cookies

Last night, my coworker asked me if I would make cookies for Eid Al Fitr this year. So I answered firmly, nah, thanks. I will buy it for the sake of my time and saving my energy.

It turned out that she’s going to make cookies by herself, wkwk. I had my apologies for her before, I didn’t want my laziness turned her down. I’ve made cookies since I was 11-12 years old, so I really know how big the effort is, well maybe it’s not for everyone but especially for me.

Remembering those memories, when my mother asked us her girls (me and my sister) to accompany her making cookies. I don’t really remember what kind of cookies we made at first, but the most kind I am sure that it was nastar. A tiny basket nastar with pineapple jam in it.

We made the pineapple jam ourselves, btw. Mom picked some pineapple, crushed it, and had it cooked with sugar and cinnamons. Oh, the smell in our home when it’s cooked. So thick, sweet, and yummy like a honey. But you know whose hand being sore after stirring them up for hours? Yep, ours, the girls, wkwk.

Not only stirring the jam for hours to make it thick, browny, and pretty, we also work for making the basket form. We mix the ingredients, make it to be a dough, make the dough as a tiny ball and put them into the mold, make a hollow to be filled with jam, and make the basket handle. Twisting the dough into small long tube form, cutting it short, and stick it with the basket. Last, give the touch of yolk so it will be shiny after being baked.

Not so hard, huh? Sure, but make it not one, not two, but dozens. And not just for one time, but many times in a month (it was a long holiday during ramadhan if I’m not mistaken). But surely, it was a good memories. Sweet to remember, not to be done anymore, wkwkwk.

So I make Eid cake not for that year only. It continues in a few years later. The last time I remember making those cookies was when I was in the first year of college. It takes me 6-7 years to get bored, finally. I remember serving the cookies I made (not only nastars, but also other cookies like coconut cookies, peanut cookies, kaastangels, etc) to my crush at that time and proudly said that I made it by myself, wkwkwk (younger me still needs validation from special person, I guess. Now? Still the same XD except the special person is now fixed).

So, for now, I give the terms to consider making those cookies. If only I got my time, my precious long holiday before Eid, which I’m sure it won’t happen this year, may be, just may be, I will re-think about making them.

This is for now. What about next year? The years after? I don’t know. May be I’ll find my passion in cooking and baking again, we’ll never know. Even may be this weekend I’m moved suddenly to make one, who knows. But, naah… I’m good.

So, lemme know if you will open order for cookies this Eid? I’ll gladly know ❤

Stay sweet ❤

Ast.

P.S. pictures in this post are not mine. if you think that they are yours and don’t want me to use it, please let me know and I will remove it for you.

Tentang Kucing

Boleh percaya boleh tidak, tapi pageviews blog ini terbanyak adalah dari para pecinta kucing. Saya ga “ngiklanin” lah ya istilahnya, tapi sepertinya hasil dari mesin pecari dengan keyword tertentu mengarahkan ke blog ini. Terima kasih, cat lovers. Saya jadi agak semangat nulis kalau merasa tulisan saya bisa bermanfaat, wkwk..

Sedihnya, yang ini beneran sedih banget saya nulisnya, yaitu, kucing kesayangan sebagai sumber inspirasi saya nulis di sini, si ganteng dan preman jagoan Alfa, sudah 2 bulan ini hilang, hiks hiks… 😥

Kenapa baru saya tulis sekarang? Kenapa ga dari dua bulan lalu pas kejadiannya?

Karena saya masih denial selama ini.

Karena saya masih berharap dia sekedar main berkelana trus akhirnya pulang sendiri. Meskipun saya udah bikin poster kucing hilang dan saya post ke macam2 forum pecinta kucing ya, sempat ada info juga yang saya tindaklanjuti, tetapi sampai sekarang hasilnya masih nihil. Alfa beneran lenyap ga ngerti juntrungannya.

Kenapa bisa ilang?

Jadi, sebelumnya, kami tinggal di daerah Jakarta Timur. Di sana, Alfa beneran dilepas ga dipakein kalung, pagi dia main, maghrib pulang dan malam dia di dalam rumah, tidur di kamar bareng kami. Secara kehidupan sosial kucing, dia sangat bebas, jadi jagoan kampung, suka ngejar2 dan ngusir kucing kampung yang merambah wilayahnya. Lalu kami pindah rumah ke Jakarta Pusat. Di lingkungan baru, ada pagar cluster, tetapi Alfa tidak kami lepas, melainkan kami pasang harness di kaki depannya saat pagi-sore. Malam, kami masukkan dia ke kamar kecil tanpa harness. Kenapa tidak dilepas? Karena beda lingkungan, saya kuatir Alfa merusak tanaman orang, pup/ pip sembarangan nandain wilayah. Atau ya simply berantem dengan suara berisik khas kucing, ngaung2 gimana sih.

Pernah, suatu hari saat saya sedang sakit, Alfa lepas dari harnessnya, dan ya semangat ngejar kucing kampung keluar pagar cluster. Tapi subuh2 jam 4 pagi dia pulang sendiri ke rumah. Jadi ya, saya rasa dia sudah mengenali mana rumahnya, dan dia walaupun main akan tetap pulang. Tapi malam itu, saat kami sekeluarga sedang makan malam, tiba2 Luna mengeong kencang dari kandangnya. Tapi tidak langsung kami datangi karena kan masih makan. Selesai makan, baru ditengok. Eh ternyata Alfa lepas dan harnessnya udah rusak (Alfa kuat banget emang kalau niat lepas dari harness, bisa rusak itu kaitannya dipaksa sama dia). Langsung dicari keluar cluster bahkan sampai disusuri ke selokan2, ga ketemu juga.

Pencarian sampai jam setengah 10 malam, musti distop karna besoknya kerja. Masih sambil berharap dia besok akan pulang sendiri seperti sebelumnya. Besok pagi, nihil. Selama ngantor juga masih berusaha menyuntikkan harapan bahwa Alfa bakal balik. Pulang kantor sore, masih nihil. Besoknya pas wiken, Sabtu, disusuri lagi itu jalanan sesiangan, nanya2 ke satpam juga, tapi ga ada hasil sama sekali. Di sini juga ada kucing yang dilepas, jadi harusnya orang2 udah biasa liat kucing persia berkeliaran tuh.

Tapi ya gitu. Sampai saya inisiatif bikin poster kucing hilang. Post di grup2 di fb. Sempet ada info ada kucing mirip Alfa di perumahan dekat sekolah X, saya jabanin ke sana walau jaraknya sekitar 1 kiloan dari rumah. Ya siapa tau Alfa beneran lagi melebarkan wilayah, jalan2 sampe sejauh itu. Tapi ya nihil.

Rasanya tuh, gimana ya. Lagi2, kaya ada lubang di hati yang kosong setelah Alfa pergi. Beneran sampai ke mimpi segala, liat Alfa pulang. Pas bangun sadar itu mimpi, rasanya sedih, kosong, hampa, sesak, kuatir, dan kepikiran. Segala rasa nyesel, sayang, kasian, campur aduk. Sampai ke level berandai-andai juga. Andai malam itu kami langsung gercep begitu Luna ngeong2, mungkin masih keburu ngejar Alfa sebelum terlalu jauh keluar. Andai kami memperlakukan dia lebih baik, dia ga akan kabur, dia kan masih sakit dan belum terlalu sembuh.

Tapi lebih sedih karna membayangkan dia diculik sih. Kalau diculik orang yang sayang kucing dan pengen punya kucing persia, ya gimana ya, sedih tapi yaudahlah. Siapa tau Alfa disayang dan dirawat dengan baik. Tapi kalau diculik buat dijual, trus selama masa penjualan dia di kandang ga terurus, kepanasan, kehausan, duh, ga tega banget bayanginnya. Kalau dia main di luar, tidurnya gimana? Dia takut sama orang, sama motor, dulu aja sering ngumpet di selokan dan keluar pas kami pulang aja.

Sedih banget, huhuhuhu….

Dengan nulis ini, saya seperti menghadapi kenyataan bahwa Alfa beneran udah pergi. Ilang dan ga kembali. Minta tolong kucing kmapung buat nyari dan bawa dia balik? Udah. Posting poster dan foto kucing ilang? Udah. Dicari ke mana2 nyusurin jalan? Udah.

Semoga Allah menjaga dia selalu. Mungkin jodohnya bersama kami sudah selesai. Semoga kami bukan termasuk orang2 yang dzalim terhadap binatang. Semoga Alfa hidupnya baik, sehat, dan mudah. Kalau beneran main, mudah2an udah bisa kawin sendiri. Dan suatu saat, pulang lagi ke kami.

Alfa, sehat2 ya kamu nak..

Survey SD di Jaktim-Jakpus (Bag. 2)

Halo,

Lanjut dari postingan sebelumnya https://aksarastika.wordpress.com/2020/12/18/survey-sd-di-jaktim-jakpus-bag-1/, serius ini cuma buat nuntasin janji saya aja jadi mohon maaf kalo infonya singkat padat tidak terlalu menyeluruh. Untuk info biaya rata2 saya dapat dari instagram https://www.instagram.com/the_urbanmama/ pilih highlite yang Jaktim ya.

Oke, mulai dari SD yang saya kunjungi lokasinya pertama kali.

  1. Attaqwa

SD Islam Attaqwa ini masuk radar saya sejak 2018 mungkin, karena ada senior saya yang menyekolahkan anaknya di situ. Juga TKnya Dd ngadain seminar dan pembicaranya adalah Kepsek SD Attaqwa ini. Sempat saya dapat infonya juga dari blog orang yang membahas SD Rawamangun 12 (Labschool) dan membandingkan dengan SD ini, tapi saya lupa linknya. Oh iya, agak beda dengan format sebelumnya, kali ini saya mau kasih info umumnya dulu aja kali ya, kalau masalah pro dan kon nya karena sifatnya personal silakan dipertimbangkan sendiri aja.

Akreditasi: A, lulusannya termasuk tertinggi se-Jaktim, cmiiw

Biaya: th 2020, uang pangkal sekaligus utk 6 th sebesar 32 jt, spp 1 jt/ bln. Biaya tahunan sekitar 800-1jt, belum termasuk seragam

Ekskul: renang, beladiri, paduan suara, piano, sepakbola, dsb

Sarpras: kelas ada yang menggunakan AC, ada yang memang sengaja tidak menggunakan AC. masjid, halaman, lapangan futsal, lapangan bulu tangkis, aula.

Fasilitas: antar jemput, katering dg biaya tambahan.

situs: https://www.instagram.com/sdi_attaqwa/

2. Attaubah

Ini adalah SD kedua yang saya cek lokasinya. Dia bersebelahan/ berbalikan dengan SD Don Bosco Pulomas. Yayasannya ada dari TK, SD, sampai SMP.

Akreditasi: A

Biaya: untuk PPDB tahun ini, total sekitar 18jt ++, masih ada uang kegiatan per tahun sekitar 4 jt dan SPP sebesar 1.130

Sarpras: kelas berAC, lapangan untuk olahraga, masjid, kantin.

Fasilitas: saya ga dapet info ttg ada tidaknya jemputan, kayanya sih ga ada. Dan ada kantin, berarti tidak ada katering.

Ekskul: paduan suara, sains. Coba cari di youtubenya SD Attaubah ini, sering masuk ke acara RTV yang sekolahku gitu kayanya.

Situs: https://at-taubah.sch.id/

3. SD Bojana Tirta

Ini adalah salah satu SD Islam baru yang sempat menarik perhatian saya, hanya saja belum sempat saya cek lokasinya. Meskipun SD baru tapi entah kenapa sudah berusaha mengusulkan akreditasi pas saya tanya di 2019. Sekarang sih belum tau hasilnya sudah ada atau belum. Mungkin bisa dicek di ban akreditasi kemarin ya, bisa cek linknya di postingan sebelumnya, hwehehe..

Akreditasi: blm ada info

Biaya: secara umum ada di kisaran 34jt an, belum termasuk diskon. Ada sedikit perbedaan untuk siswa putra dan putri, lebih mahal putri. SPP 1,750an, ga terlalu ingat.

Sarpras: kalau liat di ignya sih bagus ya, mungkin karna sekolah baru juga

Situs: https://bojanatirta-is.co.id/

4. Al Azhar

Di Rawamangun ada SD yang pasti udah terkenal ini dong..

Biaya: uang pangkal 35++, spp 1,5++

Sarpras: kalau liat di situsnya oke deh

Fasilitas: ++++

Situs: http://yapi.sch.id/

5. Lain2

Kenapa saya masukin lain2? Karena belum pernah saya tanya2 secara pribadi, apalagi cek lokasi. Jadi ini just info aja, fyi aja.

Nabawi Islamic School

Biaya 60jt++, situs di https://www.instagram.com/nabawiislamicschool/

SD Islam Tugasku

Biaya 34jt++, situs di http://www.tugasku.sch.id/

SD Tunas Wiratama

TKnya pernah saya posting ya di https://aksarastika.wordpress.com/2019/02/13/review-open-house-tk-tunas-wiratama/

Saya juga baru tau kalau yayasannya akhirnya juga membuka SD. Tapi saya minim banget info tentang SD ini, jadi siapa tau bisa searching sendiri ya

uang pangkal 10jt, biaya tahunan 4,9jt, spp 1jtan. Situs di https://sdtunaswiratama.wordpress.com/

Kayanya udah dulu deh ya, semoga bisa mendapatkan informasi minimalis yang dibutuhkan. Selanjutnya silakan observasi lebih lanjut mana yang kira2 sesuai minat, visi-misi, dan kantong. Beberapa mungkin sudah tutup pendaftaran, beberapa yang lain baru buka, semoga bertemu mana yang berjodoh. Semoga mendapatkan segala kebaikan.

Cao.

FLUTD (Kencing Berdarah pada Kucing)

Halo!

Long time no see, ya. Sekalinya nulis lagi tentang ginian, duh sedih.

Jadi, sekitar 2 minggu terakhir ini, Alfa entah kenapa keliatan lesu dan surem gitu tampangnya. Sedih bgt kaya kakek2 mana gerakannya lemah gitulah. Padahal biasanya dia kan jagoan ya, grumpy, kadang polos innocent gitu juga bikin pengen nguyel2 kan. Kami ngeh bahwa dia ga enak badan, tapi ga ngerti sakitnya apa. Makan masih mau, ngeong juga iya, cuma ya itu, lesu dan klentrak-klentruk.

Setelah sekitar 3 harian dengan gejala lesu itu, saya coba kasih madu campur makanan basahnya. Masih semangat makan sih dia, dan badannya ga selesu itu lagi. Yaudahlah ya, kirain udah mulai sembuh dan enakan lagi. Tapi yang kami notice lagi, adalah bahwa dia sering ke litterboxnya tapi ga keluar pup atau pip. Jadi ngeden aja ga ngapa2in. Pikir kami, sembelit. Mungkin karena makannya baru ganti. Makanya pas dikasih madu + makanan basah dia udah bisa pup lagi ya dipikir amanlah. Oh, dan pipnya smells strong, beugh.

Kondisinya masih seperti itu sampai suami mendapati bahwa Alfa ngompol. What? Ngompol, udah gede gitu? Kenapa ya? Hmmm… tetep pikir kami ada yg salah, cuma ya karna kesibukan di akhir tahun dan suami pergi dinas mulu, jadi beneran saya doang yg ngurus kucing di hari kerja, pikiran saya sebatas rutinin kasih madu+makanan basah aja udah.

Sampai suatu pagi, saya mendapati pipis Alfa berwarna coklat gelap. Di luar litterboxnya. Horrornya berlanjut dengan saya nemu darah di pipisnya. Oh no.. (nangis). Enggak, saya ga nangis, kuatir banget aja. Sambil ngepel2in lantai pakai karbol. Jadi ini toh, momoknya punya piaraan kucing, selain kena virus. Trus mikir2, makanan yang mana yang bikin ginjal Alfa bermasalah? Karena sebelum ganti yang terakhir (baru 3 hari dimakan), ya selama ini makan yang biasa2 aja. Apa karena umur? Alfa baru 2 th lebih, belum tua buat punya macam2 penyakit karna umur. Kenapa? What did I do wrong?

Akhirnya mutusin buat segera ganti makannya. Cari2 tau, yang direkomendasikan utk kucing dengan pipis berdarah itu RC Urinary S/O. Ini buat pengobatan tercepat, selanjutnya barulah yang RC urinary care. Oke, segera cari di toko online, beli yang 400gr. Makanan basah + madu tetep dikasih pas malam.

Sekitar 5 harian mengkonsumsi RC Urinary S/O, beneran pipnya membaik. Udah ga selemah dan selesu awal sakit. Masih ngompol kadang2, tapi udah jauh berkurang dibanding sebelumnya. Darah juga berangsur-angsur ilang, pipisnya udah ga merah-coklat lagi, udah mulai normal. Selama konsumsi RC itu, Alfa juga 2 kali dibawa suami ke dokter hewan tapi ndilalah tutup melulu, huhuhu. Jadi beneran usaha saya cuma lewat makanan sama sering2 isi tempat minumnya aja.

RC udah mulai habis, sambil cari2 referensi dapatlah makanan yang diklaim setara RC Urinary S/O tapi dengan harga jauh lebih murah. FYI, RC Urinary S/O itu 80k/400gr yang habis dikonsumsi dalam 5 hari, tapi Happy Cat Struvit seharga 120k/1,2 kg, harusnya bisa 2,5 kali RC untuk jangka waktunya. Yah, belum terbukti di Alfa sih, soalnya alhamdulillah wiken kemaren udah bisa dibawa ke dokter hewan. Pas diperiksa, diagnosis dokternya sih kencing berdarahnya karenaaa… birahi. Zzzzzzzzz….

Pengen kawin ternyata si Alfa, koceng oreen.

Padahal pas sakit dan pipisnya berdarah itu, sempet saya kurung berdua sama Luna loh di kamar mandi, biar bisa kawin. Karena walo pipisnya berdarah2, tapi dia semangat ngendus2 Luna pas saya keluarin dari kandang. Dan pas Luna mau saya masukin kandang, ditarik dong Lunanya, ga dibolehin masuk kandang. Jadi yaudah berdua saya kumpulin itu mereka, tapi kayanya kok ya belum sukses kawinnya. Alfa masih perjaka yang belum bisa kawin, hahahaha kasian amat naaak… doh ngenes banget asli Alfa, udah berapa kali ditontonin video kucing kawin padahal dari Yout*be.

Pantes setelah pipisnya ga berdarah lagi, bulunya rontok parah, parah banget bulu terbang di mana2.

Jadi ya gitu, setelah diperiksa, Alfa masuk ke tahap infeksi ringan jadi ga perlu pake kateter. Tapi mungkin perlu dipakein cone di lehernya biar ga terlalu sering jilatin testisnya, bisa infeksi nanti. Saran dokternya sih, kalo udah sehat mending disteril, tapi suami masih belum tega karna Alfa belum pernah kawin dengan bener masa udah mau steril aja. Kalo saya mah yang penting sembuh dulu, sehat dulu, biar bisa jadi jagoan lagi.

Oh iya, ini ringkasannya ya, tanda2 kucing kamu kena FLUTD:

  1. lesu/ ga bergairah
  2. sering ngeden di litterbox tapi ga keluar apa2
  3. lama dia akan kencing sembarangan, karena pergi ke litterbox terlalu menyakitkan
  4. saat spraying, dia pipis vertikal. tapi saat FLUTD, dia pipis ke bawah
  5. pipis berbau kuat, sangat kuat.
  6. urine berwarna gelap, coklat, lalu akhirnya darah.

Nah, secara ringkas sih untuk meringankan gejala (sebelum dibawa ke dokter hewan untuk penegakan diagnosis):

  1. beri makan basah + madu
  2. sering2 beri air putih, dicekokin kalo perlu
  3. sering2 bersihkan lokasi kucing pipis, supaya tidak ada kuman/bakteri
  4. pakaikan cone/ collar di leher agar tidak sering2 menjilat kelaminnya
  5. ganti makanan dengan RC Urinary S/O (sorry sebut merk, tapi ini karna memang efektif dan direkomendasikan juga oleh dokter hewan sebagai makanan kering tunggal, setidaknya sebulan pertama).
  6. bawa ke dokter hewan. Periksa. FLUTD banyak penyebabnya, entah infeksi oleh bakteri, birahi, batu ginjal, atau bahkan stress, dsb. Dokter yang akan menganalisis penyebabnya dan memberi resep obat terbaik, entah antibiotik untuk infeksinya, pemasangan kateter untuk mempermudah pipis, penyedotan pipis, atau bahkan bedah untuk pembuangan batu ginjal. Jangan sok tau karena FLUTD ini kalau tidak ditangani serius bisa menyebabkan kematian T_T
  7. udah periksa? tebus obatnya. kasihin ke kucingnya. Do your best.

Semoga kucing kita sehat semua ❤

Bonus: foto2 Alfa pas diperiksa

Doakan Alfa cepat sembuh ya!

Seminggu

Berikut adalah hal2 yang kupelajari seminggu ini:

  1. Sekolah musik pun ada levelnya. Mau belajar keterampilan musik populer, masuklah Yamaha dan sejenisnya. Mau belajar musik klasik dan terstandarisasi internasional, masuklah ke Sekolah Musik YPM dan sejenisnya.
  2. Hidroponik trending pasti karena postingan akun financial planner itu.
  3. Drama pelakor itu overrated. Plotnya ketebak, musiknya ganggu, dan gesture aktor/aktrisnya tidak natural.
  4. Orang-orang dengan masa kecil bahagia dan penuh privilege, tidak selalu tumbuh menjadi orang yang toleran, terbuka, dan penuh cinta kasih. Yang snob, ignorant, dan judgemental juga ada (dan banyak).
  5. Bukan berarti orang dengan masa kecil yang sedih jadi toleran dan penuh cinta kasih. Yang bitter, drama, dan playing victim juga ada, dan banyak.
  6. Menemukan orang dengan kesamaan tertentu yang dirasa unik itu menyenangkan. Seperti menemukan teman untuk jiwa, bukan teman karena kesamaan lokasi dan kepentingan untuk sementara. Tapi ya sudah. Selera sama bukan berarti lainnya sama.
  7. Tidak ada individu yang benar2 sama, setiap orang itu spesial dan unik. Yang akhirnya jadi tidak spesial dan unik lagi, karena semua juga begitu. Jadinya biasa saja. Special snowflakes syndrome itu untuk orang dengan gangguan kepribadian narsistik.
  8. Bukan tugasmu untuk membuat setiap orang menyukaimu.
  9. Kemampuan yang di atas rata2 itu selalu memukau, terkadang menginspirasi. Tetapi kelemahan seseorang yang membuatmu mengasihi.
  10. Kemampuan memaafkan menunjukkan kekuatan mental seseorang.
  11. Kemampuan “bodo amat” juga.
  12. Setiap orang memiliki daya tarik. Ada yang kuat, ada yang lemah, ada yang nilai daya tariknya nol, ada yang minus.
  13. Persahabatan lelaki dan perempuan tanpa rasa cinta itu tidak mungkin. Salah satu atau keduanya pasti pernah baper. Hanya waktu bapernya yang tidak sama.
  14. Berdebat itu tidak ada gunanya. Iyain aja biar cepet adalah cara orang pandai.
  15. Kecuali kamu peduli terhadap orang yang beradu argumen denganmu. Ciyee peduli ciyee..
  16. Isyarat adalah untuk yang cerdas, sedang untuk yang dungu harus diperjelas.

Sekian.

Ciao 🧡

Kenapa Harus Pusing dengan Corona?

Dewi Nur Aisyah

“A bigger outbreak is certain. Conservatively, this outbreak could be 10 times bigger than the SARS epidemic because that virus was transmitted by only a few ‘super spreaders’ in a more defined part of the country. I’ve seen it all: bird flu, SARS, influenza A, swine fever and the rest. But the Wuhan pneumonia makes me feel extremely powerless. Most of the past epidemics were controllable, but this time, I’m petrified.” (Dr. Neil Ferguson)

Well… bisa dibilang saat ini Indonesia sedang menghadapi masa-masa genting. Ada musuh yang tidak terlihat dan belum terlalu kita kenali kemampuannya. Yang jelas, virus ini sudah menyebabkan 8,811 kematian dan menginfeksi 218,827 orang di 152 negara di seluruh dunia (per 19 Maret 2020 pukul 16.00 WIB). Dan pastinya, masih banyak orang yang sebenarnya sudah terinfeksi namun tidak tercatat/terdeteksi.

Saya sengaja membuka tulisan ini dengan kalimat yang ingin meningkatkan kesadaran, bahwa pandemi ini bukan hal yang ringan

Lihat pos aslinya 3.800 kata lagi

Demi …

Malam ketiga dari empat malam yang dijadwalkan di sini. Seharusnya. Karena buatku ya ini jadi satu malam saja.

Kali ini aku membulatkan tekad (dan semangat) untuk memesan martabak manis yang entah kenapa selalu lebih menggoda kalau aku lagi di kota orang. Kenapa ya? Padahal kalau di rumah ya aku biasa2 saja.

Dua malam lalu aku sebetulnya juga kepengen beli martabak, tetapi ada banyak bapak2 di lantai bawah dan aku malu. Udah ibu2 beranak satu masih mentingin malu? Ya masih lah, enak aje. Di antara sekian sifatku yang ga jelas, seenggaknya karena aku “masih” pemalu dan cupu ini makanya aku sering disangka masih gadis. Uhmm…

Jadi ya begitu. Malam ini setelah membahas kertas kerja bahan laporan dengan bu dalnis dan ketua tim (akhirnya jadi anggota tim lagi, sesuai peran, yeay, betapa enaknya ga mikir laporan!), aku duduk di kasur sambil mengunyah. Tadinya enak, lama2 seret. Seret karna mikir duuhh ini makanan manis amat gula semua, apakabar resolusi hidup sehat ngurangin gula.

IMG_20200312_204245

Tapi hey, kata orang di twitter, makanlah apa yang ingin kamu makan. Karena itu artinya tubuh memberi sinyal kekurangan zat yang terkandung dalam makanan itu. Dan kalau dari 2 malam aku di sini gejalanya selalu sama, craving for sweetness, must be because I really need those sweeties.

Di luar masih ada sisa2 hujan dan gerimis. Plastik martabak juga agak basah. Abang ojek tadi kehujanan ga ya? Udah reda perasaan. Yaudahlah. Terus ini leher juga kenceng dan pegel. Pasti bukan karena kolesterol, tapi masuk angin. Dan nunduk liat laptop. Dan aku menua, sudahlah.

Sambil mengingat2 hujan, mengingat juga tadi subuh udah ngojek kehujanan. Berulang mengucap istighfar memohon kemudahan. Gimana caranya entah keajaiban apa, dari pramuka sampai kartika chandra bisa ditempuh sepuluh menit saja. Yajelas gamungkin lah, dodol. Yaiya, makanya istighfar terus kan. Mudah2an ga ketinggalan travel. Sambil menatap tiap menit di peta ojek. Jam tiba yang terus bertambah seiring tambah jauh ojeknya nyasar.

Kenapa aku yang buta arah dan gabisa baca peta, dapat supir ojek yang juga sama buta arahnya? Subuh2 hujan pula. Untung pake jaket tebel ala winter2 di korea. Minus bulu di kudung jaket yang entah di mana buat mainan si kucing Luna. Btw kucingku namanya Luna bukan ngikutin nama artis yah tolong. Ngikutin kucingnya usagi alias sailormoon lah jelas, ya ampun.

Anyhow balik lagi ke tragedi ojek pagi buta tadi. Sampai hotel ada travel mau berangkat. Kupikir karna masih 5.39 itu adalah travel jurusan serang yang harusnya jalan 5.30 tapi telat. Kemaren sore pun jadwalku ke Jakarta telat 15 menit, masa subuh2 malah ontime. Penuh harap aku menyetopnya, masih memakai jas hujan warna pink muda. Supir berhenti dan menyalakan lampu tengah. Aku disuruh masuk oleh petugas tiket. Trus di loket, dibilanglah bahwa travel jurusan serang sudah berangkat 5 menit lalu, selanjutnya baru ada 2 jam lagi. Monanges.

Menyalahkan diri sendiri yang gabisa apal jalan, gabisa baca peta pula. Menyalahkan supir ojek juga. Yang gatau jalan tapi ambil penumpang. Menyalahkan supir sebelumnya yang udah ambil dan bikin ku menunggu 10 menit tapi lalu cancel karna gerimis dan gabawa jas hujan, huhuhu.

Terus suami memberi solusi. Gimana kalau ke grogol naik elf 20rebu saja. Dari semanggi ke grogol busway 3500 saja. Liat di peta, 11 kilo. Yasudah ngojek lagi lah, pegel naik turun halte busway dan ga yakin bisa nemu bis yang tepat tanpa salah jalur. Waktu adalah tujuanku. Terus menunggu ojek di luar hotel. Dengan matahari pagi yang mulai muncul.

IMG_20200312_055233supir ojek datang sambil senyum, menyapa, “baru sampai bu?” Untunglah ga disangka baru pulang dugem. Pasti karena ga ada anak dugem secupu aku. Pas kubilang ketinggalan travel ke serang pun dia langsung percaya. Jadi aku atau dia yang lugu? Yaudahlah. Pokoknya aku akhirnya bisa sampai di kantor ini tadi pagi malah lebih dulu dari timku yang menginap, hore..

Jadi ingat chat dengan teman lamaku. Pas tau aku mau pergi dan pulang lagi dan pergi lagi. “Perjuangan ibu2 ya,” katanya.

“Demi….” kataku.

Demi apa, sesungguhnya? Demi dia yang paling dicinta, lah. Sungguh kamu benar2 gatau apa yang bisa dilakukan oleh orang yang mencinta. Baik itu oleh pria kepada wanitanya, atau ibu kepada anaknya. Semua demi.

Dan tulisan acak adut tidak berurut tidak berstruktur tidak tau alur ini pun kubuat tidak demi siapa2. Demi aku sendiri. Mwahaha.

Besok pulang. Ketemu yang tersayang. ❤

Mengurangi Toksik

Jarang nulis, sekalinya nulis tentang toksik, hadeh..

toksik
gambar dari https://lektur.id/arti-toksik/

Tanpa bermaksud menyebar racun kegalauan, kekesalan, uneg2, dan semua sampah yang mungkin udah menggunung, saya bertekad menulis tentang ini. Kenapa? Ya karena I’m struggling with this matter right now.

Mungkin kalau anda-anda yang membaca ini termasuk dari orang-orang yang sedang apes karena kontaknya tersimpan di hp saya dan tidak saya umpetin status2 WA saya dari anda  maka anda bisa membaca status2 saya yang secara frekuensi meningkat dan secara isi, bikin: meh, kenapa lagi ini orang.

I won’t blame you. I deserve that meh. I feel meh to myself too.

Sekedar cerita, dulu ada seorang teman kos yang cerita bahwa dia di jaman remaja suka menyakiti diri sendiri, nyoret2 lengan pake gunting gitu deh. Saat itu, salahkan otak saya yang suka ga ngerti harus bereaksi apa, ya I felt nothing. Saya ga ngejudge dia gimana-gimana, karena saya ga ngerti. Pikiran saya ga nyampe kenapa ada orang bisa nyakitin diri sendiri pake gunting dan saya gatau harus gimana saat dia cerita itu ke saya. Tolong banget deh ini Astika jaman dulu emang blank banget. Saking blanknya saya juga bersyukur saya ga kepikir untuk bersikap seperti netijen jaman sekarang yang menganggap itu adalah tindakan caper atau patut dibully. Yah, pada dasarnya mungkin tingkat kepedulian saya sama orang lain saat itu sekosong itu. Kosong banget, ga ngerti harus berempati atau setidaknya jadi berkeinginan untuk menghina atau nyinyir atau julid seandainya saya punya potensi untuk itu.

Balik ke masa sekarang. Ya ga sekarang banget, mungkin setahun 2 tahun ke belakang? Ga tau sejak kapan pastinya, tapi yang jelas saya semakin ke sini sudah bisa ngomong pedes dan pahit dengan tujuan sengaja menyakiti (dulu ceplas ceplos ga sadar lingkungan aja, no purpose of attacking). Yah, sedikit banyak lingkungan membentuk. Dalam rangka survival things, your defense mechanisme is built. In my case, I’m not only be able to stand still, but to strike, too.

Nah, tetapi kan ada masanya saya yg juga masih belajar survive ini, dalam posisi ga berdaya. Jangankan untuk menyerang balik, untuk bisa berdiri tegar aja rasanya susah beud. Ga berdaya karena apa? Banyak hal. Bisa orang yang toksik dan menyakiti itu adalah orang yang saya pedulikan, yang berkuasa atas saya dalam hal tertentu (pekerjaan misal), atau ya murni karena saya memang sejatinya sedang berada dalam titik lemah saja.

Lalu apa yang saya lakukan?

Kamu tau posisi kucing yang siap menyerang? Menggeram, punggung melengkung, ekor tegak, siap melompat, menyerang.

Tapi saya bukan kucing. Dan saya sedang tidak dalam keadaan bisa menyerang.

Saat disakiti, saat menahan diri untuk tidak menampakkan emosi, menahan diri untuk meredam amarah, menahan diri dari menyerang balik dan menggunakan cara-cara yang mungkin di masa depan akan saya sesali, maka saya akan: menggigit bibir sendiri. Menggigit bibir bawah dengan gigitan yang lantas saat terasa sakitnya akan menyadarkan saya kembali dari rasa marah atau sakit hati yang tadinya menguasai. Saya tidak jadi marah ke objek (orang atau keadaan) lain dan kembali berpusat pada diri saya sendiri. Merasakan rasa sakit dari bibir yang digigit.

Selama beberapa waktu, dan masih sampai sekarang jika saya lupa diri, kebiasaan ini terus berlanjut. Sampai saya teringat cerita teman saya yang dulu suka menyayat lengannya sendiri dengan gunting. Saya membandingkan luka sayatan gunting di lengan teman saya dengan bibir yang saya gigit sendiri. Oh, ternyata sama. Bibir saya tidak berdarah, tidak berbekas juga saya gigitnya, tetapi apa yang saya lakukan sama persis dengan apa yang teman saya lakukan.

Kami sama-sama menyakiti diri sendiri di saat kami merasa tidak berdaya. Kami mengalihkan rasa sakit hati kami kepada rasa sakit fisik dan bukannya mengarahkan rasa sakit itu kepada penyebab rasa sakitnya, kami malah melukai diri sendiri. Ha. Bukti bahwa self love itu sungguh bukan hal mudah untuk dilakukan.

Di saat yang sama, saya menumpahkan uneg2 dan ketidakmampuan saya lewat kata2. Kata2 yang saya anggap hanya luapan kekesalan dan sampah yang jika dipendam bikin penyakit, akhirnya saya keluarkan. Banyak waktu saya menceritakan kekesalan pada pasangan, tetapi di sisi lain saya merasa jika terlalu banyak sampah yang saya luapkan kepada dia, maka itu akan berimbas tidak baik juga padanya. Negativity itu menular. Saya yang tidak mampu menghandle masalah saya, di saat pasangan saya juga punya masalahnya sendiri, akan semakin membebaninya. Lalu saya mulai menarik diri dari pasangan, jika sudah lelah maka saya akan berada dalam dunia saya sendiri, meredakan emosi saya sendiri. Saya meluapkan kekesalan saya lewat status wa yang pendek dan sehari hilang. Pengecut. Saya merasa puas meluapkan emosi di dunia maya, tetapi saya menjadi semakin berjarak dengan keluarga saya di dunia nyata.

Ini sangat tidak sehat, bukan?

Maka saya ingin mengurangi hal yang tidak sehat ini. Dimulai dari mengurangi menggigit bibir dengan sadar. Menahan jempol membuat status yang ngegas melulu. Memberi jeda pada diri untuk memproses emosi secara sehat. Mengurangi interaksi dengan orang toksik sebanyak mungkin, sehingga mereka hadir di hidup saya sesedikit mungkin. Menghindari keadaan toksik sebisa mungkin, membuat perencanaan yang lebih baik dan antisipasi dan alternatif solusi sebanyak mungkin. Menahan diri dari membesar-besarkan hal kecil. Berhenti mengipas-ngipasi emosi negatif agar ia mereda. Hal yang saya sadari baru-baru ini adalah, jika kamu menolak untuk ngomongin kejelekan orang lain, maka hidupmu jauh lebih damai. Sungguh. Ngomongin kejelekan orang lain itu artinya memberi suntikan penguat kepada energi negatif (mereka yang toksik itu) untuk membesar.

Abaikan. Abaikan.

Mereka tidak penting. Mereka tidak layak untuk kamu ingat2 kejelekannya, apalagi kamu bicarakan dengan orang lain. Mereka bahkan tidak layak memasuki pikiranmu, kecemasanmu, dan hidupmu. Obrolkan kelucuan anakmu pada pasanganmu, pada teman2 sekantormu yang punya masalah pekerjaan yang sama. Hal itu lebih membantu. Hidupmu dipenuhi energi positif dan kasih sayang. Obrolkan kelucuan dan keanehan kucingmu. Obrolkan diskon dan harbolnas dan barang-barang lucu itu. Tonton drama korea atau film yang komedi romantis itu. Baca review skincare. Baca webtoon.

My (Daily) Webtoons

Astaga, saya mengerti sekarang kenapa mereka, ibu2 muda itu hobi sekali membicarakan anak mereka, Ya biar ga nyinyirin tetangga lah. Saya jadi tau kenapa mereka membicarakan keromantisan suami mereka. Ya biar ga ngomongin kejelekan atasan lah. Saya jadi tau kenapa saya suka nonton video kucing dan anjing, ya daripada baca berita artis selingkuh atau artikel cebong kampret?

Akhirnya, saya hanya bisa menuliskan ini untuk mengingatkan diri saya lagi. Kalau-kalau nanti-nanti saya lupa diri. Manusia tempatnya salah dan lupa, sis. Tolong ingatkan kalau saya lalai. Atau maklumi saja saat misal saya nanti ngegas lagi. Berarti remnya blong. Berarti saya sedang terlalu lelah, terlalu lemah, terlalu meh.

Akhir kata, maafkan saya untuk semua status marah-marah saya. Anda yang baca pasti bukan objek yang saya tuju. Mereka saya umpetin biar ga baca soalnya. Iyain aja udah. Saya memang menghindari konflik di dunia nyata. Kalau di dunia nyata, kamu adalah orang yang saya ga suka, percayalah, noleh dan liat kamu pun saya enggak mau.

Semoga selalu sehat dan kuat untuk menghadapi kerasnya hidup.

Semangat.

❤ Ast

 

 

 

Flaws

You should trust people when they start to tell you their weakness, or the bad side of them. From their own mouth. Because it’s true. It had been true, it will always be true. Trust them to be careful with that bad side of them.

When they tell you they’re famous of snatching their bestfriend’s spouse, they’re telling you the truth. They might have taken somebody’s spouse. Yours, if you are/ will be their bestfriend. Never befriend these people closely.

When they tell you that they never do any job given to them because someone else in their team always make it for them, they’re telling the truth. You will be the next that have to do all of their job for them. Never be in a teamwork with these kind of people.

When they tell you they can become a monster when in a war and nobody will have any idea about what they really are, trust them. They are really the monster that will crush any humanity and you will have no idea about it. Never be in a war with these people as your enemy. But, don’t befriend these kind of people either. You never want to befriend a monster in your life, don’t you?

WHen they tell you that they can’t be relied to, trust them. They will betray and leave you when the difficult times come.

When they tell you that they don’t have trust in love and relationship, trust them. They will find love and relationship, eventually, but not with you. Never have your hope high for these people.

1750e2419dab0c30d39822fbe670fbc9
when they tell you that you are just friend for them, they are telling you the truth.

People are so true and open about their flaws. They tell you to warn you, to give you hint, that what they talk about, will happen to you. Because to someone who is important to them, they will try to hide their flaws, in early steps of relationships, whatever relationship you will have with them. Be it only a roommate, a classmate, a workmate, a friend, a bestfriend, or even a lifetime partner. Trying to hide here means trying to reduce or even to dismiss those flaws from their life, for you.

People are so self centered no matter what they say. When they make something bad as an introduction, they have claimed those flaws as their true identity. Those flaws are in their mind as their choices, their true character, and their way of act when it comes to a difficult situations.

They have told you that they will be able to make you hurt or having loss in future possibility. They warn you not to protect you. They warn you to justify what they will do in the future, by saying: “I’ve told you so. Don’t blame me.”

They warn you to not feel as guilty and as bad as it should be.

You are the one who have to protect your own self. You might be in a naive or kindhearted mode that want to trust the good things in people. I understand. You have a good faith to human and humanity. Be close only to people who says nothing bad about theirselves, or that bad things are something you can tolerate with. You will hurt less.

Because every words that has been told will find any ways to it’s destiny.

If it is said to you, then you are the destiny.