di PKBM ini atau memberanikan diri daftar ke sekolah biasa?

Belum tau. Biar Allah yang tunjukkan.

Salam,

Ast ❤

My First Cooking Class

Apakah kamu mempunyai mimpi?

***bayangkan lagi prospek ala MLM***

Saya sih, hmmm, yaudahlah gausah dibahas. Intinya, saya sedang berusaha menetralkan segala energi yang sifatnya survival things menjadi energi yang memboosting semangat. Hey, terus2an bertahan itu capek, kan. Dan dalam rangka menjaga otak tetap waras dan terjaga, saya berusaha mengalihkan dari hal2 yang sifatnya kerjaan karena kewajiban dengan hal2 yang sifatnya hobi dan menyenangkan.

Sekitar 2 tahun lalu, saya sedang senang2nya belajar bahasa asing secara main-main lewat aplikasi yang namanya Duolingo. Lumayanlah, belajar bahasa Perancis, Spanyol, Belanda, Jerman, Korea, Italia, Turki, secara gratis, online, dan memang sifatnya main2. Kalo mau serius mungkin bisa kursus. Bisa dibaca di postingan Belajar Bahasa dengan Duolingo

Nah terus, tahun lalu karna load kerjaan yang ga bersahabat dan manajemen cuti yang belum mumpuni, saya yang tadinya pengen liburan dan jalan2 malah berakhir sakit dan tepar selama cuti. Ga asik, huh? Yah, makanya hak badan buat sehat diperhatiin ya.

Tahun ini, saya bertekad belajar keterampilan baru. Karena DD sudah umur 5 tahun, mulai tahun ini juga dia saya daftarin sekolah musik di Yamaha Music School. Udah sekitar 4 bulan masuk, lumayan udah bisa main tangan kanan doremifasol dan mulai belajar tangan kiri buat accordnya. Saya seneng karena sebagai pendamping sekaligus belajar juga. Mungkin saya bakal cerita tentang kursus musik ini di postingan entah kapan *gajanji

Nah, karena kemaren2 udah buang sampah tentang toksik2, maka saya juga mau menetralkan hidup kan. Makanya diniatin deh mau ikut kursus masak. Awalnya bingung mau masak apaan ya, karena sebenernya semua itu bisa dipelajari dari googling dan coba2 sendiri. Yang udah pernah saya coba2 misalnya: kue basah barat (blu, brownis) dan tradisional (apem, donat, dll, yang ga saya ingat), kue kering klasik kaya nastar, kaastangel, dsb sih udah dari kecil ya, dari kelas 6 SD udah bikin. Masakan rumahan juga kalo buat konsumsi sendiri udahlah ngapain kursus. Pempek udah pernah coba buat sendiri dan ya lumayanlah buat konsumsi sendiri.

Terus apa dong? Ini mau cerita kursus apa pamer? Ya bragging lah, wkwk, ala humble gitu ahahah.

Ssst, yuk serius lagi yuk.

Ehm, jadi yang saya agak penasaran adalah bikin bakso sebenernya. Saya sih ga pernah nyobain sendiri ya. Dulu pas masih kecil, pernah liat ibu coba bikin bakso dan gagal. Jadi saya juga males buat nyoba karna udah liat pengalaman ortu sendiri. Pengalaman adalah guru terbaik, sayangnya bukannya jadi motivasi buat cari tau malah jadi motivasi buat yaudahlah ngapain coba2. Ga ada waktu, sis.

Tapi, ya namanya kalo mau cari alasan apapun ada. Saya ada target sendiri, ikut kursus 3 jenis masakan (yang 2 masih disimpen dulu) salah satunya bakso/ bakwan malang. Pas liat jadwal kursus masak di NCC, ada slot di hari minggu. Yaudahlah, kontak duluan. Belum langsung bayar juga takut tiba2 mager atau ada halangan jadi ga bisa dateng.

Pada saatnya, akhirnya bisa dateng juga. Berbekal dianter abang gojek yang kebetulan dapat tetangga sendiri, biaya ojek 10rb dipotong diskon jadi cuma bayar 5 ribu, waktu tempuh 10 menitan sudah pake nyasar, sampai juga di tempat kursus NCC. Bayar cash udah gabisa transfer2an lagi, alhamdulillah pas bawa uang pas. Deket dan cepet ya, sis. Peserta lain ada yang jauh2 musti naik kereta.

ncc-housencc tampak depan

Intinya, saya beneran ikut kursus masak, setelah 31 tahun lebih hidup di dunia, wkwkwkk… Kesannya gimana, sis? Ya, ada banyak ilmu tambahan yang saya dapat sih, dari proses masak bu Fatmah yang keren dan cantik itu. Tapi yang lebih salut sama how she earns money sih, wkwkwk… Siang itu, saya kursus dengan biaya 400k, dan ada sekitar 20an peserta. Ehm, sehari loh itu. Dan sebulan itu jadwal kursus ada setiap hari. Bisa dibayangkan penghasilan bulanan kotornya? Takjub ga sih, untuk ukuran usaha rumahan, karena betulan dilakukan di rumah, dengan waktu kursus 3-4 jam dalam sehari. Perempuan, kerja di rumah, ga perlu keluar 8-10 jam sehari, tapi murid2 (dan uang) yang berdatangan sendiri. Salut sih.

ibu fatmah

Bener banget bahwa kalau kamu mengejar ilmu, maka dunia bakal mengikuti. Yah ga menafikan pasti ada banyak usaha beliau sampai di sini, dan pastinya juga berkah dan ukuran rejeki beliau yang sudah ditetapkan Tuhan. Rejeki ga bakal ketuker kan ya 😀

Yah, gitu deh. Jangan lanjut minta hasil kursusnya yak, saya nyari waktu buat latihan aja entahlah. Dan nyari alat buat giling dagingnya buat adonan baksonya juga. Yang penting udah punya ilmunya, udah pernah pengalaman njendol2in adonan bakso, nglipet2 kulit pangsit, dan masukin adonan siomay dan tabu2 wortel serut. Wkwkwk recehan aku mah kalo target tuh.

Foto2nya silakan diliat di bawah yaaa…

proses
lagi bikin, poto dulu dong bu

tahu bakso
tahu bakso

siomay pangsit
pangsit dan siomay

praktik buat bakso
bikin bakso

bakso jadi
bakwan malang udah jadi

ncc kursus
poto barang bu Fatmah

Selamat belajar hal baru setiap hari.

Love, Ast ❤

 

 

Review Makanan Kucing (WF)

Hola!

Meneruskan postingan Review Makanan Kucing (DF)

dan Review Makanan Kucing (DF bag. 2)

kali ini saya mau menuliskan untuk wetfoodnya. Kenapa harus wetfood? Perlu ga sih kucing diberi wetfood atau cukup dryfood aja?

Jadi kalau dari baca2 di forum pecinta kucing, baik dry food maupun wetfood itu ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sekilas aja, kelebihan dry food sebagai makanan utama kucing misalnya lebih praktis, lebih ekonomis, awet, tahan lama. Sedangkan kelemahannya yaitu bisa bikin kucing kena penyakit FUS (kencing darah), ga baik buat ginjal, efeknya ya macam manusia dikasih makan mi instan terus.

Sedangkan wetfood sebagai makanan utama, kelebihannya adalah secara tekstur dia ga akan bikin kucing sakit ginjal, aromanya juga lebih kuat dan menarik untuk kucing jadi doyan makan. Kelemahannya? Karena dia basah, bisa bikin gigi kucing rusak karena residu asamnya. Dan juga dia ga tahan lama dibanding dryfood karena bisa basi. Terus, mahal!

Makanya paling aman sebenernya dikombinasikan sih, pemberian wetfood dengan dry foodnya. Alfa pas masih kecil sering makan kombinasi wetfood-dryfood ini, setelah umur 6 bulan dia udah ga doyan kombinasi ini dan udah full doyan dryfood. Saya kasih wetfood sebagai selingan aja kalau misal dia lagi bosan makan dryfoodnya.

Sekarang ada kucing baru, namanya Luna. Dan karna dia masih kitten umur 4 bulan, dia masih doyan makan wetfood. Si Alfa yang masih cemburuan sama kedatangan kitten di rumah jadi semangat makan campuran wetfood lagi dong dia.

Nah, wetfood apa aja sih yang pernah saya cobain? Cekidot!

  1. whiskas junior

Saya beli ini yang sachetan. Bisa untuk seminggu sih, tiap makan kasih sesendok whiskas ini dicampur 2-3 sendok dryfood. Kalau sehari 2 kali makan yang dijatah begini, sehari cuma menghabiskan 2 sendok kan (asal sepanjang hari pastikan mangkok dryfoodnya ga kosong, jadi kalau lapar jadikan dryfood sebagai camilan dan yang campuran sebagai makanan berat). Harga di online store mulai 4ribuan, sedangkan di offline (di Alfamart ada) itu bisa 7700an. Jauh ya bedanya beb, jadi mending beli di online store aja.

Alfa doyan yang rasa tuna, yang rasa ikan kembung dia ga mau sama sekali. Dasar kucing sombong. Efek ke pup juga ga masalah sih. Ga bikin diare atau gimana2.

2. Snappy Tom Kitten

Ini kemasan kaleng dan beratnya 150gr, jadi 2 kalinya whiskas sachet ya. harganya waktu itu 11,5rb an. Alfa sempat beberapa kali makan ini, karena saya belinya agak banyakan aja, begitu habis udah ga repurchase karena saya milih balik ke whiskas. Emang kenapa? Ada masalah? Hmm..sempat sih tiap ganti kaleng baru tuh Alfa agak diare dan nafsu makannya ga sebagus pas sama whiskas.

3. Fancy Feast Kitten

 

Ini wetfood dari yang mengeluarkan merk Proplan dan Equilibrio katanya, jadi ya agak premium lah ya kualitasnya. Tektur dan aromanya memang beda sih, dari semacam whiskas atau snappy tom gitu. Warnanya putih, aromanya harum kaya ada manis2nya, tekturnya lebih kering dan padat. Kalau yang lain semacam daging ikan + jelly, ini tuh kaya daging padat gimana gitu, beda aja. Harganya 11rb++ untuk isi 85gr an jadi emang agak mahal ya. Alfa gimana? Ga doyan, saudara2… Baguslah jadi ga perlu beliin makanan mahal buat dia. Emang pengertian ini kucing satu.

4. Yummy

Saya belikan yang sarden. Alfa doyan, saya juga seneng sih liatnya, ikannya gede2 gitu potongannya, baunya juga harum. Harganya 13,5rb untuk 400gr. Lumayanlah ya.. Cuma untuk 1 ekor kucing yang makannya ga terlalu banyak, dia jadi rawan cepet basi karna ga habis2 dalam seminggu. Idealnya sih buat saya, makanan kucing basah itu umurnya seminggu aja setelah dibuka dan disimpan di kulkas. Kalau kelamaan bisa berubah rasa, aroma, warna, dan ngaruh ke kesehatan kucing juga. Gamau kan kucing diare terus karna kitanya terlalu mau hemat. Ini bagus sih, rekomended! Tapi saya masih coba cari yang lain yang cocok juga buat Alfa, yang lebih murah, dan kalau bisa di tokonya ada makanan kering yang biasa Alfa makan biar sekalian.

5. Profelin

Saya cobain semua variannya. Alfa paling semangat makan yang kaleng biru (tuna) sama hijau (tuna sarden). Harganya lebih miring dibanding Yummy, pernah ada yang jual 11,5rb per 400gr. Dia ga terlalu masalah juga di pencernaan Alfa. Rekomended juga. Sekarang harganya udah naik 12,5rb kayanya.

6. Kucinta

Saya cobain 3 rasa: tuna, sarden, sama pilchard. Alfa dan Luna sama2 doyan yang tuna, dan ga terlalu doyan pilchard. Sarden ya so-so lah. Kalau beruntung bisa dapat toko yang jual dengan harga 13,5rb an. Sekarang harga wetfood udah pada naik ke 15rb an sih standarnya. Buat saya sih sebenarnya masih bagusan Yummy, soalnya Kucinta ini banyakan jelly nya dibanding daging ikannya. Secara aroma juga masih enakan Yummy.

Nah, kayanya cukup lah ya review makanan basahnya. Saya masih cari di kisaran budget maksimal 15rb an untuk kemasan 400gr. Lebih dari itu masih pikir2 sih. Soalnya dalam sebulan bisa habis 2-4 kaleng untuk 2 ekor kucing (1 dewasa 1 kitten), ditambah budget dry food untuk sebulan yang bisa 2-3 kg ya lumayan juga jadinya.

Dalam situasi tertentu juga jangan lupa vitamin (Nutriplus Gel, 100an per tube, bisa untuk 6 bulanan), kuning telur rebus (kalau habis sakit atau untuk daya tahan tubuh), tempe rebus (pas diare), kapsul minyak ikan (150-200 rupiah per butir, beli secukupnya aja, pemberian bisa gantian sama nutriplus gel).

Semoga bermanfaat, sampai jumpa di ulasan lain tentang kucing!

Ast ❤

Review Makanan Kucing (DF bag. 2)

Halo.

lanjutan dari postingan Review Makanan Kucing (DF) ,

sekarang saya mau share review makanan kucing masih edisi dry food ya. Sekarang Alfa sudah mau setahun, sudah di rumah sekitar 10 bulan. Pernah beberapa bulan hanya saya kasih makanan utama equilibrio, dicampur universal atau maxi yang gradenya di bawahnya, juga dicampur wetfood. Tentang wetfood insya Allah nanti saya tulis reviewnya kalo sempet.  Tapi sejak sekitar umur 6 bulan, Alfa sudah ga terlalu tertarik campuran itu. Lebih sering makan dry food aja, dan wetfood kadang2 misal seminggu 2-3 kali. Makanan tambahan pun saya kasih, misal vitamin Nutriplus gel, kuning telur rebus, madu, kalau dia sakit dan butuh nutrisi tambahan, trus tempe rebus campur wetfood kalau dia diare. Beneran manjur loh tempe rebus buat kucing diare itu.

Sekarang Alfa penampakannya seperti ini:

alfa big
apa lo liat2?

Ada masa dia lebih gendut dari ini, dan karena itu saya memutuskan untuk ganti makanannya. Oke, langsung mulai aja ya. Lanjut dari postingan yang dulu jadi nomornya ga mulai dari 1 ya.

5. Felibite

Ini saya jadikan pencampur Equilibrio. Bentuknya ikan kecil, renyah dan pipih. Tapi secara aroma sepertinya tidak terlalu kuat dan seringnya Alfa tidak mau makan ini tanpa campuran. Lebih pas dibuat campuran wetfood sih. Harganya 12.500 per 500gr, di toko online. Per kilo 25ribu lah ya.. Secara kelas ya mungkin samaan lah dengan universal atau bolt. Repurchase? kayanya enggak lagi deh, soalnya Alfa juga ga doyan. Tapi secara efek sih ga terlalu keliatan ya, pupnya ga masalah, ga bau banget, ga diare juga.

663

6. Universal

Sempet saya kasih sebagai campuran juga dengan Equilibrio. Tetapi setelah baca2 di forum katanya banyak bikin FUS (Feline Syndrom Urologi) alias kencing darah. Jadi ga saya kasih lagi deh. Alfa padahal lumayan mau sih, dibanding Felibite ya. Harga 14ribu per 500gr alias 28rb per kilo.

0086e3943a32aa0ca0588118b38df6aa

7. Bolt

Mirip modem ya. Bukan, ini merk makanan kucing. Masih sekelas sama Universal, jadi saya jadiin campuran Equilibrio. Harga 19-22 ribu per kilo tergantung online shopnya. Alfa suka juga ini. Kibblesnya bentuk donat, pas Alfa masih agak kecil agak susah makannya karena lumayan gede. Tapi Alfa makan ini ga masalah, pupnya juga bagus aja. When I say pupnya bagus tolong jangan dipikir macem2, wkwk.. Maksudnya ga diare gitu lah. Ga bau busuk menguar juga kaya pas Friskies dulu. Atau mungkin masih teredam sama Equil kali ya.

bolt-cat_makanan-kucing-bolt-repacking-1kg-bolt-repack-1-kg_full08

8. Nice

Ini murah, tapi ga saya repuchase karena Alfa ga cocok. Mencret terus, kasihan juga kan. Mungkin di masa2 inilah saya paling banyak bikinin tempe rebus buat diare dia, wkwk.. Harganya, 16rb an per kilo. Murah kaan… tapi kalo bikin mencret ya buat apa ya.. Jadi begitulah.

nice_cat-food-makanan-kucing-nice-cat-nice-20kg_full03

9. Kitchen Flavour

Ini saya beli untuk menggantikan Equilibrio, setelah badan Alfa saya rasa udah kegendutan. Semacam nutrisi untuk dietnya gitu, dan kandungannya juga dinilai aman untuk kucing. Kelasnya sama dengan Equilibrio tapi harganya sedikit lebih murah. 55ribu per kilo dan seringnya sih dijualnya per 1,5 kilo kecuali yang repack. Harga kemasan freshpack nya 85rb untuk yang 1,5 kilo. Di dalam kibblesnya ada potongan daging ikan kering aslinya loh. Tapi teksturnya keras dan jadinya ga kemakan, sayang banget. Kibblesnya kecil-kecil banget, jauh lebih kecil bahkan dibanding Equil kitten. Warnanya coklat pekat dan terasa kering alias ga berminyak, ga macam Royal Canin yang berminyak banget. Alfa lumayan doyan ini, secara efek juga bagus, jadi lanjut aja sih kalau saya. Klaimnya sih grain free dan no pork pula. Mantap kan.

kitchen-flavour-grain-makanan-aksesoris-14223357

10. IM Organic

Ini juga sekelas dengan Equilibrio dan Kitchen Flavour. Loh, kok ganti, katanya udah cocok sama KF? Ya namanya pengen coba, kemakan iklan, wkwk.. Produk lokal pula yang dibanggain, halal juga, why not? Coba lah beli, kemasannya 1,8 kilo harga 85ribu. Gimana, lebih murah dari KF kan ya? Wkwkwk… Secara pengaruh ya bagus2 aja sih. ga bikin diare, pup juga ternyata ga masalah loh. Diinget2 kan yang efektif banget bikin pup ga terlalu bau itu Equilibrio, tapi ganti ke KF maupun IMO juga ga masalah. Jadi, lanjut? Yes.

266037_ebf6046e-60dd-4861-b612-cef1966d6bc4

11. Royal Canin

Meskipun mihil, saya pernah juga nyobain beliin RC buat Alfa. Dan mungkin memang Alfa tau makanan mahal ya, baru dibuka kemasannya aja udah semangat banget dong makannya. Ngaung2 minta gitu, lahap pula. Sayangnya (dan untungnya), Alfa perutnya ga cocok, hihihi… jadi ga repurchase deh….. Bentuk kibblesnya khas ya, bulat kotak gelap berminyak gitu. Harga sekitar 40-50rb an ya, per 500 gr. Jadi emang kelasnya di atas Equil dkk. Sering jadi sponsor petshop juga kan dia. Jadi sering direkomendasikan dokter hewan.

588798dcae74b3.37762179

12. Proplan

Ini makanan juga sering direkomendasikan petshop. Kelasnya di bawah RC, di atas Equilibrio. Jadi secara harga ya ketahuan lah ya. Tapi Alfa ga doyan dan ga cocok makan ini, karena perutnya lagi2 mencret. Udah dengan perbandingan loh padahal ganti makannya. Tapi ga cocok yaudah ga dipaksain juga. Harga sekitar 80rb an per kilo.

proplan-optistart-kitten-front

Nah, udahan ya edisi review makanan kucingnya yang dry food. Nantikan edisi wetfoodnya. Karena saya kayanya untuk makanan dry food utama udah nemu yang cocok. Yaitu IM Organic/ IMO dan Kitchen Flavour, tergantung ketersediaan dan harga di online shop aja. Atau kalau misal lagi pengen gembulin anak bulu (anabul) ya Equilibrio lagi aja. Untuk campuran, antara Bolt atau Universal aja.

Sedikit tips kalau mau beli makanan kucing yang dry food untuk pertama kali, cari tau 3 kandungan pertamanya. Kalau bisa 3 bahan utama (dan pertama disebut di ingredients) adalah protein (ayam, ikan) dan bukannya tepung (jagung/ corn, wheat/ gandum, rice/ beras). Karena yang begitu berarti kucing hanya makan tepung dengan perasa ikan/ayam. Sedang kalo komposisi utama itu daging/ protein, maka tepungnya hanya untuk penambah kalori/ pengenyang aja. Dan kucing ga butuh banyak kalori, gendut dia ntar kaya Garfield. Risiko penyakit dari kegendutan ya sama aja kucing dan manusia. Kencing darah dan kencing manis juga bisa karna tepung2an itu.

Di review saya memang ga nyebutin kandungan bahan-bahannya. Saya ga sempet motoin kemasannya. Seringnya saya liat di foto Olshopnya kandungannya apa aja. Asal di Alfa bagus, harganya affordable, dan worth it ya saya rekomendasikan. Sedangkan untuk makanan super duper premium yang di atas kelas Royal Canin, saya mau nyoba aja ga minat. Karena kita melihara kucing ya seperti melihara anak sendiri. Dikasih makanan sehat iya, tapi juga ga lantas semua kelas premium kan. Nyesuaikan sama budget juga. Jangan sampe manusianya ngalah makan demi kucing, wkwk, yang realistis aja. Kita juga punya prioritas, kecuali memang niatnya breeder atau ternak. Nah itu bebas deh. Mau kucing import 40 juta dari Ukraina juga dijabanin. Beda kelas, beb. Wkwk..

Semoga bermanfaat ya,

Salam cat lover ❤

Review Makanan Kucing (WF)

 

 

Perpustakaan Nasional, checked!

Holaa.. Long time no posting ya..

Langsung aja deh ga usah kepanjangan basa-basinya. Weekend ini saya merencanakan main ke Perpusnas sama DD. Impulsif sih. Soalnya pas Jumat pagi kena macet pengalihan jalan karena ada sidang MK, kami lewat perpusnas yang di deket monas. Bukan yang di Salemba ya, ada juga soalnya perpus (kayanya nasional juga) tapi kami selama ini cuma lewat aja, belum tertarik masuk. Sementara perpusnas yang di monas ini dulu suami pernah masuk, pas sekolahnya DD ngadain acara terkait hari buku nasional. Yang pas ada lomba story telling dan kebetulan DD jadi juara itu hohoho #shameless #proudmom #masyaAllah #tabarakallah #takut’ain #bodoamat

WhatsApp Image 2019-06-17 at 11.37.10
halaman depan perpusnas

Udah sok braggingnya ala momambisius yang ngeselin tapi jadi idola emak2 kece semua?

Yaudah, pas Sabtunya, setelah mengalahkan kemageran yang luar biasa efek habis libur panjang lebaran (oiya, met lebaran semuaa…, salim satu2 sini!), berangkatlah kami ke perpusnas. Jam berapa sodara2? Jam 1 an dari rumah, alias habis dhuhur. Pas nyampe parkiran dari satpam sampe penjaga parkir udah ngingetin aja kalo hari Sabtu perpus tutup jam 4. Sampe sensi sayanya, nanya ke suami, emang ini udah jam berapa sih? masih jam setengah 2 juga, kenapa deh pada ribet.

Trus kami mulai deh keliling2. Buat DD dan bapaknya, itu kali kedua mereka. Buat saya, ini kali pertama. Iya, iya, udah berapa tahun di Jakarta baru pertama kali ke perpusnas, dan ngakunya hobi baca? Huh apaan, yaudah bodo amatlah… Udah bertahun2 saya toh ga beli buku buat saya sendiri, belinya buku buat DD aja wkwkwk. Jadi hobi baca sekarang sudah berganti menjadi kewajiban membacakan buku sebelum tidur, no?

Setelah keliling2 (dan foto2) di halaman perpus, masuk semacam museum gitu di gedung yang keliatan masih bangunan Belanda asli, baru deh kami mulai menuju lantai 7 buat khusus anak. Nah di sini ternyata peringatan bapak Satpam dan penjaga parkir mulai menunjukkan fungsinya. Maap2 ya Bapak2 udah ngata2in (dalam hati) ribet dsb. Soalnya ternyata ngantri liftnya lama pemirsaaa…. Lama bgt ampe kzl. Karena cuma ada 5 lift untuk 24 lantai dan pemakaiannya ga diorganisir. Mikir juga sih ya, gimana ngorganizenya. Tapi setidaknya di kantor pusat saya, dibedain gitu lantai ganjil genap, dan cuma ada 4 lift untuk 12 lantai, yang operasional pegawai 2 sedang yang 2 lagi buat pejabat. Ini ada 5 untuk 24 lantai, jadi walau agak susah kayanya bisa sih ya, saran aja sih, hehe..

Dan karena saya paling sebel nunggu ga jelas, suami juga ngerti mood istrinya gampang anjlok kalo gini, akhirnya kami naik eskalator dulu sampe lantai 4. Iya, mentok soalnya udah ga ada lagi dan musti lanjut naik pake lift.

WhatsApp Image 2019-06-17 at 11.37.08 (1)
maket perpusnas

WhatsApp Image 2019-06-17 at 11.37.08 (2)
semacam galeri

WhatsApp Image 2019-06-17 at 11.37.08
ruang entah

Di sini saya merasa saya dodol. Manis banget. Enggak ding, manisnya iya, bodoamat tapi bukan itu maksudnya. Hmm, karena mau ke lt 7 males banget lanjut pake tangga darurat, akhirnya kami malah ngikut lift yang turun dulu sampe lantai dasar baru naik lagi ke lt 7. Eh tapi liftnya cepet banget ya ternyata, pantes kelewat mulu lantainya kalo ga beneran naik dari ujung pangkalnya.

WhatsApp Image 2019-06-17 at 11.37.11
loker penitipan barang

WhatsApp Image 2019-06-17 at 11.37.04 (1)
ini buku asli semua loh

WhatsApp Image 2019-06-17 at 11.37.03
petunjuk tiap lantai

Trus sampailah kami ke lantai 7. Langsung disambut dooong sama mbak petugas, ternyata disuruh lepas sepatu dan simpen di rak. Raknya keren macam yang di Ikea gitu, bisa dibuka tutup waaaaooow (norak ih, bodoamat lagi). Yaudah akhirnya DD bisa membaca dengan aktif ditemani bapaknya dan sayanya poto2, baca buku, liat2 koleksinya, sambil mikir kira2 mana yang akan saya belikan buat DD ke depannya nanti.

Jadi begitulah, DD betah baca paling cuma setengah jam. Habis itu dia mlipir ke bagian yang ada mainan dan main lego di sana. Sekitar 30-40 menitan deh, habis itu kami sholat ashar dan siap2 pulang. Antri lift lagi? Iya. Kali ini kami memutuskan untuk turun tangga darurat sampai lantai 4 trus baru lanjut lagi pakai eskalator.

WhatsApp Image 2019-06-17 at 11.37.05 (1)
Bapaknya bacain buku DD

WhatsApp Image 2019-06-17 at 11.37.05 (2)
multimedia

WhatsApp Image 2019-06-17 at 11.37.05
dinding pun bercerita

WhatsApp Image 2019-06-17 at 11.37.06 (1)
suasana di lt 7

WhatsApp Image 2019-06-17 at 11.37.05 (3)
ada ruang ibu laktasi juga loh, nyaman!

Yang mau lihat2 situsnya perpusnas bisa klik di sini

Alamat: Jl. Medan Merdeka Selatan No.11
Jakarta 10110

Jadwal buka:

Senin – Kamis 08.30 – 18.00 WIB
Jumat 09.00 – 18.00 WIB
Sabtu – Minggu 09.00 – 16.00 WIB

Ada biaya ga? Masuk gratis, keluar bayar parkir, atau gratis kalau naik angkutan umum. Tentang keanggotaan sih saya ga tanya2 ya, silakan tanya ke petugasnya aja. Atau coba lihat2 dulu situsnya biar ga zonk nantinya.

Oke, sudah ya.. Terima kasih sudah membaca sampai sini.

Sampai jumpa di postingan berikutnya, semoga semakin berfaedah.

Ast ❤

baca juga lainnya:

When we’re not going to the mall

Berenang di mana?

Taman Situ Lembang

Yoga Gembira @ Taman Suropati

[Review] Open House TK Tunas Wiratama

Halo, long time no posting.

Awal tahun adalah sama saja dengan akhir tahun dari sisi kesibukan kerjaan, jadi saya sempat-sempatin nulis ini demi berbagi informasi kepada emak-emak yang sedang mencari di jagat internet ini.

Oke, enough basa basinya.

Sabtu, 9 Februari 2019 lalu kami menyempatkan diri mengikuti program open house yang diadakan oleh TK Tunas Wiratama atau nantinya disebut tama saja. Informasinya didapat pas scrolling timeline ig, kebetulan memang saya follow dari tahun lalu. Setahun lalu pas saya sedang cari-cari daycare untuk DD, saya sebetulnya sangat tertarik dengan Tama ini, sudah pernah survey langsung juga, cuma reviewnya ga saya tulis di sini aja. Hal yang mengurungkan niat kami menitipkan DD di sini adalah lokasi Tama yang melenceng dari arah rumah-kantor, sehingga kami harus memutar dan menempuh jarak lebih jauh. Juga jam masuk dan pulangnya yang tidak akan bisa sesuai dengan jadwal kami. Jadi, Tama cuma jadi keinginan terpendam aja.

Tapi tetap penasaran, makanya kemaren kami bela2in ke sana deh. Dan DD pun senang sekali main2 selama open house itu. Seperti review tk tunas wiratama di mana2, ya memang begitulah dia. Bangunannya adem, luas, nyaman, keren.. visinya juga keren menurut saya, tidak menjanjikan anak cerdas cas cis cus in english tapi bisa menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu dengan baik dan benar. Tidak menjanjikan anak cerdas matematika, bahasa atau apa tapi menjadi anak yang bahagia. Cocok banget dengan apa yang para psikolog itu bilang bahwa di usia pra sekolah itu yang berkembang memang otak yang mengatur kecerdasan emosi kan?

Anyhow, kalau mau info lebih jelas di websitenya juga udah ada kok, jelas sampai biaya juga.

Oh, dan untuk tahun ini program daycare ditutup karna kurang peminat, jadi tama itu pure preschool aja.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Website tk tunas wiratama

Silakan ya diliat2.

Maafkan saya gabisa nulis banyak2, beneran lagi ga sempet-sempet. Sementara itu dulu, nanti kapan2 dilanjut lagi.

Ciao.

 

Review Makanan Kucing (DF)

Hola!

Sudah sebulan lebih sejak Alfa masuk ke keluarga kami, gimana perkembangannya? Rasanya seperti … punya sesuatu yang baru (ya iyalah). Sesuatu yang kamu sukai, yang bikin semangat, yang bikin kamu belajar hal-hal baru (banyak!), yang harus kamu jaga karena kamu punya tanggung jawab, ada konsekuensi atas hal-hal yang kamu lakukan (atau tidak). Intinya, sesuatu itu membuat hidup kamu lebih semarak dan berwarna ❤

Baca: Namanya Alfa

Karena Alfa, saya bergabung di forum pecinta kucing. Alfa pas awal datang itu masih kutuan, kasian liatnya kalo garuk2 terus. Akhirnya saya searching obat kutu kucing dan belajar cara memandikan kucing. Tapi tentang perawatan kucing yang bukan tentang makanan saya tulis nanti aja kapan2 kalo ada waktu dan jadi prioritas ya 😀

Awal2 Alfa datang, dia makan dengan semangat, terus ga lama ga semangat, lalu diare, dan saya belajar lagi tentang menangani diare pada kucing. Saya juga belajar cara memberi makan kucing, karena ternyata ngasih makan kucing pun ada caranya! Apalagi kalau itu makanan baru yang butuh transisi dari makanan sebelumnya, karena ada bakteri dalam perut kucing yang kalau sudah terbiasa dengan makanan tertentu maka ia bakal butuh adaptasi dengan makanan baru. Maka, buat mempermudah adaptasinya, kasih makan kucing dengan perbandingan,

di hari 1-2: 70% makanan lama : 30% makanan baru

hari 3-4: 50% makanan lama : 50% makanan baru

hari 5-6: 30% makanan lama : 70% makanan baru

hari 7 dst: 100% makanan baru.

Di saya sendiri gimana? Well, sebulan lebih berapa minggu dengan saya, jujur lamanya hari dan perbandingan itu ga bener2 saklek saya terapin. Pas diare ya saya ulang perbandingan untuk mempermudah adaptasinya, sempet baca bahwa kucing diare dikasih tempe rebus, tapi belum sempet kasih udah sembuh duluan. Ada juga yang ga butuh seminggu buat adaptasi. Selama beberapa minggu ini sudah ada beberapa merk makanan kucing yang saya coba, and here are their review:

  1. Whiskas junior

300x280-94282252414709980161

Ini kami kasih ke Alfa di awal dia baru dateng. Beli di petshop, harga sekitar .. lupa 😥 ukuran 400 atau 500 gr, tapi kayanya ga nyampe 40rb. Alfa awalnya doyan dikasih df (dry food) ini, tapi mungkin itu saking kelaperan aja. Karena malamnya kami kasih lagi, dia ga mau makan. Setelah dicampur wet food baru dia mau makan semua. Akhirnya dia selalu makan wet food dicampur dry food dengan perbandingan 1:2 dan dry food doang buat cemilan.

Alfa gimana makan ini? Pup ga terlalu bau, standar aja sih ga menyengat gimana (karena nantinya kami bakal mengenal pup kucing yang baunya sangat menyengat). Diare di awal tapi lebih karena adaptasi macem2, dari makanan baru, tempat tinggal baru, dan stres dimainin kasar sm DD 😥

Kalo di forum2 sih whiskas ini di level standar ya, istilahnya premium aja. Warna-warninya juga yang ga alami dibilang ga terlalu bagus buat kucing. Ya kaya buat manusia ajalah. Makanya akhirnya saya ganti setelah yang pertama ini habis.

2. Friskies

14811-friskies-1kg-kitten-discoveries-3d_1000x1000

Nah, waktu itu nyari2 di transmart, ada friskies. 11-12 lah sama whiskas, jadi saya cobain aja. Ternyata, pupnya jadi bau banget sodara-sodara….. 😦 Makanya saya ga betah banget dan akhirnya saya beli yang merk berikutnya dan makanannya saya campur. Alhamdulillah bisa meminimalisir bau pup kucing. Repuchase? definitely, NO.

3. Equilibrio

equilibrio_equilibrio-kitten-makanan-kucing-fresh-pack-7-5-kg-_full02

Nah, kalau ini udah naik ke kelas makanan yang lebih tinggi, disebutnya sih super premium. Harganya di petshop 130k untuk 1,5 kg. Tapi berikut2nya sih saya saranin kalo beli makanan kucing di online store aja, lebih murah, apalagi kalo free ongkir. Karena beda petshop offline dan online bisa jauh loh. Di online store kamu bisa pilih yang termurah, kalo di offline kamu beli karna ga enak udah nanya2 banyak kok ga beli 😀

Equilibrio ini diklaim bisa ngurangin bau pup dan nambah berat badan kucing. Dan ini terbukti, seenggaknya kan saya campur dengan friskies tuh, nah baunya tuh ga semenyengat waktu makan friskies doang. Dan setelah makan equilibrio ini si Alfa jadi ginuk2 gembul gitu badannya, luuuuvv sekali. Tapi masalah repurchase, nanti2 lagi kali ya, saya masih mau bertualang cari makanan kucing yang paling cocok, yaitu cocok di badan Alfa dan di kantong saya. 😀

4. Maxi

 

 

amigos_amigos-maxi-cat-makanan-kucing-20-kg-_full02

Kemaren2 si Alfa saya vaksin sekaligus dititipin karena keluarga kami keluar kota. Setelahnya ya saya sekalian beli di petshop (ga kapok ya, bukannya sarannya beli online aja? oke buibu, saya sedang ga terlalu sempat untuk berselancar di online shop melototin dan mbandingin makanan mana yang sedang mau saya cobain buat ALfa, daripada kehabisan yaudah yang ada aja dulu, okay? Lagian saya beli repack-an doang kok, sekilo 35k, hehe…)

Si Alfa ini masih masa penyesuaian dengan maxi ini, makannya masih saya campur sama equilibrio yang nyisa itu. Semoga cocok aja lah, harganya bersahabat soalnya. 😀

Sementara itu dulu ya, nantinya yang campurannya alias wetfood insya Allah akan saya tulis juga kalo sempet (dan niat).

Ciao!

Review Makanan Kucing (DF bag. 2)

Review Makanan Kucing (WF)

 

 

[Review] Taare Zamen Par (2007)

Oke, filmnya ternyata udah 11 tahun yang lalu….

Tapi gapapa deh, saya bahas di sini. Saking ga ada ide wkwk.

tzp_poster_deepak_

Jadi, saya udah lama ga nonton acara TV lokal, karena ga dapet sinyal. Sedih ya, padahal mah saya tinggal di ibukota tapi yagitu deh, mungkin saking crowdednya lokasi tempat tinggal jadi sinyalnya acakadut. Terus pake program tv berbayar, demi nonton kartun buat DD tetap terjaga. Karna hiburan kami biasanya ya ngulang2 series atau nonton drakor.

Dan kemaren rasanya capek dan jenuh nonton drakor jadi memutuskan untuk refreshing dengan nyari film bollywood. Iya, karena udah males juga sama hollywood. Kebetulan juga baru nemu thread di twitter tentang film india yang direkomendasikan. Intinya sih, kalo mau drama percintaan carilah filmnya Shahrukh Khan dan kalo mau cerita yang bagus dan ga biasa carilah filmnya Aamir Khan. Noted!

Langsung cari daftar filmnya Aamir Khan, dan nemulah ini, Taare Zamen Par. Katanya sih tentang anak berkebutuhan khusus, wow, cocok kan ya buat kami sebagai orangtua. Cuss nonton.

Kesan: bagus. Overall puas sih nontonnya. Yang kami cari refreshing, itulah yang kami dapat.

Pros: Gambar animasinya bagus. Kebayang kalo DD udah bisa kami ajak nonton di bioskop pasti efek magnificentnya lebih kerasa. Di rumah aja dia excited banget liat gambar biota laut dan nyebut2 gurita, cumi-cumi, terus pas tentang roket2 gitu juga seneng.

Kons: Ada bagian yang masih kami alihkan biar ga nonton, itu pas adegan kekerasan (berkelahi) si tokoh utama anak (lupa namanya wey) sama tetangganya. Belum waktunya DD nonton kekerasan begituan. Ada juga adegan KDRT ayah ke anak yang DD kami tutupin biar ga trauma. Trus juga yang agak ga sesuai selera pribadi sih, cara si Aamir Khan nunjukin ke orangtua ABK itu bahwa anak mereka memiliki kelainan dan butuh bimbingan khusus. Khas bollywood yang kalo nyampein pesan ke penonton ya kaya guru marah2in, mendoktrin secara hitam-putih dan benar-salah. Harus ada tokoh hero dan penjahat mulu lah. Tapi yaudah mungkin emang kultur sosialnya masih butuh dikerasin ya, belum bisa dilembutin.

Disleksia

Tapi film ini bagusnya adalah mengangkat tema yang ga biasa. Dulu saya pertama tau tentang disleksia itu juga dari FTV, Juli di bulan Juni (2005) yang pemeran utamanya Sissy Priscillia. Trus bahas juga di novelnya Dee lestari yang Supernova: Partikel tentang cerita Zarah membantu temennya yang orang Afrika (siapa namanya lupa) untuk mengejar kelulusan mata pelajaran dengan batas minimal.

Nah di sini dibahas tanda-tanda anak disleksia itu apa, dikasih tau warning sign-nya biar orang tua lebih peka dan waspada, ditunjukin juga cara ngajarin anak disleksia untuk mengatasi masalahnya. Ditunjukin banget effortnya seorang guru mengoptimalkan semua indera si anak untuk membuatnya mengenali huruf dan bisa belajar lebih mudah. Salut sih. Dan akting pemeran utamanya yang masih bocah itu bagus banget loh, saya jadi bertanya-tanya apakah dalam kehidupan nyata anak itu disleksia juga, sampe dia bukan sedang berakting tapi ya lagi jadi diri sendiri aja, saking naturalnya. Lukisannya cakep2. Mata penonton dipuaskan banget dengan visualnya. Emosi diaduk2 dengan mengena. Kalo mau dibikin nangis dengan alasan yang ga cheesy, nontonlah film ini.

07dec_tzp

Terakhir: pesan moral yang pengen diangkat film ini, setiap anak itu spesial. Yang dibutuhkan oleh anak, adalah membuat dia merasa dicintai. Apakah kamu sebagai orangtua sudah mencintainya dengan caramu, atau cara yang dia butuhkan?

Warm regard ❤