Flu Singapura pada Anak

Jadi, seminggu kemarin (sampai hari ini juga masih sih) DD sakit yang diawali dengan agak anget tapi masih bisa sekolah dan main di hari Senin. Dilanjut lebih anget dan mulai agak lemes di hari Selasa, dan seterusnya, yang kayanya lebih gampang kalau pakai jurnal harian aja nyeritainnya.

  1. Senin: agak anget, agak pilek, masih sekolah, nafsu makan masih baik, masih semangat main.

2. Selasa: lebih anget, lebih lesu, ga sekolah karena libur, sore masih main di luar. Malam demam 38 derajat, dipijitin pakai minyak kelapa + bawang merah, minum tempra (parasetamol). Nafsu makan masih lumayan, mau makan makaroni sup ceker.

3. Rabu: masih demam, mulai muncul sariawan (yang keliatan) ada dua di bibir bawah dan kayanya di dalam mulut. Mulai mikir ini flu singapura. Tidur malam ga tenang karena sariawan. Bubu ijin balik dari kantor karena kepikiran. Minum pakai sendok karena kalo dari gelas atau sedotan kesakitan.

makanan yang masuk:

pagi: energen, putih telur rebus, air jeruk manis.

siang: roti gandum selai kacang, putih telur rebus.

malam: nasi + tumis sosis teriyaki

treatment: kumur pakai air hangat + garam, aloclair kumur

4. Kamis: demam udah mulai turun, sariawan di bibir nambah jadi 5, di dalam mulut juga nambah. Tidur ga tenang, nangis-nangis karna sariawan. Bubu masih ga masuk kantor, sore eyang kakung datang jadi bisa ke kantor agak sorean demiiii…kerjaan. Minum maunya pakai pipet.

Makanan yang masuk: jus melon, putih telur rebus, oatmeal + susu + madu.

Treatment: kumur air hangat + garam, aloclair kumur, kandistatin, madu

5. Jum’at: sariawan di lidah ada 2. Tidur masih ga tenang. Bubu udah full ngantor karena DD dijagain eyang kakung, lebih tenang lah ya. Sore udah bisa nyanyi2. Udah segeran badannya.

Makanan yang masuk: putih telur rebus, lainnya lupa 😀 treatment masih sama

6. Sabtu: sariawan di bawah lidah ada 4. Jadi total sariawan ada berapa? 13 biji sodara-sodara… demam udah turun, badan menyusut dan kuyu. Udah bisa joget2.

Makanan yang masuk: energen + roti gandum, bubur nasi + sosis, kebab 1,5 buah. Udah mulai doyan makan itupun pas malem, udah agak lemesan sariawan sama mulutnya.

7. Minggu: bubur + telur dadar, roti + selai kacang, minum air putih hangat banyak. Udah bisa nyanyi, udah bisa joget, udah bisa lari2an kejar2an sama anak kucing. Nafsu makan udah balik.

8. Senin: bubu udah ngantor lagi, dan kayanya ketularan DD karena (sebenernya) dari Sabtu muncul lenting di jari tangan. Minggu lentingnya tambah banyak, juga muncul di mulut. Tenggorokan sakit dan mulai muncul sariawan. Okefix ini sih ketularan :’)

Yah kalo orang dewasa mah, mungkin saking daya tahan tubuhnya rendah dan kontak dengan DD juga banyak. Tapi mudah2an ga masalah asal daya tahan tubuh dibaikin dan tetep terhidrasi. Intinya, buat flu Singapura yang katanya ga ada obat ini, treatment yang dipakai ya yang mengurangi rasa sakit yang diderita. Kalau demam ya turunkan panasnya, pakai obat penurun panas, mandi air hangat biar badan nyaman. Kalau sariawan ya obatilah sariawannya, saya kemaren pakai 2, yang aloclair kumur + kandistatin.

Buat daya tahan tubuh, minum vitamin (saya kasih DD stimuno), dan minumin air jeruk, jus melon, madu, juga sempet saya tetesin essensial oil lemon di air minumnya.

Pijat. Pijat itu sangat membantu buat menyamankan tubuh anak, melemaskan dan melenturkan urat-urat yang kaku, membentuk bonding kasih sayang ibu dan anak. Apalagi kalo pijatnya pakai minyak yang juga ada khasiatnya. Kemaren sih awalnya saya pakai VCO + bawang merah aja. Di akhir-akhir saya pakein juga essensial oil: lemon, eucalyptus radiata, sama lavender dari YL. Adanya itu belum beli yang lain, hehe.. Alhamdulillah DD sudah baikan dalam 7 hari, mudah2an segera pulih dan bisa sekolah lagi. Bubunya juga ga parah2 amat ketularannya. Aamiiin…

Btw, kalau mau tau dramanya anak flu singapura, silakan liat di postingan punya annisast ini

karena saya udah berusaha nulis dengan drama seminimalis mungkin, tapi saya rasa perlu supaya orangtua yang belum pernah menghadapi anaknya kena flu singapura ga kaget2 amat. Flu Singapura pada anak itu, asal kenali gejalanya, cara penanganannya, bisa kok ditangani sendiri di rumah. Be brave ya, semoga semua segera berakhir! 😀

Oh iya, referensi treatment saya kemaren juga dari postingan itu jadi mari kita saling berbagi informasi demi kesiapan dan ketenangan hati yang hakiki, wkwk.

Semoga cepet baikan dan sehat semua ya ❤

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: