Because I’m Human

So this post came out when I was scrolling my timeline on FB and it made me stunned for a while.

hukuman ujian
source: https://m.facebook.com/hasaneljaizy

That highlightened sentence made me contemplate myself recently. How much rage I felt, how much disappointment I had, how many time I was being upset for little things that if I just being patient at the moment, I won’t be that mad.

If I was able to control my emotions, I can just let those things go.

If I had just enough bunch of patience, I can be chill and cool and not being disturbed for some insignificant things happened.

One thing I had forgotten, that the ability to control emotions and patience themselves, was also signs of Allah’s mercy.

Because I also had times when bad things happened but I could still be calm and still to cope with.

I’m not mad for little things, even bigger things to handle.

When I had my miscarriage. When I was dropped out from my campus. I didn’t cry that much (well, I cried for losing my baby, I’m still a mother who lost her child, though). I didn’t wreak in sadness. I hid myself from crowded and I strongly believe that everything happened, happened for a reason. I believed Allah strongly and I had faith to myself, and I could have my days in a firm step. And so it came true and now I am where I am.

But I also count times when I made WA statuses for shedding my rage and anger over things that now I regret I did. At times, I said to myself that it was okay. It’s okay not to be okay (such a korean series that happening now). It’s okay to have bad times and feels bad because I’m human, too. Human can be angry, human are allowed to feel bad and it’s normal things. Bad things happened all the time to make us value happy things more.

Meanwhile, it’s okay to release my emotions as long as I don’t hurt anybody. But the question is, didn’t I?

Did I not hurt anybody who read my words of anger?

Did I not add bad feelings to them?

Did I not become the toxic people I hate so much myself?

Though I also thought about it, at that moment, I ignored them and became selfish and did it anyway.

After reading the post, now I realize that it must be my own mistake that I missed many possibility to do good things, to be patient, to be cool and chill facing problems. It must be my sins that covering Allah’s mercy to enter my heart.

Doesn’t it break your heart more, as a creature, that your Creator’s mercy can’t reach you, blocked by your own sins?

The Spells

This is for you to shoo the dementors in your life away:

Expecto patronum.

IMG_20200520_072239

In the other words, it means expecting the guard(ian).

The relieving things about this meaning, for me, is when I realize that I have the same spells, taught by my parents since I was a kid.

The ta’awudz.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

I seek refuge in Allah from Syaithon, the accursed one.

Then I become peaceful again.

🧡🧡🧡

P.S.: find out your patronus in https://www.magiquiz.com/quiz/whats-your-patronus/ and tell me yours!

Mengenal Saham Syariah

Mengapa saya mengangkat tema ini?

Karena bukan cuma satu dua orang yang berpikir bahwa jual beli saham = riba, padahal sekarang kan gencar ya, gerakan #noRIBA atau #ngeRIBAnget yang intinya menghindari ribanya itu. Kok ini malah seperti bebas dari mulut harimau masuk mulut buaya, gitu loh..

Jadi saya kembalikan saja ke asalnya.

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” [Al-Baqarah: 275]

Juga berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” [An-Nisaa’: 29)]

Nah, jadi prinsip dasarnya jual beli kan, barang yang diperjual belikan adalah saham. Darimana ribanya? (1)

Terus tentang barang yang diperjual belikan, yaitu saham. Dari sini bisa dilihat bahwa jenis saham ada 3, yaitu saham biasa (common stock), saham istimewa (prefered stock), dan saham kosong. Dari ketiga jenis saham itu, yang saya perjual belikan adalah saham biasa, yang memang diperbolehkan ulama dan tidak ada keraguan di dalamnya tentang sifatnya yang bukan merupakan utang atau adanya kewajiban pembayaran berdasarkan persentase tertentu yang dijanjikan di awal.

Prinsip transaksi sudah clear, jual beli bukan utang piutang dengan bunga. Tidak mengandung riba √

Barang yang ditransaksikan sudah clear, yaitu surat berharga yang menyatakan kepemilikan modal, bukan utang dan tidak ada imbal hasil berupa bunga. Imbal hasilnya berupa dividen, fyi, dan itu ditentukan oleh RUPS (rapat umum pemegang saham) dan nilainya fixed per lembar saham. Tidak mengandung riba √

Nah, seperti kambing banyak macamnya, saham juga macamnya sudah dijelaskan, adalagi sifat yang saya tambahkan untuk filter dalam pembelian saham, yaitu:

  1. perusahaannya bukan perbankan, keuangan, asuransi, dan sejenisnya;
  2. tidak memproduksi barang-barang haram, misal minuman keras/ beralkohol, syubhat, misal rokok.

Itu dari sisi syariahnya. Kalau dari sisi teknis ya pilih yang menguntungkan ya. Ini mah bisa belajar tentang analisis fundamental dan analisis teknikal sahamnya. Bisa dilihat dari laporan keuangan dan membaca chart/ tren dari saham tersebut selama beberapa waktu.

Kalau tidak menilik dari laporan keuangan, chart, dan prinsip syar’i nya, kadang ada orang yang membeli saham karena nilai yang dianut dari perusahaan itu loh. Misal, mereka yang memboikot S*r* R*t* pas aksi 212 kemarin, harga sahamnya anjlok padahal secara fundamental baik-baik saja. Yang menolak penjajahan Palestina, mereka ga beli produk yang menyumbangkan dana ke Isra*l. Yang vegan tidak akan membeli produk yang menggunakan hewan di uji cobanya. Ya seperti membeli produk di pasaran saja. Apa yang sesuai value kamu, bisa dicari.

Dan yang paling membantu saya adalah, saya (alhamdulillah) memilih aplikasi yang menyediakan fitur syariah untuk pelayanan transaksinya. Kalau transaksi saya terindikasi riba, akan ditolak untuk diproses lebih lanjut, loh. Isn’t it cool?

saham syariah
hanya contoh

Dari sistem sudah membentengi customer dari riba. Awalnya gimana kok bisa dapat yang begitu? Ya dari awal pilih yang syariah, ada pilihannya kok.

Tuh. Nantinya kalau kita sudah menjadi member, maka kita akan masuk di bursa syari’ah, jadi saham yang terdaftar di situ ya yang sudah terdaftar di bursa syariah.

Bisa dilihat daftar efek syariah yang terdaftar di bursa, menurut OJK: daftar efek syariah

Kalau mau baca2 fatwa MUI tentang saham syariah dan sebangsanya juga ada di sana. Main2 lah ke website OJK, wkwkwk…

Jadi, kenalanlah dulu, pelajari ilmunya, pelajari fatwa ulamanya, lalu akhirnya putuskan betul tidaknya setelah belajar. Biar ga pake sebatas sangkaan atau praduga. Toh, ilmu juga terus berkembang. Ulama mempelajari hal-hal kontemporer juga. Dan kita negara muslim terbesar di dunia loh. Nilai2 Islam sedikit banyak juga jadi pertimbangan karena kita adalah potensi pasar yang besar. Begitu?

Oiya, karena IG masih menjadi media pembelajaran yang populer, silakan loh kalau mau main ke @sahamsyariah

@pasarmodalsyariah

(bukan endorse).

Terima kasih sudah membaca! Semoga berfaedah ❤

Catatan kaki:

  1. https://pengusahamuslim.com/1814-saham-dalam-timbangan-islam.html