ibu, parenting, pendidikan, random, thought

Fans Service

Akhir-akhir ini saya dan suami sering nonton drama korea. Seringnya level kalo dulu nonton drakor setahun satu judul, sekarang begitu satu judul selesai segera cari judul berikutnya yang kira-kira menarik. Dalam 3 bulan terakhir mungkin sudah ada 4-6 judul, saya juga lupa.

Makin bertambahnya referensi drakor saya, yang edisi terbaru tentu, saya jadi sering menangkap bahwa, kok drakor-drakor baru ini lebih berani menampilkan adegan kissing hot ya. Ga cuma kissing sekilas yang bisa kita sebut “kecupan” yang manis aja, tapi sering sampe french kiss dan diulang ga cuma sekali. Saya kadang sampe kesel liatnya.

Kenapa kesel?

  1. karena terlalu gampang. kayanya tokoh utama male atau female nya sekarang gampang banget gitu nyosor lawan mainnya. Entah sayanya yang dulu terlalu lugu atau saya yang sekarang terlalu kaku, tapi saya liatnya jadi ga suka aja. Buat yang lain itu mungkin fans service yang mereka tunggu-tunggu, tapi buat saya jadi mirip sama film barat yang gampang kissing, jadi kurang greget budaya timurnya yang lebih tertutup aja.
  2. saya bayangin aktornya sebagai orang yang real sedang mencari nafkah. Kasian kalo bayangin mereka harus ciuman sama orang asing yang mereka ga ada rasa sama sekali, atau kasian bayangin mereka mati-matian jaga perasaan biar ga baper abis ciuman atau abis syuting. Kasian bayangin mereka mbatin dalam hati: cari duit gini amaat… Intinya saya jadi kasian sama aktornya yang jiwa raganya dieksploitasi untuk sesuatu bernama kerjaan yang tujuannya memuaskan penonton. Penonton yang mana, ya penonton yang doyan adegan semacam itu.

Atas dasar itu, saya jadi mikir bahwa profesi artis/ aktor itu butuh pengorbanan yang berat. Semoga Allah menjaga keturunan saya dari profesi yang harus segitunya demi sesuatu yang … ya… duniawi.

Tapi barusan saya baca berita dan nemu ini, termasuk wow sih menurut saya. Artinya ada juga aktor yang punya batasan sejauh mana raganya boleh dieksploitasi atas nama profesionalitas dan tetap direspeki sama yang lebih berwenang: sutradara atau produser. Dan tetep laku tuh. Tapi itu di Indonesia sih, maunya karna masih serumpun budaya, ya drakor gitu juga atuh..

Oh, dan ada satu lagi aksi fans service yang kadang bikin saya jengah. Itu kalo pemeran utama prianya sering pamer half naked body alias telanjang dada dan pamer “roti sobek” kalo kata anak jaman sekarang. Serius, saya jengah. Mungkin memang ada tipikal orang yang bangga dengan badannya dan merasa bangga saat itu dipamerkan dan dipuji-puji. Tapi sekali lagi, saya kadang mikir itu tuntutan profesionalitas, entah disuruh sutradaralah, produserlah, ya demi fans service, demi rating tinggi. Karena target pasar drama korea kan memang perempuan, ya dikasihlah fans servicenya yang begitu-begitu. Kalo liat aktor begitu rasanya pengen kukasih anduk nutupin badannya dan kupuk-pukin, hidupmu berat ya mas..

Dan yang masih anget tentu saja kasus pelecehan seksual kepada juara emas bulutangkis kita. Ekspresi dia yang katanya spontan ditanggapi dengan “sexual harassment” dari perempuan-perempuan, yang dibenarkan dengan sebutan apresiasi. Meh. Yasudahlah. Kalo itu mah dari atletnya juga suka, tanpa paksaan, silakan aja. Yang fansnya juga ya terserahlah. Saya ga mau pusing juga. Yang ribut ya kalo lagi senggang saya tonton, hehe..

jojo-optimistis-raih-emas-bagi-indonesia

Tapi saya ingin sekali ngomong ke anak saya nanti, bahwa segala bentuk skinship dan yang urusannya sama badan dia, nantinya, janganlah diumbar-umbar. Biar kerasa mahalnya, biar kerasa istimewanya. Karena sayang sekali rasanya, hal yang berharga itu kalo jadi terlalu gampang dan terlalu murah. Flirting itu menyenangkan, tapi cobalah kamu bisa menarik perhatian orang bukan karena badanmu tapi karena karaktermu. Cobalah kamu bikin deg2an orang bukan dengan terbukanya badanmu, tapi cukup dari senyummu. Cobalah kamu bikin hati berdesir bukan karena aktivitas menjurus seksualmu, tapi dari bersinarnya pemikiran dan cemerlangnya karaktermu.

Kamu itu berharga. Hargai dirimu sebaik-baiknya, karena kalau bukan kamu, siapa yang mau?

*di beberapa kasus spesial, memang ada yang bakal menghargai kamu lebih dari dirimu. Tapi itu adalah kasus istimewa, dan mungkin baru bakal ketemu kalo udah waktunya ketemu jodoh. Jadi itu adalah pembicaraan yang bakal lebih panjang dan nanti-nanti lagi aja dibahas.

Ciao.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s