Yoga Gembira @ Taman Suropati

It’s started somewhen in middle of Ramadhan, when I woke up with some serious back pain that made me unable to move freely. Well, it’s not exactly the first time l feel that backpain though, but it started a long time before. At about 2010 I went to my office clinic with a backpain complaint. After some check up, the doctor concluded that I had scoliosis and had to take more serious steps to take care of it. Long story short, I had to take some therapy and do exercises, swimming and yoga are recommended to prevent my curve going worse.

Then I moved to Borneo. My therapy was stopped, I didn’t do any exercise, but I change my sleeping mats to mattress Palembang (I’m sure you know what I’m talking about) and my back pain weren’t coming back, so I’m good.

When I go back to Jakarta, getting married and pregnant, I was still using mattress Palembang. Untill I had my baby, I decided to change my sleeping mat to springbed, for my baby’s comfortness. I had some easy backpain that I could overcome. I do swimming sometimes, so basically, I’m still doing good. Untill my bones are screaming for help.

Then I was looking for another way to cure my pain. I did change my sleeping mats again, using mattress palembang. I seldom do swimming due to my business and my son’s condition, if he’s not healthy enough to play with water then we skip swimming. So I decided to do yoga.

I googled about yoga. Looking for yoga classes that I can afford. I have to look for clas that is held on weekends because I have no time doing it on weekdays. I have my job and don’t want to spend the rest of the day without my son.

Then I found this Yoga Gembira community. It was stated that this Yoga Gembira is held every Sunday morning in Taman Suropati at 7 a.m., for free. Yeay! It’s a perfect deal for me. I can attend yoga and my son can play around park happily with his daddy. And it’s free, which woman doesn’t love free stuff? ๐Ÿ˜€

So I search for a yoga mat, read many reviews, buy one, and this morning, I attend a class. For my first time doing yoga, I enjoyed it much. The fact that it is held on an opened air and view in morning park helps much to make me relax doing it. Plus, my son, in some occasion, can reach me easily and follow me doing some poses. I’m happy that I take this new thing I never thought I would do.

IMG_20180701_114258_867IMG_20180701_114258_885IMG_20180701_113009_274

I think I will regularly attend this class, so when you’re interested to join us, please come! It costs you none but your time and your efforts, but I’m sure that it’s gonna be worth to try! ๐Ÿ˜€

Love,

Ast. โค

P.S. if you wanna know about yoga gembira, you can reach them through ig: yoga_gembira or visit http://www.yogagembira.com

Modisco

Ada yang tau maksud judul tulisan ini? ga tau? sama, awalnya juga saya ga tau.

Awalnya, di toko depan jalan rumah yang jual macam2 makanan dari timur tengah dan oleh2 umroh, saya iseng2 liat2 dan berbelanja. Beli kurma, kismis, dan buah tin. Buah tin ini nanti rencananya saya bikin postingan tersendiri. Nah, sambil makan buah tin, sambil googling manfaatnya yang ternyata banyak, salah satunya adalah menambah berat badan.

Sebagai orang dengan tipe tubuh ectomorph yang susah gemuk, tentu iming-iming menambah berat badan jadi bikin buah tin lebih berkilau2 gitu di mata saya.

Ini referensi bentuk tubuh yang sesuai ya,ย bentuk tubuhย intinya sih, yang ecto susah gemuk, yg meso itu ideal, dan endo susah kurus.

Sempet pula akhirnya kepancing googling lanjutan, di situ resepnya makan pisang 2 buah di pagi hari dilanjut dengan susu yang ditambah mentega. Err…susu campur mentega bakal jadi se eneg apa yak… Tapi gooling lanjutan tentang susu+ mentega ini membawa saya mengenal lebih lanjut modisco ini.

Modisco (modified dried skimmed milk and coconut oil) adalah nutrisi untuk mengobati gangguan gizi atau kekurangan energi protein. Formulanya adalah susu, gula dan minyak (mentega) dan berhasil mengatasi masalah anak dengan gizi buruk di Afrika (atau Indonesia di NTT?). Konon, merk susu formula tertentu milik kita semua juga berasal dari singkatan susu, gula, dan minyak/ mentega ini… tau kan merk apa? :wink

Nah, pemberian nutrisi tinggi kalori ini diperuntukkan untuk orang/ anak dengan gizi buruk, gizi kurang, kurang BB, atau anak sehat dengan tubuh kurus. Tapi tidak diperbolehkan untuk anak di bawah usia 6 bulan, anak gemuk, dan anak dengan gangguan kerja ginjal.

Jadi, saya boleh dong mengkonsumsi ini ya, nanti kalo perut ga masalah dicobain deh ke anak.

Selanjutnya, suatu hari saya mulai bereksperimen. Mencampur susu cair segelas (UHT plain) dengan sesendok gula pasir dan sesendok mentega (di beberapa referensi mentega ini diganti margarin atau bahkan minyak sayur biasa). Dipanaskan di panci sampai menteganya cair, terus diminum anget2. Eh, kok enak. Kok ga eneg. Tapi tunggu dulu 12 jam siapa tau perut bermasalah karna intoleransi lactose.

Ditunggu ga ada masalah, mulai deh cobain ke anak. Si anak doyan. Trus dirutinin malah jadinya sebelum bobo mimik modisco ini. Kalo ibunya, sebelum minum ngemil buah tin dulu sebuah-dua buah. Trus lanjut dengan modisco ini.

Dan, jreng jreng….. naik 2 kilo dalam 5 hari, aku sungguh bahagia ^__^ (*nyengir sampai kuping)

Anak gimana? kayanya masih segitu2 aja, mungkin karna sedang lasak2nya, jadi kalori yang masuk segede apapun langsung dibakar sama tubuhnya. Yasudah.

oiya, kalo belum tahu bedanya mentega sama margarin, belajar duluย beda mentega dan margarin

Kalau saya kemaren pakai yang merk ini:

8196178_73deecfd-7400-410f-a5be-a9164e41d9e0
source: tokopedia

pemberian modisco bisa dihentikan bertahap kalau berat badan sudah mencapai batas yang diinginkan.

Oh, satu lagi sih, sebetulnya beberapa orang dekat yang udah lama ga ketemu juga mulai komen kalo pipi saya mulai agak berisi dibanding sebelumnya, mungkin karena sekarang udah kumpul dan ga LDM lagi ya, mana udah sekantor bareng berangkat pulang bareng, jadi intinya sih saya lebih hepi aja jadi keliatan gemukan, hehehe ๐Ÿ˜€

Tapi ga ada salahnya dicoba, it works! ๐Ÿ˜‰

baca juga:

JSR adalah โ€ฆ

Resep Overnight Oats Simple

[review] Henna untuk rambut

Suatu hari di tahun 2006/2007, tepatnya kapan saya agak lupa, terjadi suatu percakapan dengan seorang teman di dalam angkot.

AJ: gw punya adek kelas yang terkenal nakal tuh, jaman SMA rambutnya udah dicat merah gitu, untungnya dia pake jilbab jadi ga ketauan sama guru BP.. kalo di Islam tuh boleh ga sih ngecat rambut gitu, haram ga?

A: setauku boleh, malah yang ga boleh kalo dicat item, merah malah disarankan, pakai henna ato apa itu namanya..

AJ: wah, adek kelas gw itu nakal tapi bener ya ternyata..

Sekian tahun kemudian, pada awal 2012 adalah cerita pertama saya memakai pewarna rambut. Waktu itu sedang iseng atau lagi nyeleneh aja (atau efek patah hati XD ), lupa, jadi saya ke salon, potong rambut lalu minta mbak2nya untuk mewarnai rambut saya, saya pilih warna ungu waktu itu.

Yang selanjutnya saya sesali terus, karena rambut saya jadi kering rusak kusam dsb you name it lah segala efek rambut rusak karena diwarnai. Nyesel, mana hasilnya juga ga sebagus itu ๐Ÿ˜ฅ

Jadi setelah itu saya kapok sama yang namanya cat rambut. Apapun. Rambut saya baru balik dengan segala kelebihannya pas saya hamil, glowing sebagus-bagusnya, yang segera menghilang juga seiring melahirkan dan anak saya gedean. Pfft.

Lalu saya jadi merindukan efek rambut indah lagi. Trus mulai browsing-browsing perawatan rambut. Lalu nemu lah si Henna yang sebetulnya udah saya kenal dari hadis2 aja sih, kalau Rasulullah mewarnai dan merawat rambutnya dengan henna ini. Penasaran, searching-searching, dan ternyata inilah manfaat henna:

  1. menutupi uban
  2. melembabkan rambut
  3. mengatasi ketombe
  4. membuat rambut sehat bercahaya
  5. mencegah rambut rontok

mulai searching henna alami, karena ternyata henna banyak juga yang ga alami dan kalau alergi terhadap kandungan campurannya bisa bikin bengkak dsb banyak beritanya, ngeri2..

Terus setelah yakin dengan info2nya, dapetlah yang kira2 produk henna nya meyakinkan, saya beli di sini โ†“:

henna

oiya, dulu mau beli lewat email aja kontak2annya, diminta wa juga ga ada, yaudah bersabar aja. Ga lama paketnya dateng, dan ga saya apa2in sampe 2 tahun … ๐Ÿ˜€

Sampe kemaren pas nyari2 barang tau2 nemu itu paket, trus karna lagi iseng2 juga, liat expired datenya masih lama, coba lah eksekusi. Saya pake yang merk ini:

 

pas makenya saya pakai 2 sachet (sekitar 100gr) dicampur air perasan lemon (lokal) 1 buah dan air biasa sampai membentuk pasta seperti yogurt. Campurnya di baskom dan diaduk dengan sendok plastik, didiamkan minimal 2 jam – sehari semalam (yang disarankan, pas saya kemaren sekitar 8 jam) terus diaplikasikan ke rambut dan kulit kepala.

Bubuk henna yang dicampur air teh dan didiamkan semalam

rasanya adem dan sejuuuuk, saya suka sekali pas pengaplikasiannya. trus ditunggu sampai 2 jam, bilas. Sebetulnya ternyata pas bilas cukup dengan air mengalir saja sampai bersih terus diolesin kondisioner, tapi karna belum tau kemaren saya sampoin. Menurut artikel lain yang saya baca, ternyata sampoannya paling ga 3-4 hari setelah pengaplikasian henna karena dalam 3-4 hari ini henna akan mengubah warnanya semakin pekat di rambut.

Biar deh, karna semalam aja rambut saya warnanya udah agak2 bersinar kemerahan di bawah cahaya lampu, tapi efek yang paling nyenengin adalah kepala rasanya enteng, rambut halus lembut banget banget bangettttt, after efeknya suka banget makanya langsung saya niatin nulis di sini ๐Ÿ˜€

kalo mo liat review lain di amazon tentang produk ini ada juga loh ternyata:

review henna

so, kalo mau nyobain merawat rambut (ga cuma mewarnai, karna warnanya ya itu2 aja paling, gradasi oranye ke cokelat ke merah) yang alami ga kuatir ngrusak rambut, boleh loh cobain henna. tapi yang alami ya, karena aku sudah rasakan sendiri bedanya ;D