daily life, kucing, random, story

Cerita Alfa

Hallo, namaku Alfa. Aku adalah seekor kucing persia. Aku bukan persia murni, melainkan sudah campuran. Tapi aku tidak tahu campuran persia apakah aku. Ibuku menduga bahwa aku campuran persia-mainecoon karena ada semacam jubah di leherku, dan semakin bertambah umur, bentuk moncongku semakin mirip mainecoon. Tapi sudahlah, aku sudah tidak terlalu peduli lagi, asal aku sehat dan bisa bahagia tinggal di keluarga ibuku ini.

Aku datang ke keluarga ini saat usiaku baru 2 bulan lebih sedikit. Ibuku mengadopsiku sebagai hadiah ulang tahun untuknya sendiri. Begitulah. Awal aku datang ke rumah ini, badanku masih kecil dan aku sudah selesai menyusu pada indukku, aku sudah bisa makan makanan kucing kering dan sudah pintar buang air di pasir. Aku suka bermain, aku suka bermanja-manja, aku tidak suka sendirian. Dan aku adalah kucing yang pendiam, aku tidak berisik dan jarang sekali mengeong. Aku adalah teman yang pasti kalian akan terpikat padaku, karena aku lucu dan menggemaskan!

alfas1
saat aku baru datang, masih kecil ya
alfas2
ekorku masih imut 
alfas3
lihat aku, lihat aku

Aku memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibanding kucing lokal, tetapi tidak serendah kucing persia murni. Pencernaanku terkadang bermasalah. Awal datang juga aku masih suka gatal karena ada banyak kutu di tubuhku. Tetapi ibu dan ayahku merawatku, memandikanku, dan mengobatiku dengan obat kutu sehingga sekarang aku sudah terbebas dari kutu! Ibu dan ayahku juga memberikan vaksinasi kepadaku untuk melatih daya tahan tubuhku agar tidak mudah sakit terkena virus. Virus itu banyak yang berbahaya dan bisa membunuh kucing, aku tidak mau sakit karenanya!

Tetapi, saat aku divaksinasi, rupanya aku tertular jamur dari kucing lain, sehingga untuk beberapa saat aku merasa sangat gatal di daerah telingaku dan kugaruk terus sampai lecet dan berdarah. Untungnya, ayah dan ibu tanggap membelikan obat jamur (meski aku sungguh tak suka baunya!) dan mengoleskan VCO di daerah yang terkena jamur. Untuk beberapa waktu, badanku terlihat dekil dan kumal karena buluku lepek terkena VCO, obat jamur, dan jamur itu sendiri yang mengurangi penampilanku. Tapi ibu dan ayah selalu rutin memandikanku sehingga akhirnya buluku bisa kembali halus dan lembut.

Aku tinggal bersama ibu, ayah, dan DD. Aku suka kepada ayah karena sering mengajakku bermain dengan mainan, aku jadi aktif karena berlari2an di rumah dan halaman. Ayah juga sangat suka menggendong dan membelaiku. Aku cuma tidak suka jika aku harus mandi. Aku akan menangis dan meronta, bahkan sering mencakari lengan ayah saat menggendongku mandi.

Aku juga suka ibu. Dia sering memberiku makan. Dan saat aku makan, dia akan mengamatiku. Terkadang aku suka berpura-pura tidak berminat lagi pada makanannya sehingga ibu akan menyuapiku, hehe.. Tetapi rupanya ibu sering kesal karena aku sering minta disuapi. Ibu ingin aku menjadi kucing yang tidak terlalu manja padanya. Padahal aku suka sekali padanya, aku suka mengajaknya bermain dengan menggigiti tangan dan kakinya agar dia memperhatikanku. Tetapi terkadang ibu kesakitan lalu aku dihukum di dalam kandang sehingga aku sedih sekali.

Sedangkan DD, aku takut padanya. Dia pernah bermain denganku tetapi dengan cara yang kasar, mungkin karena dia masih kecil dan belum mengerti bahwa aku bisa sakit kalau dikasari. Tetapi aku kan juga hanyalah kucing kecil 😥 Aku juga suka diteriaki olehnya, apabila aku melanggar larangan dari ibu atau ayah. Tetapi DD juga sudah belajar untuk bisa bermain denganku secara lebih lembut. Dia suka mengajakku toss yang akan kulayani dengan kaki depanku. Meski aku takut, aku tahu dia menyayangiku.

alfas7
Sekarang aku sudah lebih besar!

alfas8

alfas9
Lihat ekorku, ibu ingin ekorku seperti kemoceng. Bisa tidak ya?

Kemarin sore, aku terkena musibah. Saat ibu pulang kantor, aku sedang bersantai di halaman. Tanpa ibu sadari, gerbang terbuka dan aku langsung tertarik untuk main keluar. Aku masih ingin tahu, aku kan anak kucing! Maka aku keluar dari gerbang. Tetapi tiba-tiba, ada 2 motor yang berpapasan di depanku dan aku takut sekali. Motor itu besar dan bergerak kencang dan suaranya keras. Maka aku langsung berlari menyelamatkan diri bersembunyi di balik pot-pot bunga. Tetapi yang aku tak tahu, aku terjatuh ke dalam selokan! Oh, aku takut sekali. Aku langsung menangis keras-keras, sehingga orang-orang berlarian ingin melihatku. Aku semakin takut dan semakin bersembunyi ke dalam lorong selokan. Aku mendengar namaku dipanggil-panggil tetapi aku tak mau keluar. Aku takut! Sampai aku melihat sebuah tangan menjulur, itu tangan ibu! Dan aku mendengar suaranya memanggil namaku. Oh, Ibu! aku senang sekali, aku keluar dan langsung digendong oleh ibu. Aku menangis pelan, supaya ibu tahu bahwa aku sedih, takut, tetapi juga lega karena dia sudah datang menolongku.

Lalu akhirnya ibu meletakkanku di kandang karena tubuhku bau comberan, huhu, padahal aku baru saja mandi. Mungkin nanti aku harus mandi lagi. Tidak apa, asal ibu memaafkanku karena sudah hampir mencelakakan diriku sendiri.

Aku takut, kaget, dan lelah. Jadi aku mau istirahat saja. Ibu sudah memberiku makan dan minum, meskipun tidak mau menyuapiku lagi. Tidak apa, aku bisa makan sendiri asal ibu tidak marah lagi.

Aku sayang ibu, ayah, dan DD.

Itu ceritaku, sekarang aku ngantuk! Hoahm, sudah dulu ya. Terima kasih sudah membaca. Lain kali aku cerita lagi. : 3

Iklan

2 tanggapan untuk “Cerita Alfa”

  1. Mbaaaa lucuuu bangeeet kucingmu. Duuuh alfaaa, kamu gemnesin sekaliii :). Drdulu aku pecinta kucing. Skr ada kucing yg aku pliara juga, tp udh tua dan dia cemburuan bangeeeet. Ga boleh ada kucing lain di rumah. Makanya aku ga bisa pliara kucing lain selain maxy (nama kucingku :p) .

    Ga prnh bisa marah kalo udh melihat kucing gini. Lgs adeeem banget pikiran abis main ama kucing

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s