10 barang pribadi yang wajib ada di kantor

Hola!

Sudah 2 tahun di kantor ini sejak penempatan tahun 2018 kemarin. Udah ngapain aja? Setahun pertama masih penyesuaian dan kebetulan ada adek2 magang yang sedikit banyak jadi partner dan ngebantu urusan kerjaan, + target juga belum dalam posisi mendesak. Di akhir tahun menuju tahun kedua, udah mulai hectic dan kebetulan ngatur waktu rehat dan kerjanya masih acak adut jadi tepar di akhir tahun. Tahun kedua mulai load kerja yang subhanallah, ditambah target kerjaan yang deadline. Literally dead-line. Alhamdulillah udah terlewati yah…

So di awal tahun ketiga ini, mulailah agak selow buat liat2 tempat kerja ini secara lebih menyeluruh. Tiba-tiba aja gatel pengen berbenah dan beberes, hal yang ga akan kepikiran (dan kalaupun kepikiran juga ga akan keturutan) di tahun2 sebelumnya. Kalau selama ini sebatas bersih dan beres, saat pikiran agak senggang jadi pengen nambah sisi estetisnya biar bisa jadi moodbooster.

Jadi, mengingat beberapa pengalaman (karena pengalaman adalah guru terbaik), saya pengen berbagi aja, hal2 atau barang2 pribadi apa aja sih yang sekiranya musti banget ada di kantor. Secara ya, kita menghabiskan 1/3 hidup kita dalam sehari ya di kantor ini. Biar nyaman buat diri sendiri, ga ngrepotin dan ngerugiin orang lain, yuk sebisa mungkin kita menyuplai kebutuhan diri dengan barang pribadi juga. Ga pinjem2 ya sis. Minta2 apalagi. Yuk cekidot.

  1. Mukena

Seriusan ini buat muslimah. Atau kalau secara umum ya peralatan ibadah pribadi lah. Meskipun mungkin di kantor udah ada mukena milik mushola, alangkah baiknya kalau bisa bawa mukena sendiri, dan dicuci pribadi secara rutin. Kenapa? Karena itu kaya pakaian yang bersentuhan dengan kulit. Ga enak dan risih banget kan kalau pinjem2 yang kainnya udah melekat dengan kulit orang lain, dalam kondisi sering basah sisa air wudhu, ga dicuci rutin pula.

Hey, bersuci itu sebagian dari iman. Ga enak juga kalau kamu pinjam mukena orang hanya karena itu lebih bersih dan nyaman dipakai trus yang punya mau pake malah lagi kamu pake. Plis lah, meskipun kamu bakal cuma seminggu atau bahkan cuma sehari doang di kantor itu, bawa mukenamu sendiri. Udah banyak loh mukena bahan parasut yang simpel dan kecil bisa muat tas ransel, kalau kondisi kamu itu biasa pergi ke kantor orang. Apalagi di kantor sendiri yang pasti bakal lebih dari sehari doang.

2. Sandal jepit

Ini buat wudhu, buat jaga2 kalau sepatu basah karna kehujanan di musim penghujan ini. Ya kalau mau naruh sepatu cadangan di kantor juga bisa sih, tapi bukan itu poinnya. Pakai sendal jepit ini utamanya buat wudhu, dari tempat wuhu ke mushola .Jadi sepatu dan kaos kaki kamu ga kebasahan dari dan menuju mushola.

3. Stationary

Alat tulis pribadi. Kenapa ga saya taruh di awal? Ya karna namanya ngantor, harusnya yang beginian sih wajib ada dan ga akan terlupakan sih. Sering juga dapat stationary dari kantor kan. Dari pulpen, pensil, notebook, post-it, sampai yang ga disediakan kantor kaya gunting, isolasi bening, steples dan isinya (dulu saya beli sendiri yang model lucu2). Buat nyaman dirimu sendiri di kantor buat menunjang kinerjamu juga.

4. Payung

Sedia payung sebelum hujan. Udahlah, peribahasa ga akan salah. 😀

5. Tisu

Atau sapu tangan pribadi, kalau mau paperless dan go green. Buat apa? Macem2. Udah sediain aja, ga akan rugi, kecuali karna dimintain orang2 secara brutal trus kamunya malah belum pakai. Iya itu rugi. Tisu ini juga bisa diperluas sampai ke area yang lebih private lagi, seperti pembalut, dan kapas.

6. Colokan

Ini kadang perlu ga perlu ya. Tapi saya selalu sedia sendiri sih, minimal yang lubangnya ada 3, buat laptop, hape, dan satu lagi kalau ada yang mau numpang.

7. Tas plastik/totebag

Biasanya saya sedia, sisa dari toko yang saya lipat segitiga (cowok cewek wajib bisa!) dan saya simpan di laci. Gunanya apa? ya buat kalau mendadak saya perlu bawa2 dari kantor. Snack rapat kah, makan siang yang ga kemakan kah, sepatu yang dibawa daripada dipakai trus kehujanan, lalu kitanya pakai sandal jepit, dsb. Sediain aja 2-3 dalam ukuran yang berbeda. Ga rugi.

8. Kunci laci.

Perbarui kunci laci meja kerjamu. Minta tolong ke OB buat ganti, jadi barang2 pribadimu bisa kamu taruh laci dengan aman ga harus dibawa2 pulang pergi tiap hari. Aman, simpel, gampang.

9. Headphone

Ini debatable. Tergantung budaya kerja di lingkungan kantormu. Tapi seiring waktu, kayanya budaya kerja dengan kuping tertutup headphone udah lebih bisa dimaklumi deh. Apalagi yang stay di kantor aja, ga ke mana2, ngerjain kerjaan rutin. Kenapa? Ya dunia berubah.

Di satu jawaban di Quora yang saya baca, bahkan jika kamu berada di kantor yang atasanmu tidak senang melihat kamu mengambil jeda/ rehat di saat kerja (lihat hp, main game, buka medsos) maka kamu yang harus mengevaluasi lagi tempat kerjamu, karena dianggap udah ga manusiawi 🙂 We’re human, we have our needs. As long as the target is achieved, then no one should worry.

Beda lah ya dengan jaman dulu, di mana pake headphone dianggap ga sopan, ga ada etos kerja yang baik, dst. Pake headset musti yang kecil yang bisa ngumpet jadi ga ketauan lagi dengerin musik (atau tilawah Qur’an; ehem ukhti..). Sekarang pake headphone yang gede biar orang tau sekalian menandai kebutuhan personal atas ruang pribadinya dan bagaimana berkomunikasinya bahkan ada dibikin memenya, wkwk

headphones-use

Asal tau situasi, tempat, dan kondisi. Ga mungkin juga kan rapat dengan atasan pake headphone. Atau ke kantor orang atau klien pake headset di depan mereka. Tau diri sih.

10. Gelas minum/ mug

Ini opsional juga sih, ga wajib. Saya sih enggak, tapi saya lihat ada beberapa teman yang bawa dan pakai. Jadi enggak ganti2an dengan orang lain. Kalau saya masih pakai gelas kantor karena percaya sama OB kantor yang cuci gelasnya, wkwk.. Ada juga pengalaman teman yang mug nya malah pecah pas dicuci OB kantor, huhuhu pasti nyesel apalagi kalau lucu.

Nah itu sih barang2 pribadi yang menurut saya musti ada di kantor. Misal adalagi barang lain yang sekiranya dianggap perlu, misal peralatan jahit darurat (kita ga bisa memastikan ga bakal kenapa2 dengan pakaian kita) ya monggo ditambahkan. Silakan, enggak dosa dan tulisan di atas juga ga saklek banget kok. Disesuaikan aja. Judulnya kok wajib? Yaa clickbait atuhlah gmn 😐

Oiya, saya juga bukan aliran yang memasang foto keluarga di meja kerja. Karena males aja dikepoin wkwkwk.. saya agak punya prinsip buat memisahkan kehidupan pribadi dengan kehidupan profesional sih. Sentuhan personal paling saya kasih sedikit di meja berupa tanaman atau hiasan yang enggak terlalu mencolok. Less is more, I believe.

my lovely corner

Gitu ya, selamat bekerja dan semoga bermanfaat!

Ast ❤

Cerita Alfa

Hallo, namaku Alfa. Aku adalah seekor kucing persia. Aku bukan persia murni, melainkan sudah campuran. Tapi aku tidak tahu campuran persia apakah aku. Ibuku menduga bahwa aku campuran persia-mainecoon karena ada semacam jubah di leherku, dan semakin bertambah umur, bentuk moncongku semakin mirip mainecoon. Tapi sudahlah, aku sudah tidak terlalu peduli lagi, asal aku sehat dan bisa bahagia tinggal di keluarga ibuku ini.

Aku datang ke keluarga ini saat usiaku baru 2 bulan lebih sedikit. Ibuku mengadopsiku sebagai hadiah ulang tahun untuknya sendiri. Begitulah. Awal aku datang ke rumah ini, badanku masih kecil dan aku sudah selesai menyusu pada indukku, aku sudah bisa makan makanan kucing kering dan sudah pintar buang air di pasir. Aku suka bermain, aku suka bermanja-manja, aku tidak suka sendirian. Dan aku adalah kucing yang pendiam, aku tidak berisik dan jarang sekali mengeong. Aku adalah teman yang pasti kalian akan terpikat padaku, karena aku lucu dan menggemaskan!

alfas1
saat aku baru datang, masih kecil ya
alfas2
ekorku masih imut 
alfas3
lihat aku, lihat aku

Aku memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibanding kucing lokal, tetapi tidak serendah kucing persia murni. Pencernaanku terkadang bermasalah. Awal datang juga aku masih suka gatal karena ada banyak kutu di tubuhku. Tetapi ibu dan ayahku merawatku, memandikanku, dan mengobatiku dengan obat kutu sehingga sekarang aku sudah terbebas dari kutu! Ibu dan ayahku juga memberikan vaksinasi kepadaku untuk melatih daya tahan tubuhku agar tidak mudah sakit terkena virus. Virus itu banyak yang berbahaya dan bisa membunuh kucing, aku tidak mau sakit karenanya!

Tetapi, saat aku divaksinasi, rupanya aku tertular jamur dari kucing lain, sehingga untuk beberapa saat aku merasa sangat gatal di daerah telingaku dan kugaruk terus sampai lecet dan berdarah. Untungnya, ayah dan ibu tanggap membelikan obat jamur (meski aku sungguh tak suka baunya!) dan mengoleskan VCO di daerah yang terkena jamur. Untuk beberapa waktu, badanku terlihat dekil dan kumal karena buluku lepek terkena VCO, obat jamur, dan jamur itu sendiri yang mengurangi penampilanku. Tapi ibu dan ayah selalu rutin memandikanku sehingga akhirnya buluku bisa kembali halus dan lembut.

Aku tinggal bersama ibu, ayah, dan DD. Aku suka kepada ayah karena sering mengajakku bermain dengan mainan, aku jadi aktif karena berlari2an di rumah dan halaman. Ayah juga sangat suka menggendong dan membelaiku. Aku cuma tidak suka jika aku harus mandi. Aku akan menangis dan meronta, bahkan sering mencakari lengan ayah saat menggendongku mandi.

Aku juga suka ibu. Dia sering memberiku makan. Dan saat aku makan, dia akan mengamatiku. Terkadang aku suka berpura-pura tidak berminat lagi pada makanannya sehingga ibu akan menyuapiku, hehe.. Tetapi rupanya ibu sering kesal karena aku sering minta disuapi. Ibu ingin aku menjadi kucing yang tidak terlalu manja padanya. Padahal aku suka sekali padanya, aku suka mengajaknya bermain dengan menggigiti tangan dan kakinya agar dia memperhatikanku. Tetapi terkadang ibu kesakitan lalu aku dihukum di dalam kandang sehingga aku sedih sekali.

Sedangkan DD, aku takut padanya. Dia pernah bermain denganku tetapi dengan cara yang kasar, mungkin karena dia masih kecil dan belum mengerti bahwa aku bisa sakit kalau dikasari. Tetapi aku kan juga hanyalah kucing kecil 😥 Aku juga suka diteriaki olehnya, apabila aku melanggar larangan dari ibu atau ayah. Tetapi DD juga sudah belajar untuk bisa bermain denganku secara lebih lembut. Dia suka mengajakku toss yang akan kulayani dengan kaki depanku. Meski aku takut, aku tahu dia menyayangiku.

alfas7
Sekarang aku sudah lebih besar!

alfas8

alfas9
Lihat ekorku, ibu ingin ekorku seperti kemoceng. Bisa tidak ya?

Kemarin sore, aku terkena musibah. Saat ibu pulang kantor, aku sedang bersantai di halaman. Tanpa ibu sadari, gerbang terbuka dan aku langsung tertarik untuk main keluar. Aku masih ingin tahu, aku kan anak kucing! Maka aku keluar dari gerbang. Tetapi tiba-tiba, ada 2 motor yang berpapasan di depanku dan aku takut sekali. Motor itu besar dan bergerak kencang dan suaranya keras. Maka aku langsung berlari menyelamatkan diri bersembunyi di balik pot-pot bunga. Tetapi yang aku tak tahu, aku terjatuh ke dalam selokan! Oh, aku takut sekali. Aku langsung menangis keras-keras, sehingga orang-orang berlarian ingin melihatku. Aku semakin takut dan semakin bersembunyi ke dalam lorong selokan. Aku mendengar namaku dipanggil-panggil tetapi aku tak mau keluar. Aku takut! Sampai aku melihat sebuah tangan menjulur, itu tangan ibu! Dan aku mendengar suaranya memanggil namaku. Oh, Ibu! aku senang sekali, aku keluar dan langsung digendong oleh ibu. Aku menangis pelan, supaya ibu tahu bahwa aku sedih, takut, tetapi juga lega karena dia sudah datang menolongku.

Lalu akhirnya ibu meletakkanku di kandang karena tubuhku bau comberan, huhu, padahal aku baru saja mandi. Mungkin nanti aku harus mandi lagi. Tidak apa, asal ibu memaafkanku karena sudah hampir mencelakakan diriku sendiri.

Aku takut, kaget, dan lelah. Jadi aku mau istirahat saja. Ibu sudah memberiku makan dan minum, meskipun tidak mau menyuapiku lagi. Tidak apa, aku bisa makan sendiri asal ibu tidak marah lagi.

Aku sayang ibu, ayah, dan DD.

Itu ceritaku, sekarang aku ngantuk! Hoahm, sudah dulu ya. Terima kasih sudah membaca. Lain kali aku cerita lagi. : 3

to rest our mind

Last month in a year means lots of works!

I feel exhausted that I want to go vacation just to rest my mind but my time just haven’t come. Although I went to my hometown last month but because it wasn’t a holiday I just can’t really enjoy it as a true holiday.

I long for a clear air, greeneries, vast blue sky, but on weekends all I can do is just take a long sleep. My body is exhausted and a deep long sleep is for the rescue. But sleeping is just for the body, and what my mind need is more than just a sleep.

bali 1

Bali, who doesn’t want to visit?

pinus 1
Pinus Forest in Lembang. Gosh I miss the fresh air there!
bali 2
Blue sky in Bali. I can take a long nap, I wish.

I go on a date with my husband, we had a movie after a year not going to the cinema! My parents come visiting their grand children and I ask a favor for them accompanying my son to sleep with while we were watching movie, which they agreed happily. Their loveliest boy for their own 😀 A long night and my man is only for me, not to share with that little boy who always be jealous everytime we start to cuddle 😐 It refreshes our mind and our relationship, though. But still, a visit has to over, my parents back to home leaving my boy crying for missing them 😥

The days after, life still continues with it’s daily problem. My mind is full. I want beach. I want trees, I want leaves, I want the wave and the sea.. But I don’t want to spend any extra money just to live a night in a hotel near home. So as a surprise this thought come at Saturday nite, when we go nowhere at the day.

“I want to do yoga tomorrow, would you accompany me?” I asked my husband.

“Sure.”

read also: Yoga Gembira @ Taman Suropati

***

So the next morning, I just can’t take more sleep in the morning after doing Subuh prayer as I always do in the weekends. I prepare, my self, my man, and my boy. We went together to Suropati Park, I follow the instruction, I pull out my body, I stretch, my hands are shaking, my body is sweating, but I am happy! In the rest of practising, we lay down in the park, trees and leaves above us, and I feel calm and relieved.

 

pinus 3
Sorry for the shoes 😛
pinus 2
Still in Lembang, though. This place is the best. I’m still missing to go back there someday.

No need a staycation, no need a long vacation. I can rest my mind just 20 minutes far away from home, in the Sunday morning with a gloomy skies. It is enough, I feel content and hope it can recharge my strength for 2 weeks more!

After that, welcome holiday!

Can’t wait!