random

When We’re Not Going to The Mall

Salah satu seni dari menjadi orang tua toddler yang bekerja dan tinggal di Jakarta adalah, mengoptimalkan waktu bersama anak. Karena Jakarta udah jelas lah dengan tingkat kemacetan yang tinggi, sehingga banyak waktu dihabiskan di jalan dan kantor dibandingkan di rumah. Di rumah buat main sebentar dan istirahat, saat weekdays, maka saat weekend beneran dioptimalkan buat quality time main sama anak.

Seorang rekan kerja pernah tanya, “lebih suka main ke alam atau ke mall?” karena dia ternyata anak mall banget. Waktu itu saya jawab, “dua-duanya”, karena saya ga nolak main ke mall di suatu waktu dan main ke alam di waktu lain. Suka semua, tergantung kondisi.

Nah, dia jadi tanya, emang kalo main ke alam di Jakarta ke mana aja? Ada beberapa alternatif, kata saya. Dan alam di sini ga muluk-muluk musti bukit atau gunung yang sejuk (karena itu ga ada di Jakarta, main aja ke Bogor atau Bandung) :p atau pantai (kalo ini bisa main ke ancol).

Nah, dia jadi tanya deh, main di Jakarta selain ke mall itu ke mana aja? Kalo kami, udah pernah nyobain ke:

1. Taman Suropati

Di sini suasananya enak banget. DD (anak kami) bisa lari-larian di bawah pohon besar yang rindang, main gelembung, ngasih makan burung, dengerin orang main biola (sabtu-minggu biasanya ada rombongan yang main alat musik untuk berlatih, denger-denger sih orang umum bisa mendaftar juga), atau sekedar duduk-duduk sambil ngemil tahu gejrot (ini sih emaknya) 😀

IMG_20171015_145052

2. Monas

Ini bisa jadi tempat awal untuk selanjutnya ke mana-mana. Pas weekend, beberapa kali kami ke sana selalu ada pasar malam yang menyediakan banyak wahana untuk anak-anak. Ada helikopter, kincir, kereta, komidi putar, balon besar untuk loncat-loncat (ini apa namanya deh) yang efektif banget untuk menghabiskan energi bocah yang banyak sekali itu. Atau bisa main aja di lapangan monasnya, liat rusa, lari-lari sekuat bocahnya (dan emak bapaknya ngikutin), atau ke museumnya (belum pernah kami cobain bareng bocah. kalo pas single sih dulu pernah).

IMG_20180203_122337

Atau nyobain aja naik delman keliling kota (bisa rute pendek bisa rute panjang, dengan tarif yang beda. Rute pendek 50-60k, rute panjang 100k++). Selain itu, dari monas, kita bisa lanjut naik bis tingkat City Tour yang gratis itu untuk kemudian ke destinasi-destinasi yang memang udah ditentukan. Dari sini, kita bisa lanjut main ke:

3. RPTRA Kalijodo

Beberapa minggu lalu kami nyobain ke RPTRA Kalijodo atas rekomendasi seorang teman. Awal kami ke RPTRA Kalijodo, kirain sama aja kaya RPTRA-RPTRA yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal kami. Ternyata enggak. Karena kami liat pertama masih di halaman depan, ya semacam RPTRA pada umumnya. Tapi setelah kami mencari musholla untuk sholat, dan mencoba ke bagian belakang RPTRA melalui tangga samping, baru tau deh keunggulan RPTRA Kalijodo dibanding yang lain sampe dibela-belain ada rute khusus pake bis tingkat.

RPTRA Kalijodo ini di bagian belakangnya luaaas, ada tempat untuk main skateboard, pasar malam, musholla yang terpisah untuk lelaki dan perempuan dengan tempat wudhu yang cukup bagus, juga semacam aula untuk duduk-duduk dengan desain yang keren. Kami cukup betah main di sini, sampai DD pas pulangnya udah beneran kehabisan energi dan akhirnya tidur di bus sepanjang perjalanan balik ke monas.

4. kolam renang

Anak kecil selalu suka main air. Ga pernah gagal untuk bikin seneng anak dengan ngajak berenang. Kalo kami pernah nyobain di kolam renang Cikini di belakang hotel Ibis dan di D’Arcici. Dengan tarif saat weekend yang sama (50k per orang), kami lebih memilih Cikini meskipun secara jarak lebih jauh dari tempat tinggal kami, dengan alasan kolamnya relatif lebih bersih dan lebih besar, meskipun di D’Arcici lebih lengkap wahana main air anaknya (perosotan dan ember besar).

IMG_20170923_164247

5. Ancol

Ini adalah obat kalo DD minta ke laut. Di Ancol kan ga cuma pantai ya. Udah jelaslah ada Dufan, mau naik wahana apa tinggal pilih. Mau ke seaworld dan mengenalkan fauna bawah laut ke anak juga bisa (saya masih takjub sama penyu raksasanya sampai sekarang, btw. Kata suami, ekspresi saya saat liat penyu itu precious banget :D) Oh, kami belum nyobain ke Fauna Land sih, mungkin bisa jadi alternatif lain selain Ragunan ya. Next time, maybe.

Nah, itu adalah alternatif tempat main selain ke mall yang biasanya kami kunjungi saat weekend. Kadang pun kami ke toko buku, di mana saat emaknya cari buku, anaknya main di pojok ramah anak. Kalo lagi mager, tempat-tempat main ini lumayan mudah dijangkau jadi ga terlalu bikin capek.  Low budget, pun. Kalo sehari-hari, biasanya kami ajak anak main ke RPTRA sekitar rumah pagi-pagi sebelum siap-siap ke kantor. Lumayan banget setengah sampai sejam main bareng sebelum ngantor. DD bisa lari-lari, anter kakak sekolah (kami baru tau kalo anak SD masuk jam setengah 7 pagi, btw), baca buku di perpustakaan (emaknya bacain), atau main-main dengan peralatan yang ada di RPTRA.

Semoga bisa menginspirasi ya! 😀

Iklan

Satu tanggapan untuk “When We’re Not Going to The Mall”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s