Bahasa Cinta

prince-harry-meghan-markle_759_ap2
source: indianexpress.com

Ehem, masih anget dengan ini? Iya, masih banyak bertebaran di timeline media sosial saya yang begini2, di ig dan di fb. Di twitter sih udah adem ya saya lihat. Yang di ig dan di fb rata-rata (masih) diisi dengan anjuran kepada perempuan untuk menghargai dirinya sendiri, karena siapa lagi yang akan menghargai kalau bukan diri sendiri? Dan kalau caranya benar, nantinya akan ada lelaki yang menghargai perempuan apapun statusnya, apapun masa lalunya, dan memperlakukannya dengan layak bagaikan putri. Atau, anjuran kepada lelaki-lelaki beristri untuk sering-sering memuji istrinya, karena perempuan manapun pasti akan meleleh dan bahagia kalau dipuji.

Hmmm…is that so?

Sebenernya sudah sejak jaman kapan kalau saya baca2 tulisan-tulisan semacam itu di medsos maka akan sekedar: baca, oh, gitu ya, *scrolling2* trus lanjut yang lain; atau: baca, *rolling eyes* *scrolling2*; atau: baca, *angkat bahu* *scrolling2*. Done.

I just let them go and I still continue my life as it is.

Terus, semalam pas lagi liat2 timeline twitter, ada semacam selebtwit yang mereferensikan link untuk menguji bahasa cinta apa yang orang-orang gunakan. Wow, apaan ini, saya yang lagi kumat isengnya tentu aja nyobain.

Sebelumnya dijelasin dulu sedikit deh ya,

Jadi, bahasa cinta itu ada 5:

  1. words of affirmation

singkatnya, ini adalah penghargaan, pengakuan, pujian. Orang yang bahasa cinta utamanya “butuh pengakuan” inilah yang menjadi target pasar tulisan2 perlunya pasangan memuji sering2 untuk membuatnya bahagia dan merasa dicintai. Kamu tukang gombal? Carilah yang meleleh kalo digombalin. Pasanganmu ngrasa seneng kalo digombalin? Gombal aja terus … pasangan hepi, rumah tangga hepi ❤ Gampangkah nyenengin tipe pasangan gini? Tergantung, kalo kamunya irit ngomong ya butuh usaha buat latihan gombal, kalo kamunya tipikal yang ga peduli atau ga butuh digombalin, ya sampe berbusa mulut pasanganmu memuji, sedikit doang yang nyantol dan efektif bikin bahagia.

2. acts of service

singkatnya, ini adalah memberikan pelayanan atau bantuan. Ga semua orang suka digombalin, ga semua orang bisa meleleh dengan pujian. Banyak cerita orang tersentuh setelah diberi pertolongan, padahal ga ada omong apa-apa. Tapi lagi ribet cuci piring trus pasangan bantuin bersih2, lagi hujan ga ada payung tiba2 disodorin payung (ini mah drama korea), naik motor turun motor pasangan bantu pakein helm dan pasangin kait (bukan karena ga bisa tapi karena memang romantisnya caranya gitu), itu juga salah satu bentuk bahasa cinta, loh. Ladies, yang peka, ya, karna 70% lelaki itu bertindak bukan bicara, bahasa cintanya ya memberi perlakuan istimewa bukan ngerayu ngegombal, kecuali yang sisanya atau sebagian kecilnya. Datanya dari mana, sis? Ngarang, tadi barusan 😀

3.receiving gifts

kamu suka dapet kado? melayang-layang kalo dihujani boneka beruang besar, dikasih coklat, dikasih pena, dioleh2in pasir pantai, potongan ranting, dsb? Nah, mungkin bahasa cintamu ya yang ini. Kamu merasa dicintai kalo diberi barang, sesimpel apapun barang itu. Salah? Siapa guee nyalah2in … nyatanya ada tipe orang kaya gitu, dan mungkin dari kecil begitulah orangtuanya membiasakan bahasa cintanya dengan pemberian. Btw, ada hadis nabi juga kok yang menyarankan untuk saling memberi hadiah untuk menunjukkan kasih sayang. So, kalau memang bahasa cintanya itu, ya sesuaikanlah dengan pasangan, karena sesungguhnya inti dari berpasangan adalah kompromi!

4.quality time

Ada orang yang merasa awkward kalo bareng tapi diem2an ga ngobrol, ga ngapa2in, sibuk dengan masing2. Ada yang merasa nyaman cuma bareng, yang satu liat hp yang satu baca buku, tapi intinya, asal bisa bareng. Ga penting ga ngapa2in, asal bareng. Itu, artinya bahasa cinta utamanya adalah quality time ini. Berat? Yang LDR pada ngacung. Eh enggak juga, karena quality time ga melulu harus ketemu. Toh, sekarang ada fasilitas chat, telepon, video call. Kamu bisa ngerjain laporan sambil telponan ditemenin suara dengkurnya di seberang sana (ciyan amat, sis). Kamu bisa masak bareng di penghujung wiken yang besoknya atau malamnya, pasangan segera harus naik pesawat atau kereta ke kota lain buat kerjaannya. Yang LDR, semangat ya, semoga segera dipersatukan. Ingat, LDR itu bisa, asal ada kejelasan batas akhirnya kapan bakal bareng lagi, bukan untuk selamanya.

5.physical touch

errrmmm, ini konteksnya bukan melulu seksual ya. Misal, pas boncengan naik motor, pasangan sering tiba2 elus2 tangan, pas lagi makan suka acak2 rambut, ndusel2, aduh yang LDR dalam hal ini memang paling nelangsa ya 😀 Tapi sering kan memang nemu orang yang tipikal nduselan gini. Di drakor sih :p Kalo di dunia nyata ya gampar aja belum apa2 udah ndusel2.

Soo, sudah penasaran mau nyobain buat tahu bahasa cintamu apa?

ini linknya:

5lovelanguages

silakan dicoba, ga lama kok, paling 15 menit isi kuis-kuis. Trus pasanganmu disuruh coba juga, bandingin, obrolin, kompromiin kalo kebetulan berbeda, dan selamat kalo kebanyakan sama. It can help to raise up our understanding level on each other.

sekedar berbagi, ini bahasa cinta saya:

lovelang

Nah, ternyata saya paling peka sama bahasa cinta acts of service. Paling gampang dibuat bahagia dan meleleh kalo dibantuin. Words of affirmation ada di level terendah. Ga heran ya, saya malah geli kalo digombalin. Atau kalo misal dipuji, “kamu cantik”, maka bukannya meleleh maka saya akan menjawab mantap, “I am” atau “I know” atau “ga, aku ga cantik, aku manis” #sikap #tahudiri #pede wkwkwk. Dan biar imbang, saya mau bagi juga hasil dari pasangan saya:

lovelangd

Nah, yang ini malah kebalikan wkwk, suami seneng digombalin, mungkin bagi saya receh atau sederhana semisal, “makasih ya babah, tadi nganterinnya ga telat” atau apa, tapi mungkin itu juga yang membuat dia merasa dihargai dan endingnya, hepi 😀 dan untungnya juga, pasangan ga menjadikan receiving gifts sebagai bahasa cinta utamanya, karena I’m a mess on giving gifts. Cucok ya.

Kalau kamu, apa? Share ya … 😀

 

Belajar Bahasa dengan Duolingo

 

duo

Berawal dari postingan mbak Jihan Davincka yang ini:

duolingo

mulailah saya iseng-iseng install aplikasinya di hp pas lagi liburan akhir tahun kemaren. Lumayan banget mengisi waktu di sela kemacetan perjalanan waktu itu, saya sibuk sendiri belajar bahasa Perancis, Spanyol, Korea, dan Belanda. Eh, borongan dan ambisius banget yak? Enggaak… itu karena saya orangnya excited di awal doang dan memang penasaran aja sama berbagai jenis bahasa itu. Kebetulan udah lama banget pula saya ga berinteraksi sama bahasa asing, selain bahasa Inggris pastinya.

Jadi saya mulai kenalan sama bahasa asing melalui aplikasi Duolingo ini. Sejak mulai instal di hp akhir bulan Desember tahun lalu sampai sekarang (sekitar 3 bulan), progress saya masih di kisaran level di bawah 10 😀

Yang lewat dari angka sepuluh cuma bahasa Perancis, lainnya tiarap 😀

Tapi saya ga kecil hati sih, karena ini bukan proyek ambisius, ini proyek santai.. seperti orang-orang dengan hobinya masing-masing, ada yang masak, fotografi, menjahit, musik, maka saat ini saya sedang kembali menyelami main-main dengan bahasa lewat games edukasi ini. Kenapa masih games nyebutnya? Karena kalau mau serius, usahanya ya lebih serius. Misal kursus, minimal banget ya baca dan translate artikel dari bahasa yang dipelajari, latihan conversation dengan dengar native speaker dalam proses komunikasi, misal nonton serial, denger lagu, nonton film atau berita dengan bahasa tersebut. Itu usaha yang lebih niat dari sekedar main game ini.

Tapi, game ini sungguh membuka wawasan baru tentang bahasa loh. Misal, saya jadi tahu bahwa ternyata akar bahasa itu selain mirip-mirip juga berkelompok-kelompok. Misal, Perancis-Spanyol-Italia itu satu rumpun, banyak kata-katanya yang lebih mirip dibanding dengan English-Belanda-Jerman yang banyak lebih miripnya. Terus bahwa belajar bahasa asing yang tulisannya juga asing (kaya Korea, Jepang, dan China) itu dobel susahnya karena musti ngapalin hurufnya juga. Makanya saya gampang nyerahnya udah kalo sama huruf-huruf itu. Terus, bahwa bahasa Turki itu menggunakan pola kalimat yang beda, ga SPOK kaya bahasa Indonesia atau bahasa Anglo Saxon umumnya, tapi S-O-P (kata kerjanya di belakang kalimat). Yang susah juga mengenal gender pada kata kerja sih. Perancis Spanyol tuh yang modelnya gitu2.

Seperti segala hobi di usia segini yang ga terlalu diseriusin, begitu pula Duolingo ini. Ga setiap hari dibuka dan latihan, ada kalanya seminggu-dua minggu ga disentuh sama sekali, ada kalanya saking rajinnya bisa jadi week firstleaderboard di club yang saya ikuti. Suka-suka ajalah.