Berenang di mana?

Oke, sebetulnya DD sudah beberapa minggu ini absen berenang karena batuk pilek yang belum sembuh-sembuh juga. Dan nular ke saya dan perjalanan dan tular-tularan lagi sama saya, jadi begitulah…Semoga kami lekas sembuh, amiin.

Eh balik lagi ke postingan, jadi karena tempat tinggal kami itu di Jakarta Timur yang agak-agak deket ke Jakarta Pusat, maka kami kalo berenang ya di daerah yang deket-deket dengan tempat tinggal. Biar ga terlalu capek di jalan. Kali ini, saya mau kasih rekomendasi tempat berenang di Jakarta Timur-Jakarta Pusat yang terjangkau, masih  layak, dan nyaman. Tolong lupakan dulu berenang di hotel karena mahal kecuali daftar member 😀

  1. Kolam renang Cikini

Alamat dari google: Hotel Formule 1, Jl. Cikini Raya No. 75, (samping komplek Taman Ismail Marzuki), Cikini, 10330, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Telpon 021-31900588, 081585039999, 021-92716076. Saya ga yakin itu betulan Hotel Formule, malah ingetnya hotel lain, Ib*s kayanya.

Sejak awal tinggal di Jakarta setelah menikah dan hamil, saya pertama kali nyoba berenang di Cikini ini dan langsung suka. Suka karena kolamnya besar dan bersih, harganya juga terjangkau, waktu itu sekitar 30-40 ribu saat weekend per orang. Kebetulan saya berenang sama suami, pas hamil karena olahraga yang disarankan untuk ibu hamil ya berenang. Kolam ini juga sering dipakai latihan untuk klub dan atlet (?). Sering lah kami liat anak kecil-kecil yang berenang di bagian dalam sementara kami mlipir di tepi2 yang ga terlalu dalam 😀 Sekarang tiket masuk 50rb per orang, jadi kalau kami berenang bertiga tiap minggu dalam sebulan ya lumayan pe-er ya buibu.. Apalagi kalau misal saya sedang berhalangan dan cuma pengen nonton DD berenang, kalo tetep bayar ini tangan susah melepas dompet hihihi..

DD sih di awal agak takut ya, secara liat air segitu banyak, dan memang ini ga ada wahana air atau permainan buat anak kecil. Ya keliatan kolam renang buat yang pro. So, kalo boleh dibilang untuk anak kecil memang wajib didampingi orangtua atau pengasuh yang dipercaya kalo mau ke sini.

IMG_20170923_164247
source: dokumen pribadi

Tempat makan di dalam kolam kayanya cuma nyediain pop m*, tempat ganti ya okelah ga terlalu mengganggu juga. Masih layak dan cukup nyaman.

2. Kolam renang Arcici

Alamat: Jl Cempaka Putih Barat XXVI, Rawasari, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, telepon 021-4213475. Ini kolam renang kedua yang kami kunjungi setelah Cikini, dalam rangka mencari alternatif kolam renang yang lebih dekat lokasinya dari rumah dan lebih ramah anak. Iya, ke sininya udah sama DD. Dengan harga tiket yang sama dengan Cikini, kelebihan lain yang ditawarkan adalah jarak yang lebih dekat dari rumah (ini subjektif khusus buat saya aja), dan adanya kolam khusus anak dan wahana buat anak (ember besar yang tumpah-tumpah itu loh, ga tau nyebutnya apa).

Jadi DD sebenernya lebih seneng di sini daripada Cikini. Jalan ke kolam pun sebelumnya melewati lapangan dan banyak burung2, jadi memang lebih nyaman ga kaya di Cikini yang di kota banget. Tapi saya pribadi sih akhirnya lebih milih Cikini, karena kalau dibandingin, Cikini itu jauh lebih bersih daripada Arcici. Arcici ga kotor, tapi ga sebersih Cikini. Di Arcici juga lebih banyak yang jualan di dalam kolam dibanding Cikini. Kalau habis berenang kan suka lapar ya, nah di Arcici ini tentu lebih variatif pilihan makanannya. Tempat bilas dan ganti pun oke kok.

arcici-sport-club-768x380
source: omkicau.com

3. Kolam renang Bojana Tirta

Alamat di Jl. Bujana Tirta Raya no 17 C, Komplek Bea Cukai, Rawa Mangun, Pisangan Timur, Jakarta Timur, DKI Jakarta, telepon 021-70421591. Dulu sekali pas hamil sebetulnya saya sama suami udah pernah mampir liat kolam renang ini, tapi pas itu udah tutup karna sore dan kami agak2 ga tertarik liat penampakannya pas sore. Sepi aja. Jadi yaudah lanjut di Cikini dan kadang Arcici. Tapi karena akhirnya merasa Cikini terlalu jauh, Arcici terlalu penuh, akhirnya saya berkeras mau cobain di Bojana Tirta sekali lagi. Toh lebih deket, kayanya lebih murah, nyaman enggaknya ya dicoba dulu lah.

Dan suatu Sabtu kami pergi ke sana. Tiket masuk pas weekend, 22ribu per orang. Ehm… biasa keluar duit 150rb trus menyusut jadi 66rb itu bikin bahagia loh, buibu.. 😀 Jadi masuklah kami ke dalam. Pas itu, agak rame dan saya jadi urung buat ikut nyebur. Kapan-kapan ajalah, pikir saya. Nonton DD aja. Kolam Bojana Tirta ini ga cuma panjang tapi ternyata juga lebar. Dalamnya pun bervariasi. Karena lama-lama udah nyaman, eh akhirnya saya ikut nyemplung juga. Dan ternyata bersih. Wah saya jadi tambah cinta deh.

Kemaren2 akhirnya kami jadi berenangnya migrasi ke Bojana Tirta ini. Money talks, babe, hehe.. Tapi ga hanya itu sih, bersihnya juga, ada kolam buat anak juga, dan buat remaja juga. Ada 3 kolam di sini dengan kedalaman beda-beda. Ga ada wahana air, tapi DD sudah cukup senang bisa main-main di kolam anak bareng sebayanya. Kemaren2 pun tempat ganti dan toilet perempuannya sedang direnovasi, dan kayanya bakal jadi nyaman banget. Duh, jadi ga sabar buat berenang lagi, semoga cepet sembuh ya ini batuk pileknya.

Nah, itu dia cerita berenang kami. Terima kasih sudah membaca ❤

When We’re Not Going to The Mall

Salah satu seni dari menjadi orang tua toddler yang bekerja dan tinggal di Jakarta adalah, mengoptimalkan waktu bersama anak. Karena Jakarta udah jelas lah dengan tingkat kemacetan yang tinggi, sehingga banyak waktu dihabiskan di jalan dan kantor dibandingkan di rumah. Di rumah buat main sebentar dan istirahat, saat weekdays, maka saat weekend beneran dioptimalkan buat quality time main sama anak.

Seorang rekan kerja pernah tanya, “lebih suka main ke alam atau ke mall?” karena dia ternyata anak mall banget. Waktu itu saya jawab, “dua-duanya”, karena saya ga nolak main ke mall di suatu waktu dan main ke alam di waktu lain. Suka semua, tergantung kondisi.

Nah, dia jadi tanya, emang kalo main ke alam di Jakarta ke mana aja? Ada beberapa alternatif, kata saya. Dan alam di sini ga muluk-muluk musti bukit atau gunung yang sejuk (karena itu ga ada di Jakarta, main aja ke Bogor atau Bandung) :p atau pantai (kalo ini bisa main ke ancol).

Nah, dia jadi tanya deh, main di Jakarta selain ke mall itu ke mana aja? Kalo kami, udah pernah nyobain ke:

1. Taman Suropati

Di sini suasananya enak banget. DD (anak kami) bisa lari-larian di bawah pohon besar yang rindang, main gelembung, ngasih makan burung, dengerin orang main biola (sabtu-minggu biasanya ada rombongan yang main alat musik untuk berlatih, denger-denger sih orang umum bisa mendaftar juga), atau sekedar duduk-duduk sambil ngemil tahu gejrot (ini sih emaknya) 😀

IMG_20171015_145052

2. Monas

Ini bisa jadi tempat awal untuk selanjutnya ke mana-mana. Pas weekend, beberapa kali kami ke sana selalu ada pasar malam yang menyediakan banyak wahana untuk anak-anak. Ada helikopter, kincir, kereta, komidi putar, balon besar untuk loncat-loncat (ini apa namanya deh) yang efektif banget untuk menghabiskan energi bocah yang banyak sekali itu. Atau bisa main aja di lapangan monasnya, liat rusa, lari-lari sekuat bocahnya (dan emak bapaknya ngikutin), atau ke museumnya (belum pernah kami cobain bareng bocah. kalo pas single sih dulu pernah).

IMG_20180203_122337

Atau nyobain aja naik delman keliling kota (bisa rute pendek bisa rute panjang, dengan tarif yang beda. Rute pendek 50-60k, rute panjang 100k++). Selain itu, dari monas, kita bisa lanjut naik bis tingkat City Tour yang gratis itu untuk kemudian ke destinasi-destinasi yang memang udah ditentukan. Dari sini, kita bisa lanjut main ke:

3. RPTRA Kalijodo

Beberapa minggu lalu kami nyobain ke RPTRA Kalijodo atas rekomendasi seorang teman. Awal kami ke RPTRA Kalijodo, kirain sama aja kaya RPTRA-RPTRA yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal kami. Ternyata enggak. Karena kami liat pertama masih di halaman depan, ya semacam RPTRA pada umumnya. Tapi setelah kami mencari musholla untuk sholat, dan mencoba ke bagian belakang RPTRA melalui tangga samping, baru tau deh keunggulan RPTRA Kalijodo dibanding yang lain sampe dibela-belain ada rute khusus pake bis tingkat.

RPTRA Kalijodo ini di bagian belakangnya luaaas, ada tempat untuk main skateboard, pasar malam, musholla yang terpisah untuk lelaki dan perempuan dengan tempat wudhu yang cukup bagus, juga semacam aula untuk duduk-duduk dengan desain yang keren. Kami cukup betah main di sini, sampai DD pas pulangnya udah beneran kehabisan energi dan akhirnya tidur di bus sepanjang perjalanan balik ke monas.

4. kolam renang

Anak kecil selalu suka main air. Ga pernah gagal untuk bikin seneng anak dengan ngajak berenang. Kalo kami pernah nyobain di kolam renang Cikini di belakang hotel Ibis dan di D’Arcici. Dengan tarif saat weekend yang sama (50k per orang), kami lebih memilih Cikini meskipun secara jarak lebih jauh dari tempat tinggal kami, dengan alasan kolamnya relatif lebih bersih dan lebih besar, meskipun di D’Arcici lebih lengkap wahana main air anaknya (perosotan dan ember besar).

IMG_20170923_164247

5. Ancol

Ini adalah obat kalo DD minta ke laut. Di Ancol kan ga cuma pantai ya. Udah jelaslah ada Dufan, mau naik wahana apa tinggal pilih. Mau ke seaworld dan mengenalkan fauna bawah laut ke anak juga bisa (saya masih takjub sama penyu raksasanya sampai sekarang, btw. Kata suami, ekspresi saya saat liat penyu itu precious banget :D) Oh, kami belum nyobain ke Fauna Land sih, mungkin bisa jadi alternatif lain selain Ragunan ya. Next time, maybe.

Nah, itu adalah alternatif tempat main selain ke mall yang biasanya kami kunjungi saat weekend. Kadang pun kami ke toko buku, di mana saat emaknya cari buku, anaknya main di pojok ramah anak. Kalo lagi mager, tempat-tempat main ini lumayan mudah dijangkau jadi ga terlalu bikin capek.  Low budget, pun. Kalo sehari-hari, biasanya kami ajak anak main ke RPTRA sekitar rumah pagi-pagi sebelum siap-siap ke kantor. Lumayan banget setengah sampai sejam main bareng sebelum ngantor. DD bisa lari-lari, anter kakak sekolah (kami baru tau kalo anak SD masuk jam setengah 7 pagi, btw), baca buku di perpustakaan (emaknya bacain), atau main-main dengan peralatan yang ada di RPTRA.

Semoga bisa menginspirasi ya! 😀