daily life, family, film, ibu, kid, parenting, pendidikan, review, sekolah, story, thought

[Review] Taare Zamen Par (2007)

Oke, filmnya ternyata udah 11 tahun yang lalu….

Tapi gapapa deh, saya bahas di sini. Saking ga ada ide wkwk.

tzp_poster_deepak_

Jadi, saya udah lama ga nonton acara TV lokal, karena ga dapet sinyal. Sedih ya, padahal mah saya tinggal di ibukota tapi yagitu deh, mungkin saking crowdednya lokasi tempat tinggal jadi sinyalnya acakadut. Terus pake program tv berbayar, demi nonton kartun buat DD tetap terjaga. Karna hiburan kami biasanya ya ngulang2 series atau nonton drakor.

Dan kemaren rasanya capek dan jenuh nonton drakor jadi memutuskan untuk refreshing dengan nyari film bollywood. Iya, karena udah males juga sama hollywood. Kebetulan juga baru nemu thread di twitter tentang film india yang direkomendasikan. Intinya sih, kalo mau drama percintaan carilah filmnya Shahrukh Khan dan kalo mau cerita yang bagus dan ga biasa carilah filmnya Aamir Khan. Noted!

Langsung cari daftar filmnya Aamir Khan, dan nemulah ini, Taare Zamen Par. Katanya sih tentang anak berkebutuhan khusus, wow, cocok kan ya buat kami sebagai orangtua. Cuss nonton.

Kesan: bagus. Overall puas sih nontonnya. Yang kami cari refreshing, itulah yang kami dapat.

Pros: Gambar animasinya bagus. Kebayang kalo DD udah bisa kami ajak nonton di bioskop pasti efek magnificentnya lebih kerasa. Di rumah aja dia excited banget liat gambar biota laut dan nyebut2 gurita, cumi-cumi, terus pas tentang roket2 gitu juga seneng.

Kons: Ada bagian yang masih kami alihkan biar ga nonton, itu pas adegan kekerasan (berkelahi) si tokoh utama anak (lupa namanya wey) sama tetangganya. Belum waktunya DD nonton kekerasan begituan. Ada juga adegan KDRT ayah ke anak yang DD kami tutupin biar ga trauma. Trus juga yang agak ga sesuai selera pribadi sih, cara si Aamir Khan nunjukin ke orangtua ABK itu bahwa anak mereka memiliki kelainan dan butuh bimbingan khusus. Khas bollywood yang kalo nyampein pesan ke penonton ya kaya guru marah2in, mendoktrin secara hitam-putih dan benar-salah. Harus ada tokoh hero dan penjahat mulu lah. Tapi yaudah mungkin emang kultur sosialnya masih butuh dikerasin ya, belum bisa dilembutin.

Disleksia

Tapi film ini bagusnya adalah mengangkat tema yang ga biasa. Dulu saya pertama tau tentang disleksia itu juga dari FTV, Juli di bulan Juni (2005) yang pemeran utamanya Sissy Priscillia. Trus bahas juga di novelnya Dee lestari yang Supernova: Partikel tentang cerita Zarah membantu temennya yang orang Afrika (siapa namanya lupa) untuk mengejar kelulusan mata pelajaran dengan batas minimal.

Nah di sini dibahas tanda-tanda anak disleksia itu apa, dikasih tau warning sign-nya biar orang tua lebih peka dan waspada, ditunjukin juga cara ngajarin anak disleksia untuk mengatasi masalahnya. Ditunjukin banget effortnya seorang guru mengoptimalkan semua indera si anak untuk membuatnya mengenali huruf dan bisa belajar lebih mudah. Salut sih. Dan akting pemeran utamanya yang masih bocah itu bagus banget loh, saya jadi bertanya-tanya apakah dalam kehidupan nyata anak itu disleksia juga, sampe dia bukan sedang berakting tapi ya lagi jadi diri sendiri aja, saking naturalnya. Lukisannya cakep2. Mata penonton dipuaskan banget dengan visualnya. Emosi diaduk2 dengan mengena. Kalo mau dibikin nangis dengan alasan yang ga cheesy, nontonlah film ini.

07dec_tzp

Terakhir: pesan moral yang pengen diangkat film ini, setiap anak itu spesial. Yang dibutuhkan oleh anak, adalah membuat dia merasa dicintai. Apakah kamu sebagai orangtua sudah mencintainya dengan caramu, atau cara yang dia butuhkan?

Warm regard ā¤

Iklan

3 tanggapan untuk “[Review] Taare Zamen Par (2007)”

  1. Wah jadi penasaran. Akhir-akhir bahasan tentang anak berkebutuhan khusus memang jadi lebih sering, jadi meski film lama sepertinya tetap bagus untuk di nikmati sekarang, memgambil ilmu dan tentu saja menghibur

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s