anak, family, ibu, kid, parenting, pendidikan, review

Majalah untuk balita

Judulnya ambisius banget ya πŸ˜€

Ada yang ingat kapan bisa baca pertama kali? Saya selalu merasa kalau saya bisa baca di usia sekitar 4 tahun, pas diricek ke orang tua, ternyata bisa baca di umur 5 tahun. Kemudaan dong ya perasaan saya πŸ˜€

Anyhoow, waktu itu seingat saya, saya suka membaca majalah anak-anak yang dibawa Ibu dari sekolah. Ya liat-liat cerita bergambarnya, trus sering dibacain ceritanya juga, terus lama-lama bisa baca sendiri.

Makanya, saya pengen belikan DD majalah anak-anak juga.

Selama ini sih, DD udah saya bacain buku. Tapi buku tentu beda sama majalah ya. Rasanya, majalah itu lebih updateΒ masalah dan tema kekinian, meskipun di sisi lain ya cenderung jadi cepet kerasa basi juga. Terus, konten majalah juga harus disesuaikan sama usia anak. Ga mau yang terlalu padat materi jadi terlalu berat tapi juga ga mau yang terlalu lowong dan kurang tantangan. Jadi beberapa minggu lalu saya mulai survey majalah anak yang kira-kira sesuai untuk usia DD. Majalah untuk balita, gitu lah ya.

Dari berbagai sumber, saya bisa menggolongkan konten majalah yang ingin saya beri ke DD terbagi menjadi 2 yaitu majalah biasa dan majalah Islami. Nah, yang Islami ini saya masih berusaha mencari yang cocok karena kayanya masih jarang yang besar dan bisa dibeli di toko buku mana saja. Pasarnya terlalu segmented mungkin jadi suppliernya juga minim dan eksklusif. Ada sih beberapa nama yang bisa dipesan online, lain kali mungkin saya coba bahas lebih dalam.

Kalau untuk majalah balita, ada beberapa referensi yang akhirnya setelah saya seleksi lagi akhirnya mengerucut ke 3 nama yaitu Bobo Junior, Mombi, dan National Geographic for Kids. Kalau dari tampilan online, saya cenderung ke Mombi, tapi karena saya pengen membandingkan secara real maka saya memutuskan untuk melihat-lihat ketiganya secara langsung, ke Gramedia Matraman.

Setelah melihat-lihat, saya merasa kalau National Geographic for Kids masih terlalu berat untuk DD, mungkin bisa untuk nanti setelah usianya di atas 5,5 tahun (menuju ke 6 tahun). Jadi saya memboyong Bobo Junior dan Mombi untuk menggali lebih jauh mana yang mau saya jadikan teman utama DD setahun ke depan.

Btw, ada yang masih ingat lagu majalah Bobo? Sebelum membelikan majalah ini, saya sudah sounding dulu lagu Bobo ke DD, jadi efeknya pas DD buka majalah Bobo Junior pertama kali, dia surprised dan senang karena sudah kenal dengan lagunya duluan πŸ˜€

Bobo yang slalu riang gembira

Mengajak kita semua

Bertamasya ke alam penuh warna

La la la la la la la la la la la

Bobo, teman bermain dan belajar

B-o-b-o Bobo!

(Asyik lho kalau di rumah ada Bobo..)

*sampai iklannya juga harus dinyanyiin lengkap kalo sama DD mah πŸ˜€

Terus, saya jadi bingung dong, bedain Bobo Junior dan Mombi mana yang lebih bagus. Ternyata mereka ini terbitnya dua mingguan pula, berselang-seling. Sungguh strategi marketing yang bagus. Artinya, kalau saya memutuskan berlangganan kedua majalah ini, setiap minggunya DD akan mendapatkan supply majalah baru yang berbeda.

IMG_20180424_183742
Cergam di Mombi
IMG_20180424_183841
Aktivitas dengan plastisin dan mengenal huruf di Mombi
IMG_20180424_184134
Cergam di Bobo Junior
IMG_20180424_184240
Maze di Mombi, di Bobo Junior juga ada
IMG_20180424_184259
Cergam di Bobo Junior

Kalau dibilang Bobo Junior lebih banyak cergamnya, iya. Tapi kalau memang goalnya untuk membiasakan DD banyak dan minat baca, berarti sesuai kan ya?

Tapi Mombi banyak aktivitas yang melatih motorik halusnya, dan itu juga penting untuk latihan menulisnya nanti, biar ga jadi pemalas macam bubunya yang udah kelas 1 SD masih males nulis karena capek πŸ˜€

Sudah sekian minggu berlalu dan saya masih belum juga memutuskan majalah mana yang saya pilih. Apa dua-duanya aja? Ermmm… ermmmm… errmmm…

Belum tau, dan sebenernya DD juga masih saya supply dengan buku-buku yang saya belikan sebulan sekali, dan kan masih ada rencana langganan majalah anak yang konten Islami juga ya.

KIra-kira, mana yang lebih bagus?

Iklan

2 tanggapan untuk “Majalah untuk balita”

    1. Sebenernya bobo junior pun ada, cuma proporsinya banyakan mombi, kalo bobo junior banyak cergamnya. Saya sukses jadi marketingnya ini, harusnya ini sponsored post ya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
      Terima kasih sudah berkunjung 😊

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s