daily life, finance, ibu, pendidikan, perempuan, relationship, thought

Tentang Keuangan Keluarga

Bonjour!

Kali ini saya mau angkat tema baru yang belum pernah ada di blog ini, yaitu … (jeng jeng)

finance!

Agak gemeter saya mau nulisnya, tolong ampuni hamba kalo nanti2nya masih receh ya..

Sebagai pekerja yang mempunyai penghasilan, merangkap istri dan ibu yang menjadi manajer keuangan dari sebuah rumah tangga, maka imho melek finansial itu hukumnya fardhu ‘ain. Kalo bukan emak, lalu siapa? Karena nantinya kita kan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang diamanahkan pada kita, salah satunya adalah harta.

Berkat teknologi masa kini, saya bisa belajar banyak tentang mengolah keuangan ini. Di samping karakter saya yang alhamdulillah menurut saya ga boros, gemar menabung, dan tau prioritas belanja (uhuk..), juga jaman sekarang ada banyak informasi tentang mengelola keuangan keluarga. Yang sekarang saya dan suami pantengin sih, IG nya konsultan keuangan kesayangan kita semua: Jouska. meskipun kalo liat IGstoriesnya pada pamer gaji sekian puluh juta sebulan ya kami berpandangan dan ketawa heran aja, duit segitu banyak ada yah ternyata.. *pukpuk

Nah kalo udah follow Jouska pasti sedikit banyak udah terbuka lah ya konsep2 utamanya, bahwa menjadi cerdas finansial itu bukan hanya cerdas menyisihkan penghasilan untuk ditabung, tapi lebih utama adalah cerdas dalam membelanjakan penghasilan. Smart spending > smart saving. Smart spending even > smart earning.

Nah kalo sudah bisa punya penghasilan, anggaplah = smart earning, maka berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu smart spending. Saya udah baca tulisan2 tentang alokasi penghasilan itu baiknya ke mana aja, berapa persen dari penghasilan. Ada yang pake rumus 10, 20, 30, 40.

10% untuk kebaikan, ini adalah sedekah, pemberian ke orang lain apapun bentuknya. Saya ga menganut zakat profesi ya, kalopun zakat atas harta ya itu setahun sekali dan ada nishabnya. Silakan dipelajari sendiri.

20% untuk masa depan, ini adalah investasi dan tabungan, kalo ada asuransi ya asuransi.

30% untuk cicilan. Berhubung saya alhamdulillah ga suka ngutang, maka 30% ini mending dialokasikan untuk tambahan tabungan dan buat beli aset yang sifatnya hedging, atau kebutuhan apapun lah terserah.

40% untuk kebutuhan operasional sehari2. Belanja bulanan, listrik, air, bensin, kuota internet, makan siang, dsb you name it.

Sudah selesai dengan smart spendingnya? Itu kan secara teori yang saya dapat dari banyak ulasan, terutama di media online ya. Soalnya saya ga seserius itu untuk beli buku tentang keuangan 😀 nah kalo Jouska bilang teori persentase itu berlaku kalo kebetulan kebutuhan sehari2 kita emang pas dengan besaran persentase itu. Kalo enggak? Misal gaji 10 juta, biaya hidup pas 4 juta, ya silakan lah berlaku spending sesuai persentase itu. Tapi kalo misal gaji 5 juta, biaya hidup di kota (misal Jakarta) ga bisa banget dipepet 40% nya (2 juta), dan harus banget 4 juta, ya pilihannya antara kamu kerja keras bagai kuda biar bisa dapet tambahan 5 juta, atau sesuaikan lagi alokasi lain-lainnya. Berarti setelah dikurangi biaya hidup (misal dipepet sampai 3juta) sisa 2 juta, maka sejuta buat nabung, sisanya buat cicilan dan tetep, sedekah.

Intinya, dari penghasilan kita yang digunakan untuk pembiayaan itu, tetap sisihkanlah untuk menabung (dan investasi) dan pastikan kalo punya cicilan ya dilunasi.

Tentang investasi sendiri, kalo saya berani, nanti saya bikin postingan lagi deh. Kebetulan saya juga udah melakukan diversifikasi investasi sih. Pernah nyobain emas (dalam bentuk LM, dinar, dan perhiasan), mata uang asing, juga reksadana dan saham. Masih belajar, dan masih terus belajar. Maka ayo sama2 belajar dan berbenah demi keuangan dan kehidupan keluarga yang sehat, mentally, phisically, and financially. ❤

Barakallah!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s