FLUTD (Kencing Berdarah pada Kucing)

Halo!

Long time no see, ya. Sekalinya nulis lagi tentang ginian, duh sedih.

Jadi, sekitar 2 minggu terakhir ini, Alfa entah kenapa keliatan lesu dan surem gitu tampangnya. Sedih bgt kaya kakek2 mana gerakannya lemah gitulah. Padahal biasanya dia kan jagoan ya, grumpy, kadang polos innocent gitu juga bikin pengen nguyel2 kan. Kami ngeh bahwa dia ga enak badan, tapi ga ngerti sakitnya apa. Makan masih mau, ngeong juga iya, cuma ya itu, lesu dan klentrak-klentruk.

Setelah sekitar 3 harian dengan gejala lesu itu, saya coba kasih madu campur makanan basahnya. Masih semangat makan sih dia, dan badannya ga selesu itu lagi. Yaudahlah ya, kirain udah mulai sembuh dan enakan lagi. Tapi yang kami notice lagi, adalah bahwa dia sering ke litterboxnya tapi ga keluar pup atau pip. Jadi ngeden aja ga ngapa2in. Pikir kami, sembelit. Mungkin karena makannya baru ganti. Makanya pas dikasih madu + makanan basah dia udah bisa pup lagi ya dipikir amanlah. Oh, dan pipnya smells strong, beugh.

Kondisinya masih seperti itu sampai suami mendapati bahwa Alfa ngompol. What? Ngompol, udah gede gitu? Kenapa ya? Hmmm… tetep pikir kami ada yg salah, cuma ya karna kesibukan di akhir tahun dan suami pergi dinas mulu, jadi beneran saya doang yg ngurus kucing di hari kerja, pikiran saya sebatas rutinin kasih madu+makanan basah aja udah.

Sampai suatu pagi, saya mendapati pipis Alfa berwarna coklat gelap. Di luar litterboxnya. Horrornya berlanjut dengan saya nemu darah di pipisnya. Oh no.. (nangis). Enggak, saya ga nangis, kuatir banget aja. Sambil ngepel2in lantai pakai karbol. Jadi ini toh, momoknya punya piaraan kucing, selain kena virus. Trus mikir2, makanan yang mana yang bikin ginjal Alfa bermasalah? Karena sebelum ganti yang terakhir (baru 3 hari dimakan), ya selama ini makan yang biasa2 aja. Apa karena umur? Alfa baru 2 th lebih, belum tua buat punya macam2 penyakit karna umur. Kenapa? What did I do wrong?

Akhirnya mutusin buat segera ganti makannya. Cari2 tau, yang direkomendasikan utk kucing dengan pipis berdarah itu RC Urinary S/O. Ini buat pengobatan tercepat, selanjutnya barulah yang RC urinary care. Oke, segera cari di toko online, beli yang 400gr. Makanan basah + madu tetep dikasih pas malam.

Sekitar 5 harian mengkonsumsi RC Urinary S/O, beneran pipnya membaik. Udah ga selemah dan selesu awal sakit. Masih ngompol kadang2, tapi udah jauh berkurang dibanding sebelumnya. Darah juga berangsur-angsur ilang, pipisnya udah ga merah-coklat lagi, udah mulai normal. Selama konsumsi RC itu, Alfa juga 2 kali dibawa suami ke dokter hewan tapi ndilalah tutup melulu, huhuhu. Jadi beneran usaha saya cuma lewat makanan sama sering2 isi tempat minumnya aja.

RC udah mulai habis, sambil cari2 referensi dapatlah makanan yang diklaim setara RC Urinary S/O tapi dengan harga jauh lebih murah. FYI, RC Urinary S/O itu 80k/400gr yang habis dikonsumsi dalam 5 hari, tapi Happy Cat Struvit seharga 120k/1,2 kg, harusnya bisa 2,5 kali RC untuk jangka waktunya. Yah, belum terbukti di Alfa sih, soalnya alhamdulillah wiken kemaren udah bisa dibawa ke dokter hewan. Pas diperiksa, diagnosis dokternya sih kencing berdarahnya karenaaa… birahi. Zzzzzzzzz….

Pengen kawin ternyata si Alfa, koceng oreen.

Padahal pas sakit dan pipisnya berdarah itu, sempet saya kurung berdua sama Luna loh di kamar mandi, biar bisa kawin. Karena walo pipisnya berdarah2, tapi dia semangat ngendus2 Luna pas saya keluarin dari kandang. Dan pas Luna mau saya masukin kandang, ditarik dong Lunanya, ga dibolehin masuk kandang. Jadi yaudah berdua saya kumpulin itu mereka, tapi kayanya kok ya belum sukses kawinnya. Alfa masih perjaka yang belum bisa kawin, hahahaha kasian amat naaak… doh ngenes banget asli Alfa, udah berapa kali ditontonin video kucing kawin padahal dari Yout*be.

Pantes setelah pipisnya ga berdarah lagi, bulunya rontok parah, parah banget bulu terbang di mana2.

Jadi ya gitu, setelah diperiksa, Alfa masuk ke tahap infeksi ringan jadi ga perlu pake kateter. Tapi mungkin perlu dipakein cone di lehernya biar ga terlalu sering jilatin testisnya, bisa infeksi nanti. Saran dokternya sih, kalo udah sehat mending disteril, tapi suami masih belum tega karna Alfa belum pernah kawin dengan bener masa udah mau steril aja. Kalo saya mah yang penting sembuh dulu, sehat dulu, biar bisa jadi jagoan lagi.

Oh iya, ini ringkasannya ya, tanda2 kucing kamu kena FLUTD:

  1. lesu/ ga bergairah
  2. sering ngeden di litterbox tapi ga keluar apa2
  3. lama dia akan kencing sembarangan, karena pergi ke litterbox terlalu menyakitkan
  4. saat spraying, dia pipis vertikal. tapi saat FLUTD, dia pipis ke bawah
  5. pipis berbau kuat, sangat kuat.
  6. urine berwarna gelap, coklat, lalu akhirnya darah.

Nah, secara ringkas sih untuk meringankan gejala (sebelum dibawa ke dokter hewan untuk penegakan diagnosis):

  1. beri makan basah + madu
  2. sering2 beri air putih, dicekokin kalo perlu
  3. sering2 bersihkan lokasi kucing pipis, supaya tidak ada kuman/bakteri
  4. pakaikan cone/ collar di leher agar tidak sering2 menjilat kelaminnya
  5. ganti makanan dengan RC Urinary S/O (sorry sebut merk, tapi ini karna memang efektif dan direkomendasikan juga oleh dokter hewan sebagai makanan kering tunggal, setidaknya sebulan pertama).
  6. bawa ke dokter hewan. Periksa. FLUTD banyak penyebabnya, entah infeksi oleh bakteri, birahi, batu ginjal, atau bahkan stress, dsb. Dokter yang akan menganalisis penyebabnya dan memberi resep obat terbaik, entah antibiotik untuk infeksinya, pemasangan kateter untuk mempermudah pipis, penyedotan pipis, atau bahkan bedah untuk pembuangan batu ginjal. Jangan sok tau karena FLUTD ini kalau tidak ditangani serius bisa menyebabkan kematian T_T
  7. udah periksa? tebus obatnya. kasihin ke kucingnya. Do your best.

Semoga kucing kita sehat semua ❤

Bonus: foto2 Alfa pas diperiksa

Doakan Alfa cepat sembuh ya!

Tentang Foster Kucing

Beware, this is a long post.

Saya ga tau deh. Apakah peningkatan jumlah pecinta kucing berkaitan dengan peningkatan pengguna sosmed juga. Di twitter, di facebook, di instagram, di youtube, banyak ditemukan video2 kucing lucu dan menggemaskan, dan orang2 yang tadinya hanya ada sedikit atau rasa suka yang besar ke kucing, jadi memantapkan diri buat memelihara kucing.

Ya, saya juga gitu sih. Pas masih kecil saya udah suka kucing dan hewan mamalia berbulu kecuali kelelawar, karena serem aja mukanya. Kucing itu favorit karena banyak di mana2 kan. Kelinci, agak jarang yang punya, dan kaya kemewahan deh bisa ngelus2 kelinci itu. Anjing? Hmm.. sayangnya liurnya najis dan ribet bersihinnya, pernah digigit dan dikejar pula jadi ya suka liatnya ga suka deket2 atau ngelus2.

Sampai di masa saya umur kuliahan sampai kerja awal (18-22th), entah kenapa saya kesel sama kucing. Ya kesel aja dan males deket2. Rasa suka saya alihkan ke kelinci dan hamster, terus sempet juga melihara hamster dan kelinci di awal2 masa kerja saya sampe nikah. Sampai hamil trus stop pelihara2 hewan.

Dan karena memasuki masa2 pemilu dan panas di sosmed, saya memilih untuk membisukan sebagian besar teman2 demi ademnya timeline saya. Sebagai gantinya, saya follow video tentang masakan, makanan, tips menarik tentang apapun, dan video hewan lucu. Yang sering jadi konten buat video hewan lucu itu tentu anjing dan kucing. Dan witing tresna jalaran saka kulina, maka kesukaan saya terhadap kucing tumbuh lagi. Lalu saya memelihara kucing.

Baca juga: Namanya Alfa

Tidak hanya berhenti di memelihara seekor kucing dan mencari ilmu tentang perkucingan, saya juga mengikuti akun2 tentang foster kucing, seringnya dari luar negeri, karena terus terang kepedulian terhadap hewan terlantar di sini memang belum sebesar di sana. Ya, di sini orang yang di bawah garis kemiskinan juga masih banyak, yang tidak dipedulikan juga banyak, jadi ga sempat merhatiin hewan lah ya. Apalagi kalau hewannya dianggap bisa berebut rejeki makanan sama orang.

Jadi, apa sih foster itu?

Belum nemu di kamus, jadi secara gampangnya aja, foster itu semacam tempat penampungan sementara. Kenapa sementara? Karena emang niat seseorang foster hewan itu ya ga buat selamanya, baik seumur hidup si orang yang ngefoster ataupun seumur hidup hewan yang difoster. Komitmennya beda sama adopt/ pelihara. Itu komitmen seumur hidup, baik orang yang mau melihara maupun hewan yang dipelihara.

Siapa aja yang bisa melakukan foster?

Siapa saja yang mau dan bisa. Punya rejeki untuk menyisihkan sumber daya (makanan, kasih sayang, ilmu, waktu, tenaga, tempat tinggal, uang untuk kebutuhan obat dan periksa ke dokter hewan, vaksin, sampai steril hewan) dan mau untuk mengalokasikan itu ke hewan2 yang ga beruntung di luar sana. Punya sumber daya dan mau. Di luar negeri, orang banyak mendedikasikan dirinya menjadi foster hewan terlantar. Beberapa foster yang udah punya banyak pengikut baik di ig maupun youtube dan saya sarankan buat nonton dan ikuti adalah: kittenlady, nikki martinez dan masih banyak lainnya. Cari di ig dengan hastag foster aja udah dapat banyak tuh.

Yang lokal ada? Ada… mereka juga suka buka kegiatan steril gratis dan vaksin gratis. Misalnya peduli kucing

Apa hewan yang difoster?

Ya hewan terlantar, misalnya anak kucing yang masih bayi, ga ada induk dan kalau dibiarkan di alam bebas udah pasti bakal ga selamat. Itu yang difoster, dirawat sementara sambil biasanya ditawarkan siapa tau ada yang mau mengadopsi/ memelihara seumur hidup. Kalau ga ada yang mau adopsi gimana? Biasanya kalau sudah cukup umur dan diperkirakan sudah bisa survive sendiri di alam bebas, ya dilepas. Bagaimana melepasnya? Dilepas di tempat yang sekiranya dia bisa mencari makanan sendiri.

Bagaimana cara foster yang baik?

Ini bicara ideal ya. Kalau anda lihat ada anak kucing yang terlantar, dalam gerombolan, jangan langsung ambil. Tunggu dulu minimal 2-3 jam, siapa tahu induknya sedang mencari makan dan akan kembali. Kalau sampai lebih dari 3 jam tidak ada tanda2 induk datang, barulah diselamatkan. Selamatkan satu kawanan itu, jangan dipilih2. Lalu dirawat sebagaimana mestinya. Nah, mestinya bagaimana itu kan yang jadi pertanyaan. Here are the details:

  1. Bersihkan. Ini situasional ya. Dilihat dulu kondisi anak kucingnya, basah atau tidak, bersih atau tidak. Kalau kering, biasanya ga terlalu kotor. Kalau basah, itu rawan. Rawan kotor, rawan penyakit, rawan kedinginan dan bisa bikin mati. Suhu tubuh kucing kecil itu seharusnya lebih tinggi dari kucing biasa. Tapi kalaupun kering pun rawan kutu dan telur kutu juga (tick and fleas). Jadi amannya, mandikan kucingnya dengan sampo kucing (kalau ga ada bisa pake sabun cuci piring cair), dengan air hangat, dan dikeringkan dengan handuk tebal (dipuk2) atau hair dryer juga ga masalah. Asal perlakukan kucingnya dengan lembut. Lihat videonya di sini , di sini, atau di sini.
  2. Kasih nutrisi. Nutrisi ini bisa berupa susu formula kucing atau makanan basah, dilihat dari umurnya. Kalau masih umur nyusu ya kasih susu formula kucing. Jangan kasih susu sapi karena pencernaan kucing beda tidak bisa mencerna susu sapi dengan baik. Bisa malnutrisi, diare, dan mati. Tapi entah kenapa, kucing bisa menerima susu kambing murni. Kalau darurat sekali, di forum pecinta kucing biasanya disarankan untuk memberi susu SGM non laktosa untuk anak kucing.20036134_1Seberapa banyak? Ga banyak sih biasanya, sampai umur 3 bulan, pemberian susu kucing bertahap mulai 5 ml, 10 ml, sampai 20 ml. Frekuensinya yang diperhatikan. Semakin kecil usianya, semakin sering pemberian tetapi dengan volume sedikit. Misal, umur 5 hari, beri 3-7ml per 1-2 jam sekali, umur 2 minggu mulai 5-10ml per 2-3 jam sekali.
  3. Terus, ada langkah lagi yang harus dilakukan sebelum dan sesudah memberi susu, yaitu merangsang pengeluaran urine (pipis) dan poop dari anak kucing. Anak kucing belum bisa pipis dan poop sendiri, di kehidupan nyata, induk kucing menjilat bagian anus dan alat kelaminnya supaya anak kucing bisa pipis dan poop. Nah, karna kucing piatu ini difoster ga ada induk, maka manusia yang merangsang pipis dan poopnya dengan cara menggosok2 anus dan kelaminnya dengan tisu atau kapas sampai kotorannya keluar. Beri susu, setelah kenyang, dirangsang lagi buat pembuangannya. Lembut ya, biar ga iritasi. Lengkapnya dilihat di sini
  4. Sesuaikan nutrisi dengan umurnya. Semakin besar, mulai perkenalkan anak kucing dengan makanan basah. Tapi sebisa mungkin tetap jaga kebersihannya ya. Fase mulai belajar makan basah ini sering dibilang masa paling kotor dalam hidup kucing, tetapi sebenarnya bisa disiasati. Misal, kasih mangkuk lebih tinggi dari yang mungkin dinaikin atau dipanjat dan dimasukin anak kucing. Jangan biarkan kucing masuk ke mangkuk makanannya kalau ga mau sering2 bersihin anak kucing dan takut dia iritasi kalau keseringan dimandikan.

4
coba dilihat kuku anak kucing ini, kotor ya? Apa jadinya kalau kaki kucing yang kotor ini dibiarkan masuk ke tempat makan?

1
masuk ke tempat makan kaya gini?

Jadi tolong ya, kalau mau foster kucing, jadilah foster yang bener2 bertanggung jawab. Bersihkan, mandikan, beri nutrisi dengan cara yang juga bertanggung jawab dan ga jorok. Kaya ngerawat anak manusia, gimana sih. Pas makan iya mungkin dibiarin berantakan, meskipun saya juga sering lihat anak bayi yang bisa tetap resik pas makan, tergantung yang ngasuh dan mendidik. Tapi ya tetep habis makan dibersihkan, kan? Ga dibiarin gitu aja berhari2, pasti mati lah itu kalau kaya gitu.

Foto di atas saya ambil dari ig yang mengaku foster kucing tapi menurut saya sangat jorok dan ga bertanggung jawab sama kesehatan anak kucingnya, karna ya itu, ga menjaga higienitas fosternya. Bertahan 5 hari lalu mati di bawah pengasuhan dia menurut dia udah biasa, asalkan mati dalam keadaan kenyang dan dicintai. Hhh I doubt that. Mencret iya, infeksi perut dan pencernaan juga mungkin. Denger2 udah banyak yang melaporkan dia juga ke perlindungan hewan dan ya play victim dan main drama lah hhh. Kapan2 kalau senggang saya ceritain deh gimana saya dibully pendukung dia karna kebersihan kucing ini. Kalau senggang yaaaa…

Oiya ada yang ketinggalan dalam merawat dan menyayangi anak kucing tanpa induk ini. Yatu, sediakan sikat gigi yang lembut. Buat apa? Buat grooming mereka, fungsinya kaya lidah induknya saat menjilati anak kucing. Dia bakal merasa nyaman dan feels like home deh disisiri pakai sikat gigi.

Terakhir, saat anak kucing udah siap diadopt atau dilepas, sudah bisa makan makanan kucing kering, dan sudah biasa bersosialisasi dengan sesama kucing, maka siapkan hati. Umur 3 bulan biasanya anak kucing bisa diadopsi. Sedangkan untuk dilepas, kalau bisa sih di atas itu ya. Dan kalau kucing jantan yang mau dilepas liar, selain diberi vaksin di usia 3 dan 4 bulan, usahakan juga steril di usia 6 bulan. Kenapa steril? Buat mengontrol populasi kucing biar ga semakin banyak anak kucing terlantar. Yang disteril memang biasanya jantan, karena kan dia yang menebar benih ke mana2. Dan jantan itu kalau birahi ga disalurkan rentan stres dan bikin penyakit prostat, ouch ga cuma manusia tapi kucing juga bisa kan… Beda cerita kalau kucingnya mau dipelihara, dan pemiliknya udah siap dengan kemungkinan punya anak kucing dan memeliharanya.

Saya sendiri gimana? So far baru sempet foster 2 anak kucing, keduanya betina. Yang pertama penyakitan, cacingan, kutuan, sendirian, di kantor saya bawa pulang. Bawa ke dokter hewan, suntik vitamin, dirawat sekitar 2-3 bulanan dan badannya menggendut, trus karna ga ada yang mau adopt yaudah saya lepas lagi di kantor. Kebetulan di kantor banyak yang suka bawa makanan kucing kering setiap hari, jadi untuk makanan dia kayanya ga masalah.

Yang kedua, masih umur 3 minggu. Sakit jamur parah, dan terus kami obati dengan obat jamur dan oles VCO. Oles VCO ini ampuh untuk jamur kucing ternyata. Mandi dengan sebazole juga, intinya akhirnya sembuh lah, walau sempat saya dan suami ketularan ringwormnya dan alhamdulillah sembuh dengan YLEO Lavender. Ini kami pelihara sampai lumayan gede juga, sekitar 5-6 bulan? Akhirnya kami lepas di pasar, di mana tukang sayur yang kumpul di pasar sering ngasih sisa ayam atau insang ikan ke kucing2 liar di sana.

Sementara stop foster dulu, karena udah komitmen nambah anabul tetap buat nemenin Alfa, namanya Luna. Dan bener beda kucing beda karakter, nanti kapan2 juga kalau sempat saya cerita tentang si Luna ini gimana deh, insya Allah.

Nah saya nulis ini buat nambah wawasan aja sih.. Selain memperkenalkan bahwa ada loh, foster ini, kalau emang anda2 ingin merawat kucing tapi ga bisa berkomitmen buat adopsi atau melihara seumur hidup, yaudah rawatlah anak2 kucing yang memerlukan bantuan. Dan yang terpenting, be responsible. Jangan sampai ngefoster kucing demi konten instagram atau medsos lain, demi view dan like (karena peminat bayi dan anak kucing sungguh banyak), demi media minta sumbangan (yesss, ini pahit tapi bener ada foster yang modus minta sumbangan gini), tapi akhirnya ga bertanggung jawab sama apa yang ada di tangan. Nyawa loh ini urusannya.

Seru kali ya nulis tentang foster2 modus yang pernah saya temuin, sampe2 ada yang panggil mediator buat nyari tau kondisi kucing yang (asumsi saya) dibuang demi ngejelasin ke followernya ke mana itu si kucing a kok udah ga pernah nongol lagi. Hhhh seriusan panggil mediator buat ngomong sama roh kucing zzzzzzz…. dan drama dan bully online dan playing victim dan report account, duh banyak kejadian deh. Entah deh perlu ditulis atau enggak.

Udahan dulu,

Ast ❤

Review Makanan Kucing (WF)

Hola!

Meneruskan postingan Review Makanan Kucing (DF)

dan Review Makanan Kucing (DF bag. 2)

kali ini saya mau menuliskan untuk wetfoodnya. Kenapa harus wetfood? Perlu ga sih kucing diberi wetfood atau cukup dryfood aja?

Jadi kalau dari baca2 di forum pecinta kucing, baik dry food maupun wetfood itu ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sekilas aja, kelebihan dry food sebagai makanan utama kucing misalnya lebih praktis, lebih ekonomis, awet, tahan lama. Sedangkan kelemahannya yaitu bisa bikin kucing kena penyakit FUS (kencing darah), ga baik buat ginjal, efeknya ya macam manusia dikasih makan mi instan terus.

Sedangkan wetfood sebagai makanan utama, kelebihannya adalah secara tekstur dia ga akan bikin kucing sakit ginjal, aromanya juga lebih kuat dan menarik untuk kucing jadi doyan makan. Kelemahannya? Karena dia basah, bisa bikin gigi kucing rusak karena residu asamnya. Dan juga dia ga tahan lama dibanding dryfood karena bisa basi. Terus, mahal!

Makanya paling aman sebenernya dikombinasikan sih, pemberian wetfood dengan dry foodnya. Alfa pas masih kecil sering makan kombinasi wetfood-dryfood ini, setelah umur 6 bulan dia udah ga doyan kombinasi ini dan udah full doyan dryfood. Saya kasih wetfood sebagai selingan aja kalau misal dia lagi bosan makan dryfoodnya.

Sekarang ada kucing baru, namanya Luna. Dan karna dia masih kitten umur 4 bulan, dia masih doyan makan wetfood. Si Alfa yang masih cemburuan sama kedatangan kitten di rumah jadi semangat makan campuran wetfood lagi dong dia.

Nah, wetfood apa aja sih yang pernah saya cobain? Cekidot!

  1. whiskas junior

Saya beli ini yang sachetan. Bisa untuk seminggu sih, tiap makan kasih sesendok whiskas ini dicampur 2-3 sendok dryfood. Kalau sehari 2 kali makan yang dijatah begini, sehari cuma menghabiskan 2 sendok kan (asal sepanjang hari pastikan mangkok dryfoodnya ga kosong, jadi kalau lapar jadikan dryfood sebagai camilan dan yang campuran sebagai makanan berat). Harga di online store mulai 4ribuan, sedangkan di offline (di Alfamart ada) itu bisa 7700an. Jauh ya bedanya beb, jadi mending beli di online store aja.

Alfa doyan yang rasa tuna, yang rasa ikan kembung dia ga mau sama sekali. Dasar kucing sombong. Efek ke pup juga ga masalah sih. Ga bikin diare atau gimana2.

2. Snappy Tom Kitten

Ini kemasan kaleng dan beratnya 150gr, jadi 2 kalinya whiskas sachet ya. harganya waktu itu 11,5rb an. Alfa sempat beberapa kali makan ini, karena saya belinya agak banyakan aja, begitu habis udah ga repurchase karena saya milih balik ke whiskas. Emang kenapa? Ada masalah? Hmm..sempat sih tiap ganti kaleng baru tuh Alfa agak diare dan nafsu makannya ga sebagus pas sama whiskas.

3. Fancy Feast Kitten

 

Ini wetfood dari yang mengeluarkan merk Proplan dan Equilibrio katanya, jadi ya agak premium lah ya kualitasnya. Tektur dan aromanya memang beda sih, dari semacam whiskas atau snappy tom gitu. Warnanya putih, aromanya harum kaya ada manis2nya, tekturnya lebih kering dan padat. Kalau yang lain semacam daging ikan + jelly, ini tuh kaya daging padat gimana gitu, beda aja. Harganya 11rb++ untuk isi 85gr an jadi emang agak mahal ya. Alfa gimana? Ga doyan, saudara2… Baguslah jadi ga perlu beliin makanan mahal buat dia. Emang pengertian ini kucing satu.

4. Yummy

Saya belikan yang sarden. Alfa doyan, saya juga seneng sih liatnya, ikannya gede2 gitu potongannya, baunya juga harum. Harganya 13,5rb untuk 400gr. Lumayanlah ya.. Cuma untuk 1 ekor kucing yang makannya ga terlalu banyak, dia jadi rawan cepet basi karna ga habis2 dalam seminggu. Idealnya sih buat saya, makanan kucing basah itu umurnya seminggu aja setelah dibuka dan disimpan di kulkas. Kalau kelamaan bisa berubah rasa, aroma, warna, dan ngaruh ke kesehatan kucing juga. Gamau kan kucing diare terus karna kitanya terlalu mau hemat. Ini bagus sih, rekomended! Tapi saya masih coba cari yang lain yang cocok juga buat Alfa, yang lebih murah, dan kalau bisa di tokonya ada makanan kering yang biasa Alfa makan biar sekalian.

5. Profelin

Saya cobain semua variannya. Alfa paling semangat makan yang kaleng biru (tuna) sama hijau (tuna sarden). Harganya lebih miring dibanding Yummy, pernah ada yang jual 11,5rb per 400gr. Dia ga terlalu masalah juga di pencernaan Alfa. Rekomended juga. Sekarang harganya udah naik 12,5rb kayanya.

6. Kucinta

Saya cobain 3 rasa: tuna, sarden, sama pilchard. Alfa dan Luna sama2 doyan yang tuna, dan ga terlalu doyan pilchard. Sarden ya so-so lah. Kalau beruntung bisa dapat toko yang jual dengan harga 13,5rb an. Sekarang harga wetfood udah pada naik ke 15rb an sih standarnya. Buat saya sih sebenarnya masih bagusan Yummy, soalnya Kucinta ini banyakan jelly nya dibanding daging ikannya. Secara aroma juga masih enakan Yummy.

Nah, kayanya cukup lah ya review makanan basahnya. Saya masih cari di kisaran budget maksimal 15rb an untuk kemasan 400gr. Lebih dari itu masih pikir2 sih. Soalnya dalam sebulan bisa habis 2-4 kaleng untuk 2 ekor kucing (1 dewasa 1 kitten), ditambah budget dry food untuk sebulan yang bisa 2-3 kg ya lumayan juga jadinya.

Dalam situasi tertentu juga jangan lupa vitamin (Nutriplus Gel, 100an per tube, bisa untuk 6 bulanan), kuning telur rebus (kalau habis sakit atau untuk daya tahan tubuh), tempe rebus (pas diare), kapsul minyak ikan (150-200 rupiah per butir, beli secukupnya aja, pemberian bisa gantian sama nutriplus gel).

Semoga bermanfaat, sampai jumpa di ulasan lain tentang kucing!

Ast ❤