Solitude is a bliss

Birds of the same feather flock together.

Udah familiar lah ya dengan proverb di atas? Gampangnya, orang berkumpul ya dengan sesamanya. Misal, dulu jaman saya SMP, saya akrab banget dengan seorang teman yang sama2 suka sama lagu2 dan personel Westlife, khususnya Mark huhuhu.. Saya belum nemu yang seneng Sailormoon dan lagu2nya kaya saya sih, tapi ga masalah buat saya di jaman sekarang. Komunitas berdasarkan kesukaan terhadap sesuatu itu banyak sekali. Cari di medsos apa aja sekarang serba ada. You choose, your choice.

Kalau kata Rasulullah, kalo mau lihat seseorang, lihatlah teman baiknya. Karena teman itu “sewarna”. Kalaupun tidak sewarna, lambat laun, mereka akan “saling” mewarnai.

Itu kenapa, saya termasuk yang ga setuju dengan perkataan “jangan pilih-pilih dalam berteman”. Kata siapa? Justru saya, mengikuti pesan Rasulullah, sangat menyarankan untuk memilih teman terbaik.

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Makanya, saya juga sangat mengamini bahwa bersendirian itu lebih baik daripada berada dalam kumpulan yang buruk. Kenapa? Karena kuantitas itu berarti. Sebesar apapun kualitas tetapi jumlahnya satu, bisakah mengalahkan kualitas receh tapi jumlahnya banyak?

Ya gitu lah. Inti tulisan ini sih, saya sedang menguatkan diri dan orang2 yang ada di sekitar saya, bahwa, ga apa2 banget loh kalau kamu belum menemukan orang yang sewarna denganmu dan membuatmu musti ke mana2 sendirian. Solitary life is not a sin. It’s a proof that you’re strong enough to stand on your own self. Bahkan, lebih jauh lagi, solitude is a bliss.

Dan, serius. Dipilih oleh orang yang buruk itu tidak lebih baik daripada memilih sendirian. Lain kali ada orang yang kamu tahu tidak cocok denganmu mengajakmu berada di kumpulannya, kamu bisa tegas tersenyum dan menggelengkan kepala, berkata, “nah, I’m good” dan berlalu.

7393a28b3f2599816f62825b24c34fc4

Adios!

Ast ❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s