daily life, finance, ibu, pendidikan, perempuan, thought

Tentang Belajar Saham

Sebagai kelanjutan dari postingan Tentang Keuangan Keluarga

Saya mau coba nulis tentang saham ya. Masih pemula, masih belajar, tapi seenggaknya kalo ada yang bisa mendapat insight atau teman sesama pemula ya ayoklah.

Awalnya, saya mulai tertarik dengan saham pas baca buku Sabtu Bersama Bapak karya Aditya Mulya. Di situ, ada tokoh perempuan yang jadi istrinya kakak (saya lupa namanya) yang lulusan fakultas ekonomi, ikut suami di luar negeri, tapi ga kerja karena memilih mengasuh anak sendiri, tapi sambil trading saham. Jadi ilmu ekonomi akuntansinya kepakai ya di jual beli saham itu. Saya tertarik dong, secara saya juga basicnya ekonomi akuntansi. Mau banget dong, ilmu yang dipelajari kepake, bisa ngurus anak sendiri, dan bisa menghasilkan uang sendiri. Rasanya tuh produktif dan mandiri gitu kan.. Syukur-syukur bisa buat penghasilan tambahan atau tetap kan. Tapi apa saya segitunya niat terus akhirnya belajar tentang saham?

Tentu tidak… 😀 Karena saya pemalas dan sudah punya pekerjaan dan sempat menyepelekan, dan ya…basically, pemalas 😐

Baru deh, setelah menjadi follower Jouska selama beberapa bulan, akhirnya saya tergiur untuk mencoba pola investasi yang ditawarkan oleh Jouska, yaitu saham. Tentunya dengan beberapa pertimbangan, yaitu:

  1. dana darurat sudah tercukupi.
  2. ada uang dingin alias idle cash di luar dana darurat tadi yang bisa saya pergunakan untuk belajar investasi saham.
  3. sesuai dengan pepatah “don’t put all your eggs in one basket” maka saya juga sudah melakukan diversifikasi investasi.

Dibahas satu-satu ya.

Dana Darurat

Konsep dana darurat ini sudah saya tahu sejak masih single. Yaitu minimal 3 kali penghasilan (atau besaran pengeluaran tiap bulan). Konsep utamanya kan sebenernya untuk yang kerja di sektor privat, atau freelance yang penghasilannya tidak tentu. Dana darurat itu digunakan agar kita bisa survive setidaknya 3 bulan tanpa penghasilan. Ya ngitungnya dari 3 kali gaji atau 3 kali besarnya pengeluaran per bulan. Tapi ini untuk per individu ya. Jadi kalau misal kamu sudah berkeluarga, ya itungnya 3 kali jumlah individu yang kamu tanggung kali besaran pengeluaran. Misal saya sudah menikah dengan satu anak, dana darurat yang dibutuhkan jadi (3 kali 3 (orang) kali gaji (atau pengeluaran bulanan). Kalau kamu punya 2 anak ya jadi 12 kali gaji atau 12 kali pengeluaran bulanan gitu lah. Pastikan sebelum mulai investasi kebutuhan dana darurat ini sudah aman terpenuhi di saldo tabungan kamu.

Uang Dingin/ Idle Cash

Dana darurat sudah aman, trus masih ada uang? Udah ga ada aset yang mau dibeli, atau justru mau nambah aset dengan cara investasi? Yuk boleh dialokasikan sisa uangnya ke saham. Kalau belum berani, coba dulu ke reksa dana. Buat belajar ini, kamu harus sisihkan uang yang sekiranya hilang itu kamu rela. Anggap aja lagi belajar atau kursus gitu, uang hilang tapi dapat ilmu kan? Nah besarannya berapa, ini sifatnya sangat personal. Beda-beda tiap orang dan ga bisa disamain. Bahkan dalam satu keluarga pun, besarnya uang yang direlain sama istri dan suami aja beda. Jadi, dibicarakan dan didiskusikan dulu sama pasangan, maunya berapa. Kalo single mah hajar aja, risiko ditanggung sendiri. 😀

Diversifikasi

Namanya investasi, apapun produknya, ga ada yang untung terus. Ada masanya gain, ada masanya loss. Makanya, jangan berinvestasi pada satu jenis produk saja. Dalam hal diversifikasi, reksadana juga kan produk diversifikasi itu sendiri. Jadi, kalo saran Jouska, beli reksadana ya cukup 1 produk aja. Atau kalau mau langsung terjun sendiri ke saham, ya belinya dari beberapa sektor yang kamu tau betul (atau kamu pelajari plus minusnya).

Konon, yang cocok buat main saham itu sebenernya perempuan. Karena tingkat kepo dan investigasi seorang perempuan kalo mau ngulik2 sesuatu yang diniati itu besar. Apalagi urusannya ngeluarin duit ya. Serupiah pun harus diitung bener untung ruginya. Mau beli saham perusahaan tertentu, dicari tahu dong, analisis fundamental dan teknikal perusahaan itu. Prospek ke depannya bagus ga. Ngasih dividen ga. Bagusnya long term atau short term. Bagusnya buat investasi jangka panjang atau trading jangka pendek lucu2an aja. Mirip milih jodoh :p

Nah setelah terpicu oleh postingan2 jouska dan sambil belajar2 otodidak, seringnya baca2 blog orang tentang investasi di saham ini, saya mulai mengambil aksi. Membuka akun untuk bisa membeli saham, di broker saham. Ada banyak broker saham yang direkomendasikan dan diawasi oleh OJK. Googling, baca, belajar, dan pilih yang cocok. Ahirnya pilih buka akun di indopremier atau ipot. Cara buka akun dan registrasi juga banyak tersedia di google. Search sendiri ya. Intinya, mau cari, mau baca, mau belajar. 😀

Terus, gimana?

Yaudah, kalau udah belajar ya dijalanin aja pelan2. Itu akun ipot sempet saya cuekin sebulan, ga diapa2in karna saya masih belajar dulu. Beneran terjun ya pas sebulan berikutnya, mulai investasi di reksadana dulu. Trus lanjut saham. Trus beberapa bulan bersanding bersama antara reksadana dan saham, trus saya menilai bahwa saham jauh lebih menguntungkan dari reksadana, maka saya alihkan semua dana ke saham. Dua bulan ini lah saya beneran main di saham. Sudah pernah cut loss? Pernah, tapi ga sering. Dalam 5 bulan ini cuma sekali saya cut loss, tentu dengan pertimbangan dan analisis yang matang..(mirip jadian ama mantan yang toxic, mumpung baru seumur jagung yaudah putus aja)

Sudah dapat untung? Alhamdulillah sudah. Rugi ga? potential gain atau loss itu masih potensi, kalo kamu ga realisasikan ya ga jadi rugi betulan, pun kalo kamu ga realisasikan ya ga jadi untung betulan. Kaya janji2 kamu ke mantan gitu lah….(trus nyanyi dalam hati: it’s only words… ~)

Dan kalaupun rugi di satu sisi, pastikan kamu untung di sisi lain jadi bisa menutup kerugian yang terjadi. Sudah nerima dividen? Insya Allah akhir bulan ini nerima 2 dividen. Happy? Happy dong… alhamdulillah..

Jadi, inti postingan ini apa? Intinya adalah … jangan ragu kalau mau belajar hal baru. Ga harus buru-buru, santai aja, take your time. Karena tergesa-gesa itu juga salah satu sifat setan kan. Belajar dulu, jalani, dan nikmati prosesnya. Yang pasti, orang yang mau belajar itu ga akan rugi.

Semangat! ❤

saham
source: instagram.com/indonesiastockexchange

 

Iklan

2 tanggapan untuk “Tentang Belajar Saham”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s