Tentang Foster Kucing

Beware, this is a long post.

Saya ga tau deh. Apakah peningkatan jumlah pecinta kucing berkaitan dengan peningkatan pengguna sosmed juga. Di twitter, di facebook, di instagram, di youtube, banyak ditemukan video2 kucing lucu dan menggemaskan, dan orang2 yang tadinya hanya ada sedikit atau rasa suka yang besar ke kucing, jadi memantapkan diri buat memelihara kucing.

Ya, saya juga gitu sih. Pas masih kecil saya udah suka kucing dan hewan mamalia berbulu kecuali kelelawar, karena serem aja mukanya. Kucing itu favorit karena banyak di mana2 kan. Kelinci, agak jarang yang punya, dan kaya kemewahan deh bisa ngelus2 kelinci itu. Anjing? Hmm.. sayangnya liurnya najis dan ribet bersihinnya, pernah digigit dan dikejar pula jadi ya suka liatnya ga suka deket2 atau ngelus2.

Sampai di masa saya umur kuliahan sampai kerja awal (18-22th), entah kenapa saya kesel sama kucing. Ya kesel aja dan males deket2. Rasa suka saya alihkan ke kelinci dan hamster, terus sempet juga melihara hamster dan kelinci di awal2 masa kerja saya sampe nikah. Sampai hamil trus stop pelihara2 hewan.

Dan karena memasuki masa2 pemilu dan panas di sosmed, saya memilih untuk membisukan sebagian besar teman2 demi ademnya timeline saya. Sebagai gantinya, saya follow video tentang masakan, makanan, tips menarik tentang apapun, dan video hewan lucu. Yang sering jadi konten buat video hewan lucu itu tentu anjing dan kucing. Dan witing tresna jalaran saka kulina, maka kesukaan saya terhadap kucing tumbuh lagi. Lalu saya memelihara kucing.

Baca juga:Ā Namanya Alfa

Tidak hanya berhenti di memelihara seekor kucing dan mencari ilmu tentang perkucingan, saya juga mengikuti akun2 tentang foster kucing, seringnya dari luar negeri, karena terus terang kepedulian terhadap hewan terlantar di sini memang belum sebesar di sana. Ya, di sini orang yang di bawah garis kemiskinan juga masih banyak, yang tidak dipedulikan juga banyak, jadi ga sempat merhatiin hewan lah ya. Apalagi kalau hewannya dianggap bisa berebut rejeki makanan sama orang.

Jadi, apa sih foster itu?

Belum nemu di kamus, jadi secara gampangnya aja, foster itu semacam tempat penampungan sementara. Kenapa sementara? Karena emang niat seseorang foster hewan itu ya ga buat selamanya, baik seumur hidup si orang yang ngefoster ataupun seumur hidup hewan yang difoster. Komitmennya beda sama adopt/ pelihara. Itu komitmen seumur hidup, baik orang yang mau melihara maupun hewan yang dipelihara.

Siapa aja yang bisa melakukan foster?

Siapa saja yang mau dan bisa. Punya rejeki untuk menyisihkan sumber daya (makanan, kasih sayang, ilmu, waktu, tenaga, tempat tinggal, uang untuk kebutuhan obat dan periksa ke dokter hewan, vaksin, sampai steril hewan) dan mau untuk mengalokasikan itu ke hewan2 yang ga beruntung di luar sana. Punya sumber daya dan mau. Di luar negeri, orang banyak mendedikasikan dirinya menjadi foster hewan terlantar. Beberapa foster yang udah punya banyak pengikut baik di ig maupun youtube dan saya sarankan buat nonton dan ikuti adalah: kittenlady,Ā nikki martinez dan masih banyak lainnya. Cari di ig dengan hastag foster aja udah dapat banyak tuh.

Yang lokal ada? Ada… mereka juga suka buka kegiatan steril gratis dan vaksin gratis. Misalnya peduli kucing

Apa hewan yang difoster?

Ya hewan terlantar, misalnya anak kucing yang masih bayi, ga ada induk dan kalau dibiarkan di alam bebas udah pasti bakal ga selamat. Itu yang difoster, dirawat sementara sambil biasanya ditawarkan siapa tau ada yang mau mengadopsi/ memelihara seumur hidup. Kalau ga ada yang mau adopsi gimana? Biasanya kalau sudah cukup umur dan diperkirakan sudah bisa survive sendiri di alam bebas, ya dilepas. Bagaimana melepasnya? Dilepas di tempat yang sekiranya dia bisa mencari makanan sendiri.

Bagaimana cara foster yang baik?

Ini bicara ideal ya. Kalau anda lihat ada anak kucing yang terlantar, dalam gerombolan, jangan langsung ambil. Tunggu dulu minimal 2-3 jam, siapa tahu induknya sedang mencari makan dan akan kembali. Kalau sampai lebih dari 3 jam tidak ada tanda2 induk datang, barulah diselamatkan. Selamatkan satu kawanan itu, jangan dipilih2. Lalu dirawat sebagaimana mestinya. Nah, mestinya bagaimana itu kan yang jadi pertanyaan. Here are the details:

  1. Bersihkan. Ini situasional ya. Dilihat dulu kondisi anak kucingnya, basah atau tidak, bersih atau tidak. Kalau kering, biasanya ga terlalu kotor. Kalau basah, itu rawan. Rawan kotor, rawan penyakit, rawan kedinginan dan bisa bikin mati. Suhu tubuh kucing kecil itu seharusnya lebih tinggi dari kucing biasa. Tapi kalaupun kering pun rawan kutu dan telur kutu juga (tick and fleas). Jadi amannya, mandikan kucingnya dengan sampo kucing (kalau ga ada bisa pake sabun cuci piring cair), dengan air hangat, dan dikeringkan dengan handuk tebal (dipuk2) atau hair dryer juga ga masalah. Asal perlakukan kucingnya dengan lembut. Lihat videonya di sini , di sini, atau di sini.
  2. Kasih nutrisi. Nutrisi ini bisa berupa susu formula kucing atau makanan basah, dilihat dari umurnya. Kalau masih umur nyusu ya kasih susu formula kucing. Jangan kasih susu sapi karena pencernaan kucing beda tidak bisa mencerna susu sapi dengan baik. Bisa malnutrisi, diare, dan mati. Tapi entah kenapa, kucing bisa menerima susu kambing murni. Kalau darurat sekali, di forum pecinta kucing biasanya disarankan untuk memberi susu SGM non laktosa untuk anak kucing.20036134_1Seberapa banyak? Ga banyak sih biasanya, sampai umur 3 bulan, pemberian susu kucing bertahap mulai 5 ml, 10 ml, sampai 20 ml. Frekuensinya yang diperhatikan. Semakin kecil usianya, semakin sering pemberian tetapi dengan volume sedikit. Misal, umur 5 hari, beri 3-7ml per 1-2 jam sekali, umur 2 minggu mulai 5-10ml per 2-3 jam sekali.
  3. Terus, ada langkah lagi yang harus dilakukan sebelum dan sesudah memberi susu, yaitu merangsang pengeluaran urine (pipis) dan poop dari anak kucing. Anak kucing belum bisa pipis dan poop sendiri, di kehidupan nyata, induk kucing menjilat bagian anus dan alat kelaminnya supaya anak kucing bisa pipis dan poop. Nah, karna kucing piatu ini difoster ga ada induk, maka manusia yang merangsang pipis dan poopnya dengan cara menggosok2 anus dan kelaminnya dengan tisu atau kapas sampai kotorannya keluar. Beri susu, setelah kenyang, dirangsang lagi buat pembuangannya. Lembut ya, biar ga iritasi. Lengkapnya dilihat di sini
  4. Sesuaikan nutrisi dengan umurnya. Semakin besar, mulai perkenalkan anak kucing dengan makanan basah. Tapi sebisa mungkin tetap jaga kebersihannya ya. Fase mulai belajar makan basah ini sering dibilang masa paling kotor dalam hidup kucing, tetapi sebenarnya bisa disiasati. Misal, kasih mangkuk lebih tinggi dari yang mungkin dinaikin atau dipanjat dan dimasukin anak kucing. Jangan biarkan kucing masuk ke mangkuk makanannya kalau ga mau sering2 bersihin anak kucing dan takut dia iritasi kalau keseringan dimandikan.
4
coba dilihat kuku anak kucing ini, kotor ya? Apa jadinya kalau kaki kucing yang kotor ini dibiarkan masuk ke tempat makan?
1
masuk ke tempat makan kaya gini?

Jadi tolong ya, kalau mau foster kucing, jadilah foster yang bener2 bertanggung jawab. Bersihkan, mandikan, beri nutrisi dengan cara yang juga bertanggung jawab dan ga jorok. Kaya ngerawat anak manusia, gimana sih. Pas makan iya mungkin dibiarin berantakan, meskipun saya juga sering lihat anak bayi yang bisa tetap resik pas makan, tergantung yang ngasuh dan mendidik. Tapi ya tetep habis makan dibersihkan, kan? Ga dibiarin gitu aja berhari2, pasti mati lah itu kalau kaya gitu.

Foto di atas saya ambil dari ig yang mengaku foster kucing tapi menurut saya sangat jorok dan ga bertanggung jawab sama kesehatan anak kucingnya, karna ya itu, ga menjaga higienitas fosternya. Bertahan 5 hari lalu mati di bawah pengasuhan dia menurut dia udah biasa, asalkan mati dalam keadaan kenyang dan dicintai. Hhh I doubt that. Mencret iya, infeksi perut dan pencernaan juga mungkin. Denger2 udah banyak yang melaporkan dia juga ke perlindungan hewan dan ya play victim dan main drama lah hhh. Kapan2 kalau senggang saya ceritain deh gimana saya dibully pendukung dia karna kebersihan kucing ini. Kalau senggang yaaaa…

Oiya ada yang ketinggalan dalam merawat dan menyayangi anak kucing tanpa induk ini. Yatu, sediakan sikat gigi yang lembut. Buat apa? Buat grooming mereka, fungsinya kaya lidah induknya saat menjilati anak kucing. Dia bakal merasa nyaman dan feels like home deh disisiri pakai sikat gigi.

Terakhir, saat anak kucing udah siap diadopt atau dilepas, sudah bisa makan makanan kucing kering, dan sudah biasa bersosialisasi dengan sesama kucing, maka siapkan hati. Umur 3 bulan biasanya anak kucing bisa diadopsi. Sedangkan untuk dilepas, kalau bisa sih di atas itu ya. Dan kalau kucing jantan yang mau dilepas liar, selain diberi vaksin di usia 3 dan 4 bulan, usahakan juga steril di usia 6 bulan. Kenapa steril? Buat mengontrol populasi kucing biar ga semakin banyak anak kucing terlantar. Yang disteril memang biasanya jantan, karena kan dia yang menebar benih ke mana2. Dan jantan itu kalau birahi ga disalurkan rentan stres dan bikin penyakit prostat, ouch ga cuma manusia tapi kucing juga bisa kan… Beda cerita kalau kucingnya mau dipelihara, dan pemiliknya udah siap dengan kemungkinan punya anak kucing dan memeliharanya.

Saya sendiri gimana? So far baru sempet foster 2 anak kucing, keduanya betina. Yang pertama penyakitan, cacingan, kutuan, sendirian, di kantor saya bawa pulang. Bawa ke dokter hewan, suntik vitamin, dirawat sekitar 2-3 bulanan dan badannya menggendut, trus karna ga ada yang mau adopt yaudah saya lepas lagi di kantor. Kebetulan di kantor banyak yang suka bawa makanan kucing kering setiap hari, jadi untuk makanan dia kayanya ga masalah.

Yang kedua, masih umur 3 minggu. Sakit jamur parah, dan terus kami obati dengan obat jamur dan oles VCO. Oles VCO ini ampuh untuk jamur kucing ternyata. Mandi dengan sebazole juga, intinya akhirnya sembuh lah, walau sempat saya dan suami ketularan ringwormnya dan alhamdulillah sembuh dengan YLEO Lavender. Ini kami pelihara sampai lumayan gede juga, sekitar 5-6 bulan? Akhirnya kami lepas di pasar, di mana tukang sayur yang kumpul di pasar sering ngasih sisa ayam atau insang ikan ke kucing2 liar di sana.

Sementara stop foster dulu, karena udah komitmen nambah anabul tetap buat nemenin Alfa, namanya Luna. Dan bener beda kucing beda karakter, nanti kapan2 juga kalau sempat saya cerita tentang si Luna ini gimana deh, insya Allah.

Nah saya nulis ini buat nambah wawasan aja sih.. Selain memperkenalkan bahwa ada loh, foster ini, kalau emang anda2 ingin merawat kucing tapi ga bisa berkomitmen buat adopsi atau melihara seumur hidup, yaudah rawatlah anak2 kucing yang memerlukan bantuan. Dan yang terpenting, be responsible. Jangan sampai ngefoster kucing demi konten instagram atau medsos lain, demi view dan like (karena peminat bayi dan anak kucing sungguh banyak), demi media minta sumbangan (yesss, ini pahit tapi bener ada foster yang modus minta sumbangan gini), tapi akhirnya ga bertanggung jawab sama apa yang ada di tangan. Nyawa loh ini urusannya.

Seru kali ya nulis tentang foster2 modus yang pernah saya temuin, sampe2 ada yang panggil mediator buat nyari tau kondisi kucing yang (asumsi saya) dibuang demi ngejelasin ke followernya ke mana itu si kucing a kok udah ga pernah nongol lagi. Hhhh seriusan panggil mediator buat ngomong sama roh kucing zzzzzzz…. dan drama dan bully online dan playing victim dan report account, duh banyak kejadian deh. Entah deh perlu ditulis atau enggak.

Udahan dulu,

Ast ā¤

2 pemikiran pada “Tentang Foster Kucing

  1. Halo kak šŸ™‚ perkenalkan saya Indy Brand Development dari salah satu brand makanan kucing. Apakah bisa minta kontak kakak ? untuk kerjasama. Terima kasih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s